Djohari Kahar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Djohari Kahar
Djohari Kahar.jpg
Djohari Kahar, 1987
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
1987–1992
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Utusan Daerah
Masa jabatan
1982–1987
Ketua DPRD Sumatra Barat ke-4
Masa jabatan
1977–1982
PendahuluH.A. Burhani Tjokrohandoko
Masa jabatan
1982–1987
PenggantiBulkaini
Anggota DPRD Sumatra Barat
Masa jabatan
1971–1987
Informasi pribadi
Lahir(1931-11-11)11 November 1931
Solok, Pantai Barat Sumatra
Meninggal dunia12 September 2021(2021-09-12) (umur 89)
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikGolongan Karya
PasanganZoelfidar Abidin[1]
HubunganZainal Abidin Sutan Pangeran (mertua)
AnakDinna Djohari
Harri Fidrian
Tri Multini
Fidri Arnaldy
Orang tuaKaharudin Dt. Rangkayo Basa (ayah) dan Mariah (ibu)
Alma materUniversitas Andalas
PekerjaanPengajar dan politikus
Dikenal karenaKetua DPRD Sumbar
Anggota DPR-RI

H. Djohari Kahar, S.H., M.Si., gelar Datuak Bagindo (11 November 1931[2] – 12 September 2021) adalah seorang pengajar dan politikus Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sumatra Barat selama dua periode (1977–1987) dan satu periode sebagai anggota DPR-RI (1987–1992) mewakili Sumatra Barat. Ia berasal dari Partai Golkar.[3]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Djohari Kahar merupakan putra kedua dari Kaharudin Dt. Rangkayo Basa (ayah) dan Mariah (ibu) yang berasal dari Bayur, Maninjau, Agam, Sumatra Barat. Ayahnya pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sumatra Tengah dan Gubernur Sumatra Barat yang pertama. Kakaknya, Adrin Kahar, adalah seorang pejuang kemerdekaan, pengajar dan politisi, serta salah seorang pendiri dan rektor yang ke-2 Universitas Bung Hatta, Padang. Adapun adiknya, Amrin Kahar, pernah menjabat Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura Departemen Pertanian, serta anggota DPR-RI mewakili Sumatra Barat (1997–1999).[4]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Djohari Kahar menyelesaikan pendidikan di HIS Adabiah pada 1945 dan SMP Negeri Bag. B pada 1948. Dari 1947 hingga 1950, ia ikut serta menjadi anggota Tentara Pelajar Komando Sumatera Tengah di Bukittinggi dan Karesidenan Riau.[5] Ia juga diperbantukan pada Mobile Brigade Polri tahun 1949–1950. Pada 1950, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri Bag. B dan lulus pada 1952. Saat SMA, ia mengetuai Ikatan Pelajar SMA Negeri Bukittinggi (Ganeca).[2]

Djohari meraih gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH Unand) pada 1962. Ia aktif di Ikatan Mahasiswa FH Unand Padang dan pernah menjadi ketua organisasi tersebut.

Karier[sunting | sunting sumber]

Djohari Kahar awalnya bekerja sebagai guru SMA negeri tahun 1957–1961. Ia lalu menjadi Direktur SMA Negeri II Padang tahun 1961–1963.[2][6] Selanjutnya, ia mengajar sebagai dosen luar biasa di Akademi Koperasi Negara tahun 1963–1970 dan Fakultas Ekonomi Unand tahun 1963–1985. Ia juga bekerja di Proyek Galangan Kapal Departemen Perindustrian dan Pertambangan tahun 1964–1971.[7]

Pada 1964, ia bergabung dengan Kosgoro Sumatra Barat, yang melahirkan Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar. Di Sekber Golkar, ia menjadi sekretaris bidang organisasi tahun 1964–1972 dan diutus sebagai anggota Panitia Pemilihan Daerah (PPD) Sumatra Barat tahun 1970–1971.[7]

Djohari Kahar memulai karier politik dengan mengikuti pemilihan umum legislatif Indonesia 1971 dan terpilih sebagai anggota DPRD Sumatera Barat. Ia menjabat Ketua FKP DPRD Sumatera Barat tahun 1971–1977.[2]

Pada 1972–1977 Djohari diangkat sebagai Wakil Ketua Korpri Sumatera Barat. Ia menjabat Asisten Bidang Pegawai Negeri DPD Tk. I Golkar tahun 1974-1979. Ia kembali diangkat menjadi anggota PPD Tk. I Sumatera Barat dari unsur Golkar tahun 1976-1977. Tahun 1977-1984 ia diangkat sebagai Anggota Dewan Pembina Korpri. Tahun 1979-1982 ia didapuk sebagai Wakil Ketua DPD Tk. I Golkar Sumatera Barat. Tahun 1981-1987 ia diangkat sebgai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Sumatera Barat. Tahun 1984-1987 Djohari menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Korpri dan Ketua DPD I Golkar Sumatera Barat.[7]

Tahun 1977-1982 dan 1982-1987 Djohari dipilih sebagai Ketua DPRD Sumatera Barat. Pada 1982, Djohari terpilih sebagai Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Utusan Daerah Sumatera Barat berdasarkan Kep. Pres. RI Nomor 151/M tahun 1982.[7] Pada 1987, Djohari mengikuti Pemilihan umum legislatif Indonesia 1987 dan berhasil terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pemilihan Sumatera Barat berdasarkan Kep. Pres. Nomor 221/M Tahun 1987.[2]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Pada Agustus 2008, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan ke-63 RI, Djohari Kahar bersama beberapa tokoh Minang lainnya, seperti Harun Zain, Azwar Anas, Hasan Basri Durin, Elly Kasim, Boy G. Sakti, Wisran Hadi, Rusli Marzuki Saria, Gus tf Sakai, Taufik Ismail, dan banyak tokoh lainnya yang dianggap telah berjasa terhadap Sumatra Barat dianugerahi penghargaan oleh pemerintah provinsi Sumatra Barat yang diserahkan oleh Gubernur Sumatra Barat ketika itu, Gamawan Fauzi.[8]

Masih pada tahun yang sama, di bulan Oktober, Djohari Kahar bersama Lukman Harun, seorang tokoh Muhammadiyah, juga mendapatkan penghargaan dari Golkar atas perannya dalam perkembangan partai di Sumatra Barat.[3]

Wafat[sunting | sunting sumber]

Djohari wafat pada pukul 12.05 tanggal 12 September 2021 di rumahnya.[9] Jenazahnya disemayamkan di Rumah Duka Jl Palupuh No 9 Jati Padang dan dimakamkan keesokan harinya di TPU Tunggul Hitam.[10][11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]