Garing

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ikan Garing
Tor tambroid 160811-61611 ffi.JPG
Semah selubai, Tor tambroides
dari Durian Rambun, Muara Siau, Merangin
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Cypriniformes
Famili: Cyprinidae
Genus: Tor
Spesies: T. tambroides
Nama binomial
Tor tambroides
(Bleeker), 1854
Sinonim
  • Labeobarbus tambroides Blkr, 1854[2] (basionym)

Garing[3] (Tor tambroides) adalah sejenis ikan air tawar anggota suku Cyprinidae. Ikan yang digemari orang karena dagingnya yang enak ini menyebar luas di Asia Tenggara. Beberapa nama lokal ikan ini, di antaranya, gariang (Sumbar); semah, semah selubai (Jambi); tambra, hampal (Jabar);[4] dan sapan (Kalteng)[5]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Perawakan
Bibir bawah dengan lipatan lobus tengah
Perbandingan dengan semah daun, Tor douronensis (bawah)

Ikan karper berukuran sedang hingga besar, panjang standar (SL, standard length) mencapai 700 mm. Profil badannya memanjang, memipih tegak. Tinggi tubuh 3 kalinya atau lebih sebanding dengan panjang standar; sementara panjang kepalanya 3,6-3,8 kalinya sebanding dengan panjang standar. Bibirnya lebar, tebal, menggembung, menerus; bibir atas dengan semacam pelebaran di bagian depan; bibir bawah dengan lobus (bidang) tengah yang memanjang menutupi dagu, yang mencapai garis maya antara sudut-sudut mulut. Dua pasang sungut terdapat di moncong dan di sudut mulut di rahang atas, yang akhir ini sedikit banyak lebih panjang daripada yang pertama, dan sedikit lebih panjang pula daripada diameter mata.[6]

Awal sirip dorsal (punggung) di antarai oleh 8-9 sisik dari belakang kepala, kira-kira sejajar dengan sisik ke-7 pada gurat sisi, sedikit lebih muka dari awal sirip ventral (perut). Sirip dorsal dengan III jari-jari keras (duri) dan 9-10 jari-jari lunak, duri ke-3 besar dan keras, tepi atas sirip mencekung; sirip anal (dubur) III, 5; sirip pektoral (dada) I, 15-16; dan sirip ventral II, 8. Sirip anal bentuk terpangkas, ujungnya tidak mencapai sirip ekor manakala direbahkan. Sirip ekor bercabang dua dalam, ujungnya runcing, yang sebelah bawah lebih panjang, sama atau lebih panjang dari kepala. Sisik-sisik dengan gurat sisi 23-24.[6]

Sebelah atas badan berwarna zaitun, sebelah bawahnya berwarna perak; secara keseluruhan nampak hijau-jingga. Sirip-sirip berwarna bening kekuningan atau agak jambon, jarang agak hijau zaitun; sering berbintik-bintik gelap.[4]

Agihan dan kebiasaan[sunting | sunting sumber]

Ikan garing menyebar luas di Asia Tenggara, di antaranya tercatat dari Burma, Laos, Thailand, Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.[7] Spesimen contoh dikoleksi dari Pulau Sumatera (Padang, Solok, Danau Singkarak, Danau Maninjau, Payakumbuh, Sijunjung, Bengkulu, Lahat, Sungai Langkat); Jawa (Ciampea, Bogor, Cipanas, Ngantang, Banyu Biru di Pasuruan); Kalimantan (Sungai Kapuas, Sungai Bo, Sungai Mahakam; Sarawak).[6]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Garing merupakan ikan konsumsi bernilai tinggi di daerah sebarannya. Ikan ini dijual dalam keadaan segar, atau diolah menjadi ikan asap.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ M. Kottelat (2012). "Tor tambroides". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2015.3. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 10 September 2015. 
  2. ^ Bleeker, P. 1854. "Overzicht der ichthyologische fauna van Sumatra, met beschrijving van eenige nieuwe soorten". Natuurkundig tijdschrift voor Nederlandsch Indië / uitgegeven door de Natuurkundige Vereeniging in Nederlandsch Indië. Deel VII: 92. Batavia:Lange &co, 1854.
  3. ^ KBBI Daring: garing
  4. ^ a b Bleeker, P. 1860. Ichthyologiae Archipelagi Indici Prodromus vol II Cyprini: 386. Bataviae: Typis Langei &soc. (Tambra-achtige Lipbarbeel, terj. Ingg.)
  5. ^ Haryono. 2006. Aspek biologi ikan tambra (Tor tambroides Blkr.) yang eksotik dan langka sebagai dasar domestikasi. Biodiversitas 7: 195-8.
  6. ^ a b c Weber, M. and L.F. de Beaufort. 1916. The Fishes of The Indo-Australian Archipelago III: 150. E.J. Brill. Leiden.
  7. ^ Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, S. Wirjoatmodjo. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi: 68. Periplus Edition (HK) Ltd. dan Proyek EMDI KMNKLH Jakarta.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]