Saridjah Niung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Ibu Sud)
Lompat ke: navigasi, cari
Ibu Soed
Saridjah Niung 2000 Indonesia stamp.jpg
Ibu Soed
Nama lahir Saridjah Niung
Tanggal lahir 26 Maret 1908
Bendera Belanda Sukabumi, Jawa Barat, Hindia Belanda
Meninggal 1993 (85 Tahun)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Suku Sunda-Bugis
Pendidikan Hoogere Kweek School Bandung (Pendidikan Seni Suara dan Musik)
Pekerjaan Staf pengajar Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Petojo, Jalan Kartini, dan Arjuna.
Tahun aktif 19271993
Organisasi
  • Indonesia Muda (1926).
  • Tonil Amatir.
Dikenal karena Pemusik, guru musik, komponis, penyiar radio, dramawan, seniman batik
Pasangan Raden Bintang Soedibjo
Anak Sri Sufinati
Orang tua Mohammad Niung
Penghargaan

Saridjah Niung lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada 26 Maret 1908[2] - meninggal tahun 1993 pada usia 85 tahun; dengan nama lengkap Saridjah Niung Bintang Soedibjo setelah menikah dengan Raden Bintang Soedibjo dan lebih dikenal dengan nama Ibu Soed adalah seorang pemusik, guru musik, pencipta lagu anak-anak, penyiar radio, dramawan dan seniman batik Indonesia. Lagu-lagu yang diciptakan Ibu Soed sangat terkenal di kalangan pendidikan Taman Kanak-kanak Indonesia.[3]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Kemahiran Saridjah di bidang musik, terutama bermain biola, sebagian besar dipelajari dari ayah angkatnya, Prof. Dr. Mr. J.F. Kramer, seorang pensiunan Wakil Ketua Hoogerechtshof (Kejaksaan Tinggi) di Jakarta pada masa itu, yang selanjutnya menetap di Sukabumi dan mengangkatnya sebagai anak. J.F. Kramer adalah seorang indo-Belanda beribukan keturunan Jawa ningrat, latar belakang inilah yang membuat Saridjah dididik untuk menjadi patriotis dan mencintai bangsanya.

Saridjah lahir sebagai putri bungsu dari dua belas orang bersaudara. Ayah kandung Saridjah adalah Mohamad Niung, seorang pelaut asal Bugis yang menetap lama di Sukabumi kemudian menjadi pengawal J.F. Kramer. Selepas mempelajari seni suara, seni musik dan belajar menggesek biola hingga mahir dari ayah angkatnya, Saridjah melanjutkan sekolahnya di Hoogere Kweek School (HKS) Bandung untuk memperdalam ilmunya di bidang seni suara dan musik. Setelah tamat, ia kemudian mengajar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS). Dari sinilah titik tolak dasar Saridjah untuk mulai mengarang lagu. Pada tahun 1927, ia menjadi Istri Raden Bintang Soedibjo, dan ia pun kemudian dikenal dengan panggilan Ibu Soed, singkatan dari Soedibjo.

Karier[sunting | sunting sumber]

Ibu Soed dikenal sebagai tokoh musik tiga zaman (Belanda, Jepang, Indonesia). Kariernya di bidang musik bahkan sudah dimulai jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Suaranya pertama kali disiarkan dari radio NIROM Jakarta periode 1927-1928.

Setelah menamatkan pendidikan di Hoogere Kweek School-Bandung, Ibu Soed kemudian menjadi guru musik di HIS Petojo, HIS Jalan Kartini, dan HIS Arjuna yang masih menggunakan Bahasa Belanda (1925-1941). Ia prihatin melihat anak-anak Indonesia yang tampak kurang gembira saat itu. Hal ini membuat Ibu Soed berpikir untuk menyenangkan mereka dengan bernyanyi lagu ceria. Didorong rasa patriotisnya, Ibu Soed ingin mengajar mereka untuk menyanyi dalam Bahasa Indonesia. Dari sinilah Ibu Soed mulai menciptakan lagu-lagu yang bersifat ceria dan patriotik untuk anak-anak Indonesia.

Selain mencipta lagu Ibu Soed juga pernah menulis naskah sandiwara dan mementaskannya. Operette Balet Kanak-kanak Sumi di Gedung Kesenian Jakarta pada tahun 1955 bersama Nani Loebis Gondosapoetro sebagai penata tari dan RAJ Soedjasmin sebagai penata musiknya.

Saat aktif sebagai anggota organisasi Indonesia Muda tahun 1926, Ibu Soed juga membentuk grup Tonil Amatir yang dipentaskan untuk menggalang dana untuk acara penginapan mahasiswa Club Indonesia. Aktivitasnya tidak hanya menonjol sebagai guru dan aktivis organisasi pemuda, tetapi juga berperan dalam berbagai siaran radio sebagai pengasuh siaran anak-anak (1927-1962).

Oleh karena reputasinya yang aktif dalam pergerakan Nasional saat itu, pada tahun 1945 Ibu Soed pernah menjadi sasaran aksi penggeledahan oleh pasukan Belanda. Rumah Ibu Soed di Jalan Maluku No. 36 Jakarta saat itu sudah dikepung oleh pasukan Belanda, namun tetangga Ibu Soed yang seorang Belanda meyakinkan mereka bahwa mereka salah sasaran, karena profesi Ibu Soed hanyalah pencipta lagu dan suaminya hanyalah pedagang. Walaupun selamat dari penggeledahan tersebut, Ibu Soed dan seorang pembantu tetap harus bersusah payah membuang pemancar radio gelap ke dalam sumur.

Sebagai pemusik yang mahir memainkan biola, Ibu Soed turut mengiringi lagu Indonesia Raya bersama W.R. Supratman saat lagu itu pertama kali dikumandangkan dalam acara Sumpah Pemuda di Gedung Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928. Lagu-lagu patriotik yang diciptakannya diilhami peristiwa yang terjadi dalam acara bersejarah tersebut. Pada tahun-tahun perjuangan, Ibu Soed juga bersahabat dengan Cornel Simanjuntak, Ismail Marzuki, Kusbini, dan tokoh-tokoh nasionalis lain.

Ibu Soed juga dikenal piawai dalam seni batik. Atas karya dan pengabdiannya, Ia menerima penghargaan Satya Lencana Kebudayaan dari pemerintah Indonesia dan MURI.

Kontribusi pada musik Indonesia[sunting | sunting sumber]

Banyak lagu Ibu Soed yang menjadi lagu populer abadi, beberapa antara lain: Hai Becak, Burung Kutilang, dan Kupu-kupu. Ketika genting rumah sewaannya di Jalan Kramat, Jakarta, bocor, ia membuat lagu Tik Tik Bunyi Hujan. Lagu wajib nasional yang dia ciptakan adalah Berkibarlah Benderaku dan Tanah Airku[note 1]. Lagu-lagunya yang lain banyak yang juga telah menjadi populer, a.l. Nenek Moyang, Lagu Gembira, Kereta Apiku, Lagu Bermain, Menanam Jagung, Pergi Belajar, Himne Kemerdekaan, dll.

Lagu-lagu Ibu Soed, menurut Pak Kasur, salah seorang rekannya yang juga tokoh pencipta lagu anak-anak, selalu mempunyai semangat patriotisme yang tinggi. Sebagai contoh, patriotisme terdengar sangat kental dalam lagu Berkibarlah Benderaku. Lagu itu diciptakan Ibu Soed setelah melihat kegigihan Jusuf Ronodipuro, seorang pimpinan kantor RRI menjelang Agresi Militer Belanda I pada tahun 1947, dimana Jusuf menolak untuk menurunkan Bendera Merah Putih yang berkibar di kantor RRI, walaupun dalam ancaman senjata api pasukan Belanda.

Ibu Soed selalu menciptakan lagu khusus untuk anak-anak. Ia memperkirakan telah menciptakan lebih dari 200 lagu, walau hanya separuh yang bisa terselamatkan dan bertahan sampai sekarang. Jauh sebelum meninggal, Ibu Soed sempat mengungkapkan perasaannya yang menyayangkan bahwa lagu anak-anak sekarang telah menjadi serba komersil. [note 2]

Daftar lagu ciptaan Ibu Soed

  1. Anak Kuat
  2. Berkibarlah Benderaku
  3. Bendera Merah Putih
  4. Burung Kutilang
  5. Dengar Katak Bernyanyi
  6. Desaku
  7. Hai Becak
  8. Indonesia Tumpah Darahku
  9. Himne Kemerdekaan
  10. Kapal Api
  11. Kampung Halamanku
  12. Kupu-kupu yang Lucu
  13. Lagu Bermain
  14. Lagu Gembira
  15. Main Ular-Ularan
  16. Menanam Jagung
  17. Naik Delman
  18. Naik-Naik ke Puncak Gunung
  19. Nenek Moyang
  20. Pagi-pagi
  21. Pergi Belajar
  22. Tanah Airku
  23. Teka-Teki
  24. Tidur Anakku
  25. Tik Tik Bunyi Hujan
  26. Waktu Sekolah Usai

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Ibu Soed menikah dengan Raden Bintang Soedibjo, seorang pengusaha pada tahun 1927. Pada tahun 1954, suami Ibu Soed tertimpa musibah kecelakaan pesawat BOAC di Singapura. Di usia tuanya, Ibu Soed hidup ditemani cucu dan cicitnya. Ia bertekad untuk tetap mencipta lagu dan membatik tanpa mempedulikan usia. Meskipun bukan pengusaha batik, Ia ingin tetap menghargai nilai seni di balik budaya nasional tersebut. Di hari tuanya ia juga masih gemar berolahraga, jalan kaki setiap pagi sekitar tiga kilometer. Ibu Soed tutup usia pada tahun 1993, di usia 85 tahun.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Tanah Airku adalah lagu Indonesia yang ditulis oleh Ibu Sud. Lirik lagu ini berisi tentang keindahan alam Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
    Tanah Airku Tidak Kulupakan
    Kan Terkenang Selama Hidupku
    Biarpun Saya Pergi Jauh
    Tidak Kan Hilang Dari Kalbu
    Refrain
    Tanah Ku Yang Ku Cintai
    Engkau Ku Hargai
    Walaupun Banyak Negeri Ku Jalani
    Yang Masyhur Permai Di Kota Orang
    Tetapi Kampung Dan Rumahku
    Di Sanalah Ku Rasa Senang
    Refrain
    Tanah Ku Tak Ku Lupakan
    Engkau Ku Banggakan
    Tanah Airku Tidak Kulupakan
    Kan Terkenang Selama Hidupku
    Biarpun Saya Pergi Jauh
    Tidak Kan Hilang Dari Kalbu
    Refrain
    Tanah Ku Yang Ku Cintai
    Engkau Ku Hargai -->
  2. ^ Berikut ini lirik lagu anak-anak Lagu Gembira ciptaan Ibu Sud:
    Bernyanyi kita bernyanyi
    Karena bergirang hati
    Bersorak, bertepuk, berarak-arak
    Bersorak, bertepuk, berarak-arak
    Bersiul kita bersiul
    Tandanya kita berkumpul
    Bersorak, bertepuk, berarak-arak
    Bersorak, bertepuk, berarak-arak

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perintis Batik Terang Bulan Konsepsi Bung Karno". Diakses tanggal 20 Januari 2009. 
  2. ^ Tentang Ibu Sud, sampul CD Popzzle, album A Tribute to Ibu Sud
  3. ^ Seni dan Budaya. Grafindo Media Utama. 2006. Diakses tanggal 20 Januari 2009.