Etosuksimid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Etosuksimid
Nama sistematis (IUPAC)
(RS)-3-Ethyl-3-methyl-pyrrolidine-2,5-dione
Data klinis
Nama dagang Zarontin
AHFS/Drugs.com monograph
MedlinePlus a682327
Kat. kehamilan D(AU) C(US)
Status hukum -only (US) ℞-only
Rute by mouth (capsules, solution)
Data farmakokinetik
Bioavailabilitas 93%[1]
Metabolisme liver (CYP3A4, CYP2E1)
Waktu paruh 53 hours
Ekskresi kidney (20%)
Pengenal
Nomor CAS 77-67-8 YaY
Kode ATC N03AD01
PubChem CID 3291
Ligan IUPHAR 7182
DrugBank DB00593
ChemSpider 3175 YaY
UNII 5SEH9X1D1D YaY
KEGG D00539 YaY
ChEBI CHEBI:4887 YaY
ChEMBL CHEMBL696 YaY
Data kimia
Rumus C7H11NO2 
Massa mol. 141.168 g/mol
Data fisik
Titik lebur 64–65 °C (147–149 °F)

Etosuksimid atau disebut juga zarontin adalah sejenis obat antiepilepsi yang diberikan bagi penderita kejang absen, yaitu sebuah kondisi dimana terjadi aktivitas listrik yang abnormal di otak yang ditandai dengan pasien terlihat mengalami episode bengong selama beberapa detik. Dalam keadaan demikian, pasien tidak bisa diajak bicara, tidak mendengar dan tidak bisa bercakap-cakap dengan orang lain. Selain bengong, gejala kejang absen juga disertai dengan mulut mengecap-ngecap atau menggerak-gerakkan alis. Pada jenis kejang ini, segera setelah serangan kejang berakhir, penderita langsung bisa beraktivitas seperti biasa lagi.[2]

Etosuksimid sebagai obat utama pencegah kejang absen tersedia dalam bentuk kapsul 250 mg dan sirup 250 mh/5mL.[3]

Dosis[sunting | sunting sumber]

Untuk anak usia 3-6 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 250 mg setiap hari. Sementara untuk anak usia 6 tahun ke atas serta orang dewasa, dosis etosuksimid yang dikonsumsi adalah 500 mg setiap hari atau 2 kapsul (250 mg) setiap minum. Penyesuaian dosis perlu dilakukan secara hati-hati, dimulai dengan dosis kecil dan dosis ditingkatkan secara bertahap hingga serangan kejang dapat dikendalikan atau hingga muncul gejala efek samping yang nyata..[4][5]

Efek samping[sunting | sunting sumber]

Sebagian pasien yang mengonsumsi etosuksimid mungkin akan mengalami beberapa keluhan seperti rasa kantuk, kelelahan, sakit kepala, sakit perut, kram perut, kehilangan selera makan, mual, muntah, penurunan berat badan, diare, pembengkakan lidah, pendarahan tak lazim pada vagina, serta kehilangan keseimbangan atau koordinasi.[6] Etosuksimid juga dapat menyebabkan gangguan darah yang serius. Oleh karena itu, pemeriksaan jumlah darah lengkap kemungkinan direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi darah. Obat ini juga dapat menyebabkan penyakit autoimunas yang disebut lupus. Beberapa efek samping yang mungkin muncul di antaranya termasuk ketidaknyamanan pencernaan, cegukan, mengantuk, lekas marah dan susah tidur.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama bioavailability
  2. ^ "Absence Seizure - Klikdokter.com". www.klikdokter.com. Diakses tanggal 2019-12-13. 
  3. ^ "Ethosuximide for preventing seizures | Medicines for Children". www.medicinesforchildren.org.uk. Diakses tanggal 2019-12-13. 
  4. ^ "Ethosuximide Dosage Guide with Precautions". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-13. 
  5. ^ "4.8.1 Antiepilepsi | PIO Nas". pionas.pom.go.id. Diakses tanggal 2019-12-13. 
  6. ^ "Side Effects of Zarontin (Ethosuximide), Warnings, Uses". RxList (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-13. 
  7. ^ Hermawan), Dt Awan (Andreas. Bagaimana Menyembuhkan Kejang Epilepsi Secara Alami. Andreas Hermawan.