Mitologi Maya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hun Hunahpu)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Mitologi Maya merupakan bagian dari mitologi Mesoamerika, meliputi semua kisah suku Maya yang melambangkan kekuatan alam, dewa-dewa, dan para pejuang yang berinteraksi dengan mereka memiliki peranan yang penting. Bagian lain dari tradisi lisan suku Maya (seperti dongeng-dongeng hewan dan cerita-cerita budi pekerti) tidak termasuk sebagai bagian dari mitologi, melainkan hanya sebagai legenda dan cerita rakyat.

Sumber[sunting | sunting sumber]

Mitos-mitos tertulis suku Maya paling tua berasal dari abad ke-16 yang ditemukan dalam dokumen-dokumen sejarah dari Dataran Tinggi Guatemala. Dokumen paling penting adalah Popol Vuh yang memuat kisah penciptaan Quichean serta beberapa kisah petualangan dari pahlawan kembar, Hunahpu dan Xbalanque.

Yucatán juga merupakan suatu wilayah yang penting. Kitab Chilam Balam memuat petikan-petikan mitologi kuno, serta ditemukannya cuplikan-cuplikan mitologis yang terserak di antara catatan-catatan dan laporan-laporan kolonial Spanyol awal, dari pemimpin mereka Diego de Landa Calderón, dan dalam kamus-kamus yang disusun para misionaris terdahulu.

Pada abad ke-19 dan ke-20, para ahli antropologi dan pendongeng lokal menuangkan banyak cerita ke atas kertas. Walaupun kebanyakan cerita Maya hasil dari proses historis di mana tradisi-tradisi narasi Spanyol mempengaruhi yang asli, beberapa kisah jauh ke masa lampau hingga masa pra-Spanyol. Kini, pada awal abad ke-21, penyebaran cerita-cerita tradisional tersebut telah memasuki tahap akhir. Untungnya, ini juga merupakan waktu dimana orang-orang Maya sendiri mulai untuk menyelamatkan dan memunculkan kisah-kisah berharga oleh orang tua dan kakek-nenek mereka tersebut.[butuh rujukan]

Tema-tema mitos yang utama[sunting | sunting sumber]

Dalam narasi Maya, sebab mulanya fenomena alam dan budaya diterangkan dengan tegas, sebagai tujuan moral dalam memaknai ikatan ritual antara umat manusia dan lingkungannya. Dengan cara demikian, seseorang dapat memahami asal mula benda-benda langit (seperti Matahari dan Bulan, Venus, Pleiades, Bima Sakti); lanskap gunung, awan, hujan, guntur dan kilat; hewan liar maupun jinak; warna-warna jagung; penyakit dan tanaman obat; alat-alat pertanian; pemandian uap, dll. Berikut rangkuman beberapa tema yang dapat diketahui.

Penciptaan dan akhir dunia[sunting | sunting sumber]

Popol Vuh menggambarkan penciptaan bumi oleh angin laut dan langit, juga kelanjutannya. Kitab Chilam Balam dari Chumayel menceritakan tentang runtuhnya langit dan air bah, diikuti naiknya langit dan berdirinya lima pohon dunia..[1] Masyarakat Lacandon juga mengenal kisah penciptaan Dunia Bawah.[2]

Manusia jagung[sunting | sunting sumber]

Popol Vuh mengurut empat upaya penciptaan: Pertama adalah hewan, kemudian tanah liat, kayu, lalu terakhir penciptaan nenek moyang pertama dari adonan jagung. Untuk ini, orang-orang Lacandon menambahkan penciptaan kelompok kerabat utama serta hewan 'totem' mereka.[3] Penciptaan umat manusia ditutup dalam kisah Mesoamerika tentang pembukaan Gunung Jagung (atau Makanan) oleh dewa-dewa Halilintar.[4]

Aksi para pejuang: Menata dunia[sunting | sunting sumber]

Mitos kepahlawanan paling tersohor adalah peristiwa kekalahan iblis burung dan para dewa penyakit dan kematian oleh Pahlawan Kembar, Hunahpu dan Xbalanque. Cerita yang sama pentingnya adalah kisah serupa tentang seorang pahlawan jagung yang mengalahkan dewa-dewa Guntur dan Halilintar lalu membuat sebuah perjanjian dengan mereka.[5] Meskipun penyebarannya sekarang hanya terbatas di daerah Gulf Coast, berbagai keterangan menunjukkan bahwa mitos ini pernah menjadi bagian dari tradisi lisan suku Maya. Fragmen mitologis penting tentang kegagahan para jaguar terpelihara oleh masyarakat Tzotzil.[6]

Pernikahan dengan Bumi[sunting | sunting sumber]

Tipe mitologi ini menjelaskan hubungan antara manusia dan hewan buruan serta tanaman. Sang leluhur pahlawan - Xbalanque dalam tradisi Kekchi - menjelma menjadi burung kolibri untuk merayu putri Dewa Bumi; Istri sang pahlawan akhirnya menjelma menjadi hewan buruan, lebah, ular dan serangga, atau jagung. Jika sang pahlawan mendapatkan sisi atas, ia menjadi Matahari, istrinya si Bulan.[7] Sebuah versi Tzotzil yang moralistik dimana ada seorang pria yang diberi imbalan berupa seorang putri Dewa Hujan, hanya untuk bercerai dan kehilangan dia lagi.[8]

Asal Usul Matahari dan Bulan[sunting | sunting sumber]

Asal mula matahari dan bulan tidak melulu hasil perkawinan dengan Bumi. Dari Chiapas dan Dataran Tinggi Guatemala barat muncullah kisah tentang Saudara Muda dan para Saudara tuanya yang iri hati: Yang Termuda menjadi Matahari, ibunya menjadi Bulan, dan para saudara tuanya menjelma menjadi babi hutan dan hewan-hewan hutan lainnya.[9] Sebanding dengan mitos kembar Popol Vuh para saudara tua yang menjelma menjadi monyet, saudara-saudaranya yang lebih muda menjelma menjadi Matahari dan Bulan.

Menyusun kembali mitologi pra-spanyol[sunting | sunting sumber]

Meskipun sejenis 'buku strip' mungkin pernah ada, ada keraguan bahwa narasi-narasi mitos tersebut sepenuhnya diterjemahkan secara hieroglif. Tiga kitab Maya yang masih ada terutama dari sebuah ritual dan juga (dalam kasus Kodeks Paris) bersifat historis, serta mengandung beberapa adegan mitos. Akibatnya, lukisan pada dinding kuil, stelae, serta benda yang dapat digerakkan (terutama yang disebut 'ceramic codex') digunakan untuk membantu rekonstruksi mitologi Maya pra-Spanyol.

Masalah utama dengan lukisan adalah menentukan mana yang merupakan adegan mitologis, karena mungkin setiap adegan pada prinsipnya mewakili momen dalam urutan ritual, sebuah metafora visual yang berasal dari literatur lisan, sebuah adegan kehidupan biasa, atau peristiwa historis. Bagaimanapun, Mitos Kembar - meskipun dalam versi yang jauh menyimpang dari Popol Vuh - sudah beredar saat Periode Klasik. Dalam beberapa kasus, mitos-mitos kuno suku Maya dipelihara oleh orang-orang terdekat; narasi tentang dewa jagung suku Maya yang utama, pada tingkat yang lebih rendah, para Bacab adalah contohnya. Seiring proses penguraian hieroglif berlangsung, tulisan keterangan pendek yang disertakan pada adegan-adegan diharapkan mengembalikan ke aslinya, dan membuat narasi kuno menjadi lebih lengkap.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Roys 1967: 98-107; Taube 1993: 69-74
  2. ^ Boremanse 1986: 39-48
  3. ^ Boremanse 1986: 30-38
  4. ^ Thompson 1970: 349-354; Bierhorst 1990: 86-90
  5. ^ Nicholson 1967: 61-64
  6. ^ Guiteras Holmes 1961: 182-183, 262
  7. ^ Danien 2004: 37-44; Thompson 1970: 363-366; Braakhuis 2010
  8. ^ Guiteras Holmes 1961: 191-193
  9. ^ Bierhorst 1990: 110-111

Bibliografi dan referensi[sunting | sunting sumber]

  • Bierhorst, John, The Mythology of Mexico and Central America. Oxford University Press. 2002.
  • Bierhorst, John (ed.), The Monkey's Haircut and Other Stories Told by the Maya. New York: William Morrow 1986.
  • Boremanse, Didier, Contes et mythologie des indiens lacandons. Paris: L'Harmattan. 1986. (Also in Spanish: Cuentos y mitología de los lacandones. Tradición oral maya. Editorial: Academia de Geografia e Historia de Guatemala.)
  • Braakhuis, H.E.M., Xbalanque's Marriage. Thesis, Leiden University 2010 (online).
  • Chinchilla Mazariegos, Oswaldo, Imágenes de la mitología maya. Guatemala: Museo Popol Vuh 2011.
  • Chinchilla Mazariegos, Oswaldo, Art and Myth of the Ancient Maya. Yale UP 2017.
  • Danien, Elin C., Maya Folktales from the Alta Verapaz. University of Pennsylvania, Museum of Archaeology and Anthropology, Philadelphia 2004.
  • Gossen, Gary, Chamulas in the World of the Sun.
  • Guiteras Holmes, Calixta, Perils of the Soul. The World View of a Tzotzil Indian. New York: The Free Press of Glencoe. 1961.
  • Laughlin, Robert, Of Cabbages and Kings.
  • Miller, Mary; Simon Martin (2004). Courtly Art of the Ancient Maya. London: Thames and Hudson. ISBN 0-500-05129-1. OCLC 54799516. 
  • Miller, Mary; Karl Taube (1993). The Gods and Symbols of Ancient Mexico and the Maya: An Illustrated Dictionary of Mesoamerican Religion. London: Thames and Hudson. ISBN 0-500-05068-6. OCLC 27667317. 
  • Nicholson, Irene, Mexican and Central American Mythology. London: Paul Hamlyn. 1967.
  • Read, Kay Almere, & Jason J. Gonzalez, Mesoamerican Mythology. A guide to the gods, heroes, rituals, and beliefs of Mexico and Central America. Oxford 2002.
  • Roys, Ralph L., The Book of Chilam Balam of Chumayel. Norman: University of Oklahoma Press. 1967.
  • Taube, Karl, The Major Gods of Ancient Yucatan. Dumbarton Oaks 1992. Karl Taube (1993). Aztec and Maya Myths. Legendary Past Series (edisi ke-illustrated, reprint). University of Texas Press. ISBN 029278130X. Diakses tanggal May 17, 2014. 
  • Tedlock, Dennis (trans.) (2014). Popol Vuh: the Definitive Edition of the Mayan Book of the Dawn of Life and the Glories of Gods and Kings. Revised Edition. New York: Simon and Schuster. ISBN 0-671-45241-X. 
  • Thompson, J. Eric S. (1970). Maya History and Religion. Civilization of the American Indian Series, No. 99. Norman: University of Oklahoma Press. ISBN 0-8061-0884-3. OCLC 177832. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]