Endotelium

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Endotelium
Endotelijalna ćelija.jpg
Diagram menunujukkan letak sel endotelial
Microvessel.jpg
Mikrograf elektron transmisi dari mikrovaskulatur menunjukkan sel endotel yang mengelilingi eritrosit (E), membentuk lapisan paling dalam dari pembuluh, yaitu tunika intima.
Rincian
Sistem Sistem peredaran darah
Lokasi Lapisan permukaan dalam pembuluh darah dan pembuluh limfa
Pengenal
TH H2.00.02.0.02003
FMA 63916
Istilah anatomi mikroanatomi

Endotelium merujuk pada sel yang melapisi permukaan dalam pembuluh darah dan pembuluh limfa,[1] membentuk antarmuka antara darah atau limfa yang bersirkulasi di dalam lumen dengan dinding pembuluh lainnya. Endotelium merupakan lapisan tipis sel epitel pipih selapis yang disebut sel endotel. Sel endotel yang kontak langsung dengan darah disebut sel endotel vaskular, sedangkan sel endotel yang kontak langsung dengan limfa disebut sebagai sel endotel limfatik.

Sel endotel vaskular melapisi seluruh sistem peredaran darah, dari jantung hingga kapiler terkecil. Sel ini memiliki fungsi unik dalam biologi vaskular. Fungsi sel ini meliputi filtrasi cairan (seperti pada glomerulus ginjal), tonus pembuluh darah, hemostasis, pengerahan neutrofil, dan lalu lintas hormon. Endotelium permukaan dalam ruang jantung disebut endokardium.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Endotelium berasal dari mesoderm. Pembuluh kapiler darah dan limfa sama-sama tersusun dari sel endotel selapis yang disebut ekalapis. Pada bagian lurus dari pembuluh darah, sel endotel vaskular biasanya sejajar dan memanjang ke arah aliran cairan.[2][3]

Terminologi[sunting | sunting sumber]

Model anatomi dasar membuat perbedaan antara sel endotel dengan sel epitel berdasarkan jaringan apa yang berkembang menjadi jaringan tersebut dan keberadaan filamen vimentin alih-alih filamen keratin memisahkan sel endotel dari sel epitel.[4] Banyak yang memandang endotelium sebagai jaringan epitel terspesialisasi.[5]

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Endotelium melapisi dinding pembuluh bagian dalam, ditunjukkan di sini.

Sel endotel terlibat dalam banyak aspek dari biologi vaskular, meliputi:

  • Fungsi penghalang - endotelium bertindak sebagai penghalang semiselektif antara lumen pembuluh dengan jaringan di sekitarnya, mengontrol lalu lintas material serta transit sel darah putih ke dalam dan luar aliran darah. Peningkatan permeabilitas endotel selapis yang berlebihan atau berkepanjangan, seperti halnya inflamasi kronik, dapat menyebabkan edema/pembengkakkan jaringan.
  • Pembekuan darah (trombosis & fibrinolisis). Endotelium normalnya menyediakan permukaan nontrombogenik karena endotel memuat, sebagai contoh, heparan sulfat yang bertindak sebagai kofaktor untuk mengaktivasi antitrombin, protease yang menginaktivasi berbagai faktor dalam kaskade koagulasi.
  • Inflamasi.[6]
  • Pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis).
  • Vasokonstriksi dan vasodilatasi, serta karenanya mengontrol tekanan darah
  • Memperbaiki organ yang rusak atau sakit melalui injeksi sel pembuluh darah.[7]

Signifikansi klinis[sunting | sunting sumber]

Disfungsi endotel, atau hilangnya fungsi endotel sebenarnya, merupakan tanda dari penyakit vaskular dan sering dianggap sebagai kunci awal perkembangan aterosklerosis. Fungsi endotel yang terganggu, menyebabkan hipertensi dan trombosis, sering terlihat pada pasien dengan penyakit arteri koroner, diabetes mellitus, hipertensi, dan hiperkolesterolemia, seperti yang dijumpai pada perokok. Disfungsi endotel juga menunjukkan prediksi kejadian kardiovaskular merugikan di masa yang akan datang, dan juga muncul dalam penyakit inflamasi seperti artritis reumatois dan lupus eritematosus sistemik. Salah satu mekanisme utama disfungsi endotel adalah berkurangnya nitrogen monoksida, seringkali akibat tingginya kadar dimetilarginin asimetrik, yang berinterferensi dengan sintesis nitrogen monoksida distimulasi L-arginin normal dan menyebabkan hipertensi. Mekanisme disfungsi endotel yang paling umum adalah meningkatnya spesi oksigen reaktif yang dapat mengganggu produksi dan aktivitas nitrogen monoksida melalui berbagai mekanisme.[8] Protein pensinyalan ERK5 esensial untuk memantau fungsi sel endotel normal.[9] Konsekuensi kerusakan endotel lebih lanjut adalah pelepasan kuantitas patologi faktor von Willebrand yang mendorong agregasi platelet dan adhesi pada subendotelium, dan dengan demikian membentuk trombi berpotensi fatal.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Endothelium" di Dorland's Medical Dictionary
  2. ^ Eskin, S.G.; Ives, C.L.; McIntire, L.V.; Navarro, L.T. "Response of cultured endothelial cells to steady flow". Microvascular Research. 28 (1): 87–94. doi:10.1016/0026-2862(84)90031-1. 
  3. ^ Langille, B L; Adamson, S L (1981). "Relationship between blood flow direction and endothelial cell orientation at arterial branch sites in rabbits and mice". Circulation Research. 48: 481–488. doi:10.1161/01.res.481. 
  4. ^ "FMA". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-10-02. Diakses tanggal 28 September 2013. 
  5. ^ Kovacic, Jason; Mercader, Nadia; Torres, Miguel; Boehm, Manfred; Fuster, Valentin (2012). "Cardiovascular Development to Disease Epithelial-to-Mesenchymal and Endothelial-to-Mesenchymal Transition: From Cardiovascular Development to Disease". Circulation. 125: 1795–1808. doi:10.1161/circulationaha.111.040352. PMC 3333843alt=Dapat diakses gratis. Diakses tanggal 8 November 2014. 
  6. ^ Li X, Fang P, et al. (April 2016). "Mitochondrial Reactive Oxygen Species Mediate Lysophosphatidylcholine-Induced Endothelial Cell Activation". Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology. 36: 1090–100. doi:10.1161/ATVBAHA.115.306964. PMC 4882253alt=Dapat diakses gratis. PMID 27127201. 
  7. ^ "Blood vessel cells can repair, regenerate organs, scientists say". Weill Cornell Medical College. Medical Xpress. 8 Oktober 2013. Diakses tanggal 30 Mei 2018. 
  8. ^ Deanfield J, Donald A, Ferri C, Giannattasio C, Halcox J, Halligan S, Lerman A, Mancia G, Oliver JJ, Pessina AC, Rizzoni D, Rossi GP, Salvetti A, Schiffrin EL, Taddei S, Webb DJ (Januari 2005). "Endothelial function and dysfunction. Part I: Methodological issues for assessment in the different vascular beds: a statement by the Working Group on Endothelin and Endothelial Factors of the European Society of Hypertension". J Hypertens. 23 (1): 7–17. doi:10.1097/00004872-200501000-00004. PMID 15643116. 
  9. ^ Roberts OL, Holmes K, Müller J, Cross DA, Cross MJ (Dec 2009). "ERK5 and the regulation of endothelial cell function". Biochem Soc Trans. 37 (6): 1254–9. doi:10.1042/BST0371254. PMID 19909257. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]