USB flash drive

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Flash Disk)
Lompat ke: navigasi, cari

Usbkey internals.jpg
Komponen-komponen internal sebuah
flash drive yang umum

1 Sambungan USB
2 Perangkat pengontrol penyimpanan massal USB
3 Titik uji
4 Cip memori kilat
5 Osilator kristal
6 LED
7 Write-protect switch
8 Ruang kosong untuk cip memori kilat kedua

USB flash drive adalah alat penyimpanan data memori kilat tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Flash Drive ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulisi dengan mudah. Per November 2006, kapasitas yang tersedia untuk USB Flash Drive ada dari 64 megabita sampai 512 gigabita. Besarnya kapasitas media ini tergantung dari teknologi memori kilat yang digunakan.

USB Flash Drive memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya cakram flopi atau cakram padat. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket.

Namun USB Flash Drive juga memiliki umur penyimpanan data yang singkat, biasanya ketahanan data pada USB Flash Drive ini rata-rata 5 tahun. Ini disebabkan oleh memori kilat yang digunakan tidak bertahan lama. Bandingkan dengan cakram keras yang memiliki ketahanan data hingga 12 tahun, CD/DVD berkualitas (dan bermerek terkenal) selama 15 tahun jika cara penyimpanannya benar.

USB Flash Drive dalam sistem operasi Windows[sunting | sunting sumber]

Sistem operasi Microsoft Windows mengimplementasikan USB Flash Drive sebagai USB Mass Storage Device(dalam Bahasa Indonesia Penyimpanan Masal USB), dan menggunakan device driver usbstor.sys. Karena memang sistem operasi Windows memiliki fitur auto-mounting, dan USB Flash Drive merupakan sebuah perangkat pasang dan pakai, Windows akan mencoba menjalankannya sebisa mungkin sesaat perangkat tersebut dicolokkan ke dalam soket USB. Sietem operasi Windows XP atau yang terbaru bahkan memiliki fitur Autoplay, yang mengizinkan USB Flash Drive tersebut diakses secara keseluruhan untuk menentukan apa isi dari USB Flash Drive tersebut kemudian menjalankannya. Namun USB Flash Drive menjadi media yang empuk untuk penyebaran virus, karena kemampuan virus untuk menyalin dirinya sendiri ke USB Flash Drive dan kemudian dijalankan otomatis ketika dicolokkan pada porta USB (dimana fungsi Autoplay pada sistem operasi Windows tidak dimatikan. Khususnya pada sistem operasi Windows XP keatas atau terbaru yang memiliki fitur Autoplay). Banyak virus komputer lokal seperti halnya Brontok/RontokBro, PendekarBlank, dan virus lokal lainnya menggunakan USB Flash Drive sebagai media transmisi virus dari satu inang ke inang lainnya, menggantikan cakram flopi. Virus-virus yang sebagian besar berjalan di atas Windows tersebut akan semakin cepat beredar ketika memang Windows mengakses penggerak tersebut menggunakan fitur Autoplay yang dimiliki oleh Windows. Karenanya, ada baiknya untuk menonaktifkan fitur Autoplay, meski hal ini kurang begitu membantu mencegah penyebaran virus.

Cara penggunaan USB Flash Drive sangat mudah karena menggunakan USB sebagai antarmukanya. Hanya cukup menancapkan ke port USB pada PC dan akan langsung dikenali sebagai removable drive tanpa perlu proses rebooting atau menghidupkan ulang (bersifat “plug and play”) karena hampir semua sistem operasi terbaru dapat menginisialisasi driver. Tapi, untuk sistem operasi Windows 98 masih memerlukan pemasangan driver yang biasanya sudah tersedia dalam paket USB Flash Drive. Berbeda dengan cakram flopi maupun CDR/RW, USB Flash Drive memiliki keunggulan yaitu tidak perlu menggunakan alat tambahan untuk memakainya. Jadi tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk membeli alat tambahan seperti floppy disk drive atau CD-ROM/RW. USB Flash Drive juga sangat ringan.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]