Elektrokardiografi
| Elektrokardiografi | |
|---|---|
| Intervensi | |
EKG lead II jantung dalam irama sinus normal | |
| ICD-10-PCS | R94.31 |
| ICD-9-CM | 89.52 |
| MeSH | D004562 |
| MedlinePlus | 003868 |
Elektrokardiografi adalah proses menghasilkan elektrokardiogram (disingkat EKG), rekaman aktivitas listrik jantung melalui siklus jantung berulang.[1] Ini merupakan elektrogram jantung yang merupakan grafik tegangan listrik versus waktu dari aktivitas listrik jantung[2] menggunakan elektroda yang ditempatkan di kulit. Elektroda ini mendeteksi perubahan listrik kecil yang merupakan konsekuensi dari depolarisasi otot jantung yang diikuti oleh repolarisasi selama setiap siklus jantung (detak jantung). Perubahan pola EKG normal terjadi pada berbagai kelainan jantung termasuk:
- Gangguan irama jantung, seperti fibrilasi atrium[3] dan takikardia bilik[4]
- Aliran darah arteri koroner yang tidak memadai, seperti penyakit jantung koroner[5] dan serangan jantung[6]
- Gangguan elektrolit seperti hipokalemia.[7]
Secara tradisional, "EKG" biasanya berarti EKG 12-lead yang diambil saat berbaring seperti yang dibahas di bawah ini. Namun, perangkat lain dapat merekam aktivitas listrik jantung seperti monitor Holter, tetapi beberapa model jam tangan pintar juga mampu merekam EKG. Sinyal EKG dapat direkam dalam konteks lain dengan perangkat lain.
Dalam EKG 12-lead konvensional, sepuluh elektroda ditempatkan pada anggota tubuh pasien dan pada permukaan dada. Besaran keseluruhan potensial listrik jantung kemudian diukur dari dua belas sudut yang berbeda ("lead") dan direkam selama periode waktu tertentu (biasanya sepuluh detik). Dengan cara ini, besaran keseluruhan dan arah depolarisasi listrik jantung ditangkap pada setiap saat sepanjang siklus jantung.[8]
Terdapat tiga komponen utama pada EKG:[9]
- Gelombang P, yang mewakili depolarisasi serambi.
- Kompleks QRS, yang mewakili depolarisasi bilik.
- Gelombang T, yang mewakili repolarisasi bilik.
Selama setiap detak jantung, jantung yang sehat memiliki perkembangan depolarisasi yang teratur yang dimulai dengan sel-sel pacu jantung di nodus sinoatrial, menyebar ke seluruh serambi jantung, dan melewati nodus atrioventrikular ke bawah menuju berkas His dan ke serat Purkinje, menyebar ke bawah dan ke kiri di seluruh bilik jantung.[9] Pola depolarisasi yang teratur ini menghasilkan rekaman EKG yang khas. Bagi ahli klinik yang terlatih, EKG menyampaikan banyak informasi tentang struktur jantung dan fungsi sistem konduksi listriknya.[10] EKG dapat digunakan antara lain untuk mengukur laju dan ritme detak jantung, ukuran dan posisi chamber jantung, adanya kerusakan pada sel otot jantung atau sistem konduksi, efek obat jantung, dan fungsi alat pacu jantung buatan yang ditanamkan.[11]
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Kata ini berasal dari bahasa Yunani electro, yang artinya berhubungan dengan aktivitas listrik; kardia, yang artinya "jantung"; dan graph, yang artinya "menulis".[12]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]

- Pada tahun 1872, Alexander Muirhead dilaporkan telah memasang kabel ke pergelangan tangan pasien demam untuk mendapatkan rekaman elektronik detak jantung mereka.[13]
- Pada tahun 1882, John Burdon-Sanderson, yang bekerja dengan katak, adalah orang pertama yang menyadari bahwa interval antara variasi potensial tidak tenang secara elektrik dan menciptakan istilah "interval isoelektrik" untuk periode ini.[14]
- Pada tahun 1887, Augustus Waller[15] menemukan mesin EKG yang terdiri dari elektrometer kapiler Lippmann yang dipasang pada proyektor. Jejak dari detak jantung diproyeksikan ke pelat fotografi yang dipasang pada kereta mainan. Ini memungkinkan detak jantung direkam secara "waktu nyata".
- Pada tahun 1895, Willem Einthoven menetapkan huruf P, Q, R, S, dan T untuk defleksi pada bentuk gelombang teoretis yang ia ciptakan menggunakan persamaan yang mengoreksi bentuk gelombang aktual yang diperoleh oleh elektrometer kapiler untuk mengkompensasi ketidaktepatan instrumen tersebut. Penggunaan huruf yang berbeda dari A, B, C, dan D (huruf yang digunakan untuk bentuk gelombang elektrometer kapiler) mempermudah perbandingan ketika garis yang belum dikoreksi dan yang telah dikoreksi digambar pada grafik yang sama. Einthoven mungkin memilih huruf awal P untuk mengikuti contoh yang diberikan oleh René Descartes dalam geometri. Ketika bentuk gelombang yang lebih tepat diperoleh menggunakan galvanometer dawai, yang sesuai dengan bentuk gelombang elektrometer kapiler yang telah dikoreksi, ia terus menggunakan huruf P, Q, R, S, dan T,[16] dan huruf-huruf ini masih digunakan hingga saat ini. Einthoven juga menjelaskan fitur elektrokardiografi dari sejumlah gangguan kardiovaskular.
- Pada tahun 1897, galvanometer dawai ditemukan oleh insinyur asal Prancis yakni Clément Ader.[17]
- Pada tahun 1901, Einthoven, yang bekerja di Leiden, Belanda, menggunakan galvanometer tali, EKG praktis pertama.[18] Perangkat ini jauh lebih sensitif daripada elektrometer kapiler yang digunakan Waller.
- Pada tahun 1924, Einthoven dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran atas karyanya yang mempelopori pengembangan EKG.[19]
- Pada tahun 1927, General Electric telah mengembangkan alat portabel yang dapat menghasilkan elektrokardiogram tanpa menggunakan galvanometer tali. Perangkat ini menggabungkan tabung penguat yang mirip dengan yang digunakan dalam radio dengan lampu internal dan cermin bergerak yang mengarahkan jejak pulsa listrik ke film.[20]
- Pada tahun 1937, Taro Takemi menemukan mesin elektrokardiograf portabel baru.[21]
- Pada tahun 1942, Emanuel Goldberger meningkatkan tegangan elektroda unipolar Wilson sebesar 50% dan menciptakan elektroda ekstremitas tambahan aVR, aVL, dan aVF. Ketika ditambahkan ke tiga elektroda ekstremitas Einthoven dan enam elektroda dada, didapatkan elektrokardiogram 12 elektroda yang digunakan saat ini.[22]
- Pada akhir tahun 1940-an, Rune Elmqvist menemukan printer inkjet yang melibatkan semburan tinta tipis yang dibelokkan oleh potensial listrik dari jantung, dengan respons frekuensi yang baik dan perekaman EKG langsung di atas kertas. Perangkat tersebut, yang disebut Mingograf, dijual oleh Siemens Elema hingga tahun 1990-an.[23]
Kegunaan medis
[sunting | sunting sumber]

Tujuan utama melakukan EKG adalah untuk mendapatkan informasi tentang fungsi listrik jantung. Kegunaan medis dari informasi ini beragam dan seringkali perlu dikombinasikan dengan pengetahuan tentang struktur jantung dan tanda-tanda pemeriksaan fisik untuk diinterpretasikan. Beberapa indikasi untuk melakukan EKG meliputi hal-hal berikut:
- Nyeri dada atau dugaan infark miokard (serangan jantung) seperti infark miokard elevasi ST (STEMI)[24] atau infark miokard non-elevasi ST (NSTEMI)[25]
- Gejala seperti sesak napas, murmur,[26] pingsan, sawan, demam, atau aritmia termasuk palpitasi yang baru muncul atau pemantauan aritmia jantung yang diketahui
- Pemantauan pengobatan (misalnya perpanjangan QT akibat obat, toksisitas digoksin) dan penanganan overdosis (misalnya overdosis antidepresan trisiklik)
- Kelainan elektrolit seperti hiperkalemia
- Pemantauan perioperatif yang melibatkan segala bentuk anestesi (misalnya perawatan anestesi yang dipantau, anestesi umum), termasuk penilaian praoperatif dan pemantauan intraoperatif dan pascaoperatif.
- Uji stres jantung
- Angiografi tomografi komputer (CTA) dan angiografi resonansi magnetik (MRA) jantung (EKG digunakan untuk "mengatur" pemindaian sehingga posisi anatomi jantung tetap stabil)
- Elektrofisiologi jantung klinis, di mana kateter dimasukkan melalui vena femoralis dan dapat memiliki beberapa elektroda di sepanjang panjangnya untuk merekam arah aktivitas listrik dari dalam jantung.
EKG dapat direkam sebagai rekaman intermiten pendek atau pemantauan EKG kontinu. Pemantauan kontinu digunakan untuk pasien yang sakit kritis, pasien yang menjalani anestesi umum,[27][26] dan pasien yang memiliki aritmia jantung yang jarang terjadi yang kemungkinan tidak akan terlihat pada EKG sepuluh detik konvensional. Pemantauan terus-menerus dapat dilakukan dengan menggunakan monitor Holter, defibrillator internal dan eksternal serta alat pacu jantung buatan, dan/atau biotelemetri.[28]
Pemindaian
[sunting | sunting sumber]Untuk orang dewasa, bukti tidak mendukung penggunaan EKG di antara mereka yang tanpa gejala atau berisiko rendah terkena penyakit kardiovaskular sebagai upaya pencegahan.[29][30][31] Hal ini karena EKG dapat secara keliru menunjukkan adanya masalah yang menyebabkan kesalahan diagnosis, rekomendasi prosedur invasif, dan pengobatan berlebihan. Namun, orang yang bekerja di bidang pekerjaan kritis tertentu seperti pilot[32] mungkin diharuskan untuk menjalani EKG sebagai bagian dari evaluasi kesehatan rutin mereka. Pemeriksaan kardiomiopati hipertrofik juga dapat dipertimbangkan pada remaja sebagai bagian dari pemindaian fisik olahraga karena kekhawatiran akan kematian jantung mendadak.[33]
Mesin elektrokardiograf
[sunting | sunting sumber]
Kardiograf mekanik (kardiogram apeks), yang dikembangkan pada abad ke-19, merekam gerakan jantung dengan mengirimkan gerakan jantung atau dinding dada ke sistem pegas dan ruang udara. Tuas penulis menelusuri gerakan ini ke silinder berputar yang diasapi, sehingga menghasilkan kardiogram. Akurasinya terbatas karena menangkap semua gerakan tubuh, sehingga menimbulkan kesalahan.[34]
Elektrokardiogram modern direkam oleh mesin yang terdiri dari seperangkat elektroda yang terhubung ke unit pusat.[35]
Pada akhir abad ke-19, para ilmuwan menemukan aktivitas listrik jantung, yang mengarah pada pengembangan elektrokardiograf. Galvanometer dawai Willem Einthoven tahun 1903 memungkinkan pengukuran sinyal ini secara tepat, merevolusi kardiografi. Ia menerima Hadiah Nobel tahun 1924 untuk karyanya ini.
Mesin EKG awal dibangun dengan sirkuit analog, di mana sinyal menggerakkan motor untuk mencetak sinyal ke kertas. Saat ini, elektrokardiograf menggunakan konverter analog-ke-digital untuk mengubah aktivitas listrik jantung menjadi sinyal digital. Banyak mesin EKG sekarang portabel dan umumnya mencakup layar, papan ketik, dan printer pada kereta beroda kecil. Kemajuan terbaru dalam elektrokardiografi mencakup pengembangan perangkat yang lebih kecil untuk dimasukkan ke dalam pelacak kebugaran dan jam tangan pintar.[36] Perangkat yang lebih kecil ini seringkali hanya mengandalkan dua elektroda untuk mengirimkan satu lead I.[37] Perangkat portabel dua belas lead yang ditenagai oleh baterai juga tersedia.
Perekaman EKG adalah prosedur yang aman dan tidak menyakitkan.[38] Mesin-mesin tersebut ditenagai oleh listrik utama tetapi dirancang dengan beberapa fitur keselamatan termasuk lead yang dibumikan (diardekan). Fitur lainnya meliputi:
- Perlindungan defibrilasi: setiap EKG yang digunakan dalam perawatan kesehatan dapat dihubungkan ke seseorang yang membutuhkan defibrilasi dan EKG perlu melindungi dirinya dari sumber energi ini.
- Pelepasan muatan elektrostatik mirip dengan pelepasan muatan defibrilasi dan memerlukan perlindungan tegangan hingga 18.000 volt.
- Selain itu, rangkaian yang disebut "penggerak kaki kanan" dapat digunakan untuk mengurangi interferensi mode umum (biasanya daya listrik utama 50 atau 60 Hz).
- Tegangan EKG yang diukur di seluruh tubuh sangat kecil. Tegangan rendah ini memerlukan rangkaian dengan noise rendah, penguat instrumentasi, dan pelindung elektromagnetik.
- Perekaman sadapan simultan: desain sebelumnya merekam setiap sadapan secara berurutan, tetapi model saat ini merekam beberapa sadapan secara simultan.
Sebagian besar mesin EKG modern menyertakan algoritma interpretasi otomatis. Analisis ini menghitung fitur-fitur seperti interval PR, interval QT, interval QT terkoreksi (QTc), sumbu PR, sumbu QRS, irama, dan banyak lagi. Hasil dari algoritma otomatis ini dianggap "pendahuluan" sampai diverifikasi dan/atau dimodifikasi oleh interpretasi ahli. Meskipun ada kemajuan baru-baru ini, kesalahan interpretasi komputer tetap menjadi masalah yang signifikan dan dapat mengakibatkan kesalahan penanganan klinis.[39]
Pemantau Jantung
[sunting | sunting sumber]Selain mesin elektrokardiograf standar, ada perangkat lain yang dapat merekam sinyal EKG. Perangkat portabel telah ada sejak pemantau Holter diperkenalkan pada tahun 1962.
Secara tradisional, pemantau ini menggunakan elektroda dengan tempelan pada kulit untuk merekam EKG, tetapi perangkat baru dapat menempel di dada sebagai tempelan tunggal tanpa memerlukan kabel, yang dikembangkan oleh Zio (Zio XT), TZ Medical (Trident), Philips (BioTel) dan BardyDx (CAM) di antara banyak lainnya. Perangkat implan seperti alat pacu jantung buatan dan defibrilator kardioverter implan mampu mengukur sinyal "medan jauh" antara elektroda di jantung dan baterai/generator implan yang menyerupai sinyal EKG (secara teknis sinyal yang direkam di jantung disebut elektrogram, yang diinterpretasikan secara berbeda). Pengembangan monitor Holter mengarah pada pembuatan perekam lengkung implan, yang melakukan fungsi yang sama tetapi merupakan perangkat implan dengan baterai yang bertahan selama bertahun-tahun.
Selain itu, tersedia berbagai kit Arduino dengan modul sensor EKG dan perangkat jam tangan pintar yang juga mampu merekam sinyal EKG seperti Apple Watch generasi ke-4 (2018), Samsung Galaxy Watch 4 (2021) dan perangkat yang lebih baru.
Elektroda dan lead
[sunting | sunting sumber]


Elektroda adalah bantalan konduktif sebenarnya yang menempel pada permukaan tubuh.[41] Setiap pasangan elektroda dapat mengukur perbedaan potensial listrik antara dua lokasi pemasangan yang sesuai. Pasangan tersebut membentuk sebuah "lead". Namun, lead juga dapat dibentuk antara elektroda fisik dan elektroda virtual, yang merupakan rata-rata dari banyak lead. Semua EKG klinis menggunakan terminal pusat Wilson (WCT) sebagai elektroda virtual dari mana lead prekordial diukur, yang potensialnya didefinisikan sebagai potensial rata-rata yang diukur oleh tiga lead tungkai standar.[42]
Umumnya, 10 elektroda yang dipasang pada tubuh digunakan untuk membentuk 12 lead EKG, dengan setiap lead mengukur perbedaan potensial listrik tertentu.[43]
EKG 12-lead
[sunting | sunting sumber]Lead dibagi menjadi tiga jenis: anggota gerak; anggota gerak tambahan; dan prekordial atau dada. EKG 12-lead memiliki total tiga lead anggota gerak dan tiga lead anggota gerak tambahan yang disusun seperti jari-jari roda pada bidang koronal (vertikal), dan enam lead prekordial atau lead dada yang terletak pada bidang transversal tegak lurus (horizontal).[44]
Elektroda harus ditempatkan pada posisi standar, dengan "kiri" atau "kanan" mengacu pada arah anatomi, yaitu kiri atau kanan pasien. Pengecualian karena keadaan darurat atau masalah lain harus dicatat untuk menghindari analisis yang salah.[45]
Ke-12 lead dan elektroda EKG standar tercantum di bawah ini.[46] Semua lead pada dasarnya bipolar, dengan satu elektroda positif dan satu elektroda negatif; Istilah "unipolar" tidak benar, dan tidak berguna.[42]
| Jenis | Nama (AHA) | Warna (AHA) | Penempatan | Nama (IEC) | Warna (IEC) |
|---|---|---|---|---|---|
| Anggota gerak | RA (Lengan kanan) | Putih | Di lengan kanan, di bawah bahu, hindari otot yang tebal. | R (Kanan) | Merah |
| LA (Lengan kiri) | Hitam | Simetris terhadap penempatan RA. | L (Kiri) | Kuning | |
| RL (Kaki kanan) | Hijau | Di kaki kanan, di bawah pinggul. | N (Netral) | Hitam | |
| LL (Kaki kiri) | Merah | Simetris terhadap penempatan RL. | F (Telapak) | Hijau | |
| Prekordial | V1 | Cokelat & merah | Ruang interkostal keempat di batas tulang dada kanan. | C1 | Putih & merah |
| V2 | Cokelat & kuning | Ruang interkostal keempat di batas tulang dada kiri (simetris terhadap V1). | C2 | Putih & kuning | |
| V3 | Cokelat & hijau | Di tengah-tengah antara elektroda V2 dan V4 (dalam garis lurus). | C3 | Putih & hijau | |
| V4 | Cokelat & biru | Ruang interkostal kelima pada garis midklavikular. | C4 | Putih & cokelat | |
| V5 | Cokelat & jingga | Garis aksila anterior kiri berada pada bidang horizontal yang sama dengan V4. Jika garis aksila anterior tidak jelas, letakkan di tengah antara V4 dan V6. | C5 | Putih & hitam | |
| V6 | Cokelat & ungu | Garis midaksila kiri berada pada bidang horizontal yang sama dengan V4. | C6 | Putih & ungu |
| Jenis | Nama | Gambaran lead |
|---|---|---|
| Anggota gerak | I | Dari RA ke LA. Sepanjang bidang frontal dan horizontal pada 0° (langsung ke kiri). |
| II | Dari RA ke LL. Sepanjang bidang frontal pada sudut 60° searah jarum jam dari I. | |
| III | Dari LA ke LL. Sepanjang bidang frontal pada sudut 120° searah jarum jam dari I. | |
| Anggota gerak yang diperbesar | aVL | Dari WCT ke LA. Sepanjang bidang frontal pada -30° (yang merupakan 330° searah jarum jam dari I). |
| aVR | Dari WCT ke RA. Sepanjang bidang frontal pada -150° (yang merupakan 210° dari I). | |
| aVF | Dari WCT ke LL. Sepanjang bidang depan pada sudut 90°. | |
| Prekordial | V1 | Di ruang interkostal keempat (antara tulang rusuk 4 dan 5) tepat di sebelah kanan tulang dada (sternum) |
| V2 | Di ruang interkostal keempat (antara tulang rusuk 4 dan 5) tepat di sebelah kiri tulang dada. | |
| V3 | Diantara lead-lead V2 dan V4. | |
| V4 | Di ruang interkostal kelima (antara tulang rusuk 5 dan 6) di garis tengah klavikula. | |
| V5 | Sepanjang garis horizontal yang sama dengan V4, di garis aksila anterior kiri. | |
| V6 | Sepanjang garis horizontal yang sama dengan V4 dan V5 di garis tengah ketiak. |
Dua jenis elektroda yang umum digunakan adalah stiker tipis seperti kertas dan bantalan melingkar berperekat. Yang pertama biasanya digunakan dalam perekaman EKG tunggal sedangkan yang kedua untuk perekaman berkelanjutan karena daya rekatnya lebih lama. Setiap elektroda terdiri dari gel elektrolit konduktif listrik dan konduktor perak/perak klorida.[47] Gel tersebut biasanya mengandung kalium klorida, terkadang juga perak klorida, untuk memungkinkan konduksi elektron dari kulit ke kawat dan ke elektrokardiogram.[48]
Elektroda virtual
[sunting | sunting sumber]Elektroda virtual digunakan untuk mendapatkan pengukuran yang berguna dari sadapan prekordial, dan juga memungkinkan pembuatan sadapan ekstremitas yang diperbesar.
Elektroda virtual dikenal sebagai "terminal pusat Wilson" (WCT). Untuk sadapan prekordial, WCT dibentuk dengan merata-ratakan tiga sadapan ekstremitas standar (I, II, dan III):
Oleh karena itu, WCT adalah elektroda virtual yang terletak sedikit posterior terhadap jantung. Ini adalah titik yang berguna, dari mana potensial listrik sadapan prekordial diukur.[42]
WCT dulunya digunakan sebagai referensi untuk sadapan ekstremitas virtual, namun penggunaan dengan cara ini menghasilkan sadapan dengan amplitudo yang sangat kecil. Modifikasi Goldberger sekarang digunakan untuk menghasilkan setiap sadapan ekstremitas yang ditingkatkan, aVF, aVR, dan aVL, yang menghasilkan sadapan dengan amplitudo 50% lebih besar daripada WCT standar. WCT Goldberger dibentuk menurut rumus berikut:[42]
Dalam EKG 12 sadapan, semua sadapan kecuali sadapan ekstremitas diasumsikan unipolar (aVR, aVL, aVF, V1, V2, V3, V4, V5, dan V6). Pengukuran tegangan membutuhkan dua kontak, sehingga secara elektrik sadapan unipolar diukur dari sadapan umum (negatif) dan sadapan unipolar (positif). Perataan untuk sadapan umum dan konsep sadapan unipolar abstrak ini membuat pemahaman menjadi lebih menantang dan diperumit oleh penggunaan istilah "sadapan" dan "elektroda" yang kurang tepat. Bahkan, alih-alih menjadi referensi konstan, VW memiliki nilai yang berfluktuasi sepanjang siklus jantung. Hal ini juga tidak benar-benar mewakili potensial pusat jantung karena bagian tubuh yang dilalui sinyal.[49] Karena tegangan menurut definisi adalah pengukuran bipolar antara dua titik, mendeskripsikan sadapan elektrokardiografi sebagai "unipolar" tidak masuk akal secara elektrik dan harus dihindari. American Heart Association menyatakan "Semua sadapan pada dasarnya "bipolar", dan istilah "unipolar" dalam deskripsi sadapan ekstremitas yang diperkuat dan sadapan prekordial kurang tepat."[50]
Elektroda anggota gerak
[sunting | sunting sumber]

Elektroda I, II dan III disebut elektroda anggota gerak. Elektroda yang membentuk sinyal ini terletak pada anggota gerak – satu di setiap lengan dan satu di kaki kiri.[51][52] Elektroda anggota gerak membentuk titik-titik yang dikenal sebagai "segitiga Einthoven".[53]
- Lead I adalah tegangan antara elektroda lengan kiri (LA) (positif) dan elektroda lengan kanan (RA):
- Lead II adalah tegangan antara elektroda kaki kiri (LL) (positif) dan elektroda lengan kanan (RA):
- Lead III adalah tegangan antara elektroda kaki kiri (LL) (positif) dan elektroda lengan kiri (LA):
Lead tambahan untuk anggota gerak
[sunting | sunting sumber]Lead aVR, aVL, dan aVF adalah lead tambahan untuk anggota gerak. Lead ini berasal dari tiga elektroda yang sama dengan lead I, II, dan III, tetapi menggunakan terminal pusat Goldberger sebagai kutub negatifnya. Terminal pusat Goldberger adalah kombinasi input dari dua elektroda anggota gerak, dengan kombinasi yang berbeda untuk setiap lead tambahan. Terminal ini disebut sebagai "kutub negatif" di bawah ini.
- Lead augmented vector right (aVR) memiliki elektroda positif di lengan kanan. Kutub negatifnya merupakan kombinasi elektroda lengan kiri dan elektroda kaki kiri:
- Lead augmented vector left (aVL) memiliki elektroda positif di lengan kiri. Kutub negatifnya merupakan kombinasi elektroda lengan kanan dan elektroda kaki kiri:
- Lead augmented vector foot (aVF) memiliki elektroda positif di kaki kiri. Kutub negatif merupakan kombinasi elektroda lengan kanan dan elektroda lengan kiri:
Bersama dengan lead I, II, dan III, lead tungkai yang diperkuat aVR, aVL, dan aVF membentuk dasar sistem referensi heksaksial, yang digunakan untuk menghitung sumbu listrik jantung pada bidang frontal.[54]
Versi lama dari node (VR, VL, VF) menggunakan terminal pusat Wilson sebagai kutub negatif, tetapi amplitudonya terlalu kecil untuk garis tebal mesin EKG lama. Terminal Goldberger meningkatkan (memperkuat) hasil Wilson sebesar 50%, dengan mengorbankan kebenaran fisik karena tidak memiliki kutub negatif yang sama untuk ketiganya.[55]
Elektroda Prekordial
[sunting | sunting sumber]Elektroda prekordial terletak pada bidang transversal (horizontal), tegak lurus terhadap enam elektroda lainnya. Enam elektroda prekordial bertindak sebagai kutub positif untuk enam elektroda prekordial yang sesuai: (V1, V2, V3, V4, V5, dan V6). Terminal sentral Wilson digunakan sebagai kutub negatif. Baru-baru ini, elektroda prekordial unipolar telah digunakan untuk membuat elektroda prekordial bipolar yang mengeksplorasi sumbu kanan ke kiri pada bidang horizontal.[56]
Elektroda Khusus
[sunting | sunting sumber]Elektroda tambahan jarang ditempatkan untuk menghasilkan elektroda lain untuk tujuan diagnostik tertentu. Elektroda prekordial sisi kanan dapat digunakan untuk mempelajari patologi bilik kanan atau dekstrokardia dengan lebih baik (dan ditandai dengan huruf R (misalnya V5R)). Elektroda posterior (V7 hingga V9) dapat digunakan untuk menunjukkan adanya infark miokard posterior. Elektroda Lewis atau elektroda S5 (membutuhkan elektroda di batas sternum kanan di ruang interkostal kedua) dapat digunakan untuk mendeteksi aktivitas serambi dengan lebih baik dalam kaitannya dengan aktivitas bilik.[57]
Elektroda esofagus dapat dimasukkan ke bagian esofagus di mana jarak ke dinding posterior serambi kiri hanya sekitar 5–6 mm (tetap konstan pada orang dengan usia dan berat badan yang berbeda).[58] Elektroda esofagus memungkinkan diferensiasi yang lebih akurat antara aritmia jantung tertentu. khususnya flutter serambi, takikardia reentrant nodus AV, dan takikardia reentrant atrioventrikular ortodromik. Ini juga dapat mengevaluasi risiko pada penderita sindrom Wolff–Parkinson–White, serta menghentikan takikardia supraventrikular yang disebabkan oleh re-entry.[59]
Elektrogram intrakardiak (ICEG) pada dasarnya adalah EKG dengan beberapa lead intrakardiak tambahan (yaitu di dalam jantung). Lead EKG standar (lead eksternal) adalah I, II, III, aVL, V1, dan V6. Dua hingga empat lead intrakardiak ditambahkan melalui kateterisasi jantung. Kata "elektrogram" (EGM) tanpa spesifikasi lebih lanjut biasanya berarti elektrogram intrakardiak.[60]
Lokasi lead pada laporan EKG
[sunting | sunting sumber]Laporan EKG 12-lead standar (elektrokardiograf) menunjukkan Rekaman 2,5 detik untuk masing-masing dari dua belas sadapan. Rekaman tersebut paling umum disusun dalam grid empat kolom dan tiga baris. Kolom pertama adalah sadapan ekstremitas (I, II, dan III), kolom kedua adalah sadapan ekstremitas tambahan (aVR, aVL, dan aVF), dan dua kolom terakhir adalah sadapan prekordial (V1 hingga V6). Selain itu, strip ritme dapat disertakan sebagai baris keempat atau kelima.[54]
Pengaturan waktu di seluruh halaman bersifat kontinu dan mencatat rekaman 12 sadapan untuk periode waktu yang sama. Dengan kata lain, jika output ditelusuri dengan jarum di atas kertas, setiap baris akan berganti sadapan saat kertas ditarik di bawah jarum. Misalnya, baris paling atas akan pertama kali menelusuri sadapan I, kemudian beralih ke sadapan aVR, kemudian beralih ke V1, dan kemudian beralih ke V4, sehingga tidak satu pun dari keempat rekaman sadapan ini berasal dari periode waktu yang sama karena ditelusuri secara berurutan dari waktu ke waktu.[61]
Keterkaitan antar elektroda
[sunting | sunting sumber]
Masing-masing dari 12 elektroda EKG merekam aktivitas listrik jantung dari sudut yang berbeda, dan oleh karena itu sejajar dengan area anatomi jantung yang berbeda. Dua elektroda yang melihat area anatomi yang berdekatan dikatakan contiguous.[54]
| Kategori | Lead | Aktivitas |
|---|---|---|
| Lead inferior | Lead II, III dan aVF | Amati aktivitas listrik dari sudut pandang permukaan inferior (permukaan diafragma jantung). |
| Lead lateral | I, aVL, V5 dan V6 | Amati aktivitas listrik dari sudut pandang dinding lateral bilik kiri. |
| Lead septal | V1 dan V2 | Amati aktivitas listrik dari sudut pandang permukaan septum jantung (septum interventrikular). |
| Lead anterior | V3 dan V4 | Amati aktivitas listrik dari sudut pandang dinding anterior bilik kanan dan kiri (permukaan sternokostal jantung). |
Selain itu, dua sadapan prekordial yang bersebelahan dianggap berdekatan. Misalnya, meskipun V4 adalah sadapan anterior dan V5 adalah sadapan lateral, keduanya berdekatan karena letaknya bersebelahan.
Elektrofisiologi
[sunting | sunting sumber]Posisi kateter standar untuk studi EP meliputi serambi kanan atas atau hRA di dekat nodus sinoatrial, "His" melintasi dinding septum katup trikuspid untuk mengukur berkas His, "sinus koroner" ke dalam sinus koroner, dan bilik kanan di apeks bilik kanan.[62]
Interpretasi
[sunting | sunting sumber]Diagnosis
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Bunce, Nicholas H.; Ray, Robin; Patel, Hitesh (2020). "30. Cardiology". Dalam Feather, Adam; Randall, David; Waterhouse, Mona (ed.). Kumar and Clark's Clinical Medicine (dalam bahasa Inggris) (Edisi 10th). Elsevier. hlm. 1033–1038. ISBN 978-0-7020-7870-5.
- ↑ Lilly, Leonard S. (2016). Pathophysiology of Heart Disease: A Collaborative Project of Medical Students and Faculty, 6th Edition (dalam bahasa English). Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 70–78. ISBN 978-1-4698-9758-5. OCLC 1229852550. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Lyakhov, Pavel; Kiladze, Mariya; Lyakhova, Ulyana (Januari 2021). "System for Neural Network Determination of Atrial Fibrillation on ECG Signals with Wavelet-Based Preprocessing". Applied Sciences (dalam bahasa Inggris). 11 (16): 7213. doi:10.3390/app11167213.
- ↑ Hoyland, Philip; Hammache, Nefissa; Battaglia, Alberto; Oster, Julien; Felblinger, Jacques; de Chillou, Christian; Odille, Freddy (2020). "A Paced-ECG Detector and Delineator for Automatic Multi-Parametric Catheter Mapping of Ventricular Tachycardia". IEEE Access. 8: 223952–223960. Bibcode:2020IEEEA...8v3952H. doi:10.1109/ACCESS.2020.3043542.
- ↑ Bigler, Marius Reto; Zimmermann, Patrick; Papadis, Athanasios; Seiler, Christian (Januari 2021). "Accuracy of intracoronary ECG parameters for myocardial ischemia detection". Journal of Electrocardiology. 64: 50–57. doi:10.1016/j.jelectrocard.2020.11.018. PMID 33316551.
- ↑ Prabhakararao, Eedara; Dandapat, Samarendra (1 Agustus 2020). "Myocardial Infarction Severity Stages Classification From ECG Signals Using Attentional Recurrent Neural Network". IEEE Sensors Journal. 20 (15): 8711–8720. Bibcode:2020ISenJ..20.8711P. doi:10.1109/JSEN.2020.2984493.
- ↑ Carrizales-Sepúlveda, Edgar Francisco; Vera-Pineda, Raymundo; Jiménez-Castillo, Raúl Alberto; Treviño-García, Karla Belén; Ordaz-Farías, Alejandro (November 2019). "Toluene toxicity presenting with hypokalemia, profound weakness and U waves in the electrocardiogram". The American Journal of Emergency Medicine. 37 (11): 2120.e1–2120.e3. doi:10.1016/j.ajem.2019.158417. PMID 31477355.
- ↑ Aswini Kumar MD. "ECG- simplified". LifeHugger. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Oktober 2017. Diakses tanggal 11 Februari 2010.
- 1 2 Lilly 2016, hlm. 80.
- ↑ Walraven, Gail (2011). Basic arrhythmias (Edisi 7th). Boston: Brady/Pearson. hlm. 1–11. ISBN 978-0-13-500238-4. OCLC 505018241.
- ↑ Braunwald, Eugene, ed. (1997). Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine (Edisi 5th). Philadelphia: Saunders. hlm. 118. ISBN 0-7216-5666-8. OCLC 32970742.
- ↑ "The Interesting History of EKGs". info.nhanow.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 21 Januari 2024.
- ↑ Birse, Ronald M. "Muirhead, Alexander (1848–1920), electrical engineer". Oxford Dictionary of National Biography (Edisi online). Oxford University Press. doi:10.1093/ref:odnb/37794. ; berlangganan atau keanggotan Perpustakaan Umum Britania Raya diperlukan
- ↑ Rogers, Mark C. (1969). "Historical Annotation: Sir John Scott Burdon-Sanderson (1828-1905) A Pioneer in Electrophysiology". Circulation. 40 (1): 1–2. doi:10.1161/01.CIR.40.1.1. PMID 4893441.
- ↑ Waller AD (1887). "A demonstration on man of electromotive changes accompanying the heart's beat". J Physiol. 8 (5): 229–34. doi:10.1113/jphysiol.1887.sp000257. PMC 1485094. PMID 16991463.
- ↑ Hurst JW (3 November 1998). "Naming of the Waves in the ECG, With a Brief Account of Their Genesis". Circulation. 98 (18): 1937–42. doi:10.1161/01.CIR.98.18.1937. PMID 9799216.
- ↑ Interwoven W (1901). "Un nouveau galvanometre". Arch Neerl Sc Ex Nat. 6: 625.
- ↑ Rivera-Ruiz M, Cajavilca C, Varon J (29 September 1927). "Einthoven's String Galvanometer: The First Electrocardiograph". Texas Heart Institute Journal. 35 (2): 174–78. PMC 2435435. PMID 18612490.
- ↑ Cooper JK (1986). "Electrocardiography 100 years ago. Origins, pioneers, and contributors". N Engl J Med. 315 (7): 461–64. doi:10.1056/NEJM198608143150721. PMID 3526152.
- ↑ Blackford, John M., MD (1 Mei 1927). "Electrocardiography: A Short Talk Before the Staff of the Hospital". Clinics of the Virginia Mason Hospital. 6 (1): 28–34. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ↑ "Dr. Taro Takemi". Takemi Program in International Health (dalam bahasa American English). 27 Agustus 2012. Diakses tanggal 21 Oktober 2017.
- ↑ "A (not so) brief history of electrocardiography". 2009.
- ↑ "A (not so) brief history of electrocardiography". ECG Library. 3 Januari 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Februari 2012. Diakses tanggal 11 Januari 2021.
- ↑ "What is a STEMI? - ECG Medical Training". ECG Medical Training (dalam bahasa American English). 24 Juni 2015. Diakses tanggal 24 Juni 2018.
- ↑ "What is NSTEMI? What You NEED to Know". MyHeart (dalam bahasa American English). 30 April 2015. Diakses tanggal 24 Juni 2018.
- 1 2 Masters, Jo; Bowden, Carole; Martin, Carole; Chandler, Sharon (2003). Textbook of veterinary medical nursing (dalam bahasa Spanish). New York: Butterworth-Heinemann. hlm. 244. ISBN 978-0-7506-5171-4. OCLC 53094318. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Drew, B. J.; Califf, R. M.; Funk, M.; Kaufman, E. S.; Krucoff, M. W.; Laks, M. M.; Macfarlane, P. W.; Sommargren, C.; Swiryn, S.; Van Hare, G. F. (26 Oktober 2004). "Practice Standards for Electrocardiographic Monitoring in Hospital Settings". Circulation. 110 (17): 2721–2746. doi:10.1161/01.CIR.0000145144.56673.59. PMID 15505110. S2CID 220573469.
- ↑ Galli, Alessio; Ambrosini, Francesco; Lombardi, Federico (2016). "Holter Monitoring and Loop Recorders: From Research to Clinical Practice". Arrhythmia & Electrophysiology Review. 5 (2): 136–143. doi:10.15420/AER.2016.17.2. PMC 5013174. PMID 27617093.
- ↑ US Preventive Services Task, Force.; Curry, SJ; Krist, AH; Owens, DK; Barry, MJ; Caughey, AB; Davidson, KW; Doubeni, CA; Epling JW, Jr; Kemper, AR; Kubik, M; Landefeld, CS; Mangione, CM; Silverstein, M; Simon, MA; Tseng, CW; Wong, JB (12 Juni 2018). "Screening for Cardiovascular Disease Risk With Electrocardiography: US Preventive Services Task Force Recommendation Statement". JAMA. 319 (22): 2308–2314. doi:10.1001/jama.2018.6848. PMID 29896632.
- ↑ Moyer VA (2 Oktober 2012). "Screening for coronary heart disease with electrocardiography: U.S. Preventive Services Task Force recommendation statement". Annals of Internal Medicine. 157 (7): 512–518. doi:10.7326/0003-4819-157-7-201210020-00514. PMID 22847227.
- ↑ Consumer Reports; American Academy of Family Physicians; ABIM Foundation (April 2012), "EKGs and exercise stress tests: When you need them for heart disease – and when you don't" (PDF), Choosing Wisely, Consumer Reports, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 Desember 2013, diakses tanggal 14 Agustus 2012
- ↑ "Summary of Medical Standards" (PDF). U.S. Federal Aviation Administration. 2006. Diakses tanggal 27 Desember 2013.
- ↑ Corrado, D.; Basso, C.; Schiavon, M.; Thiene, G. (6 Agustus 1998). "Screening for hypertrophic cardiomyopathy in young athletes". The New England Journal of Medicine. 339 (6): 364–369. doi:10.1056/NEJM199808063390602. PMID 9691102.
- ↑ Tippit, Harvey; Benchimol, Alberto (14 Agustus 1967). "The Apex Cardiogram". JAMA. 201 (7): 549. doi:10.1001/jama.1967.03130070069023. ISSN 0098-7484.
- ↑ "Electrocardiograph, ECG" (PDF). World Health Organization. Diakses tanggal 1 Agustus 2020.
- ↑ "How we'll invent the future, by Bill Gates". MIT Technology Review (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 1 April 2019.
- ↑ "FDA approves AliveCor heart monitor". Techcrunch (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 25 Agustus 2018.
- ↑ "EKG Risks". Stanford Health Care. Diakses tanggal 1 April 2019.
- ↑ Schläpfer, J; Wellens, HJ (29 Agustus 2017). "Computer-Interpreted Electrocardiograms: Benefits and Limitations". Journal of the American College of Cardiology. 70 (9): 1183–1192. doi:10.1016/j.jacc.2017.07.723. PMID 28838369.
- ↑ Macfarlane, P.W.; Coleman (1995). "Resting 12-Lead Electrode" (PDF). Society for Cardiological Science and Technology. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 19 Februari 2018. Diakses tanggal 21 Oktober 2017.
- ↑ "12-Lead ECG Placement". www.emtresource.com. 27 April 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Januari 2022. Diakses tanggal 24 Mei 2019.
- 1 2 3 4 Klingfield, Paul; Gettes, Leonard S.; Bailey, James J.; Childers, Rory; Deal, Barbara J.; Hancock, William; van Herpen, Gerard; Kors, Jan A.; Macfarlane, Peter; Mirvis, David M.; Pahlm, Olle; Rautaharju, Pentti; Wagner, Galen S. (13 Maret 2007). "Recommendations for the Standardization and Interpretation of the Electrocardiogram: Part I: The Electrocardiogram and Its Technology". AHA/ACC/HRS Scientific Statements. Circulation. 115 (10). American Heart Association: 1306–1324. doi:10.1161/CIRCULATIONAHA.106.180200. PMID 17322457.
- ↑ "12-Lead ECG Placement". www.emtresource.com. 27 April 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 19 Januari 2022. Diakses tanggal 27 Mei 2019.
- ↑ "EKG Interpretation". Nurses Learning Network. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Juni 2020. Diakses tanggal 27 Mei 2019.
- ↑ Jowett, N I; Turner, A M; Cole, A; Jones, P A (Februari 2005). "Modified electrode placement must be recorded when performing 12-lead electrocardiograms". Postgraduate Medical Journal. 81 (952): 122–125. doi:10.1136/pgmj.2004.021204. PMC 1743200. PMID 15701746.
- ↑ Drew, Barbara J.; Califf, Robert M.; Funk, Marjorie; Kaufman, Elizabeth S.; Krucoff, Mitchell W.; Laks, Michael M.; Macfarlane, Peter W.; Sommargren, Claire; Swiryn, Steven; Van Hare, George F. (26 Oktober 2004). "Practice Standards for Electrocardiographic Monitoring in Hospital Settings: An American Heart Association Scientific Statement From the Councils on Cardiovascular Nursing, Clinical Cardiology, and Cardiovascular Disease in the Young: Endorsed by the International Society of Computerized Electrocardiology and the American Association of Critical-Care Nurses". Circulation (dalam bahasa Inggris). 110 (17): 2721–2746. doi:10.1161/01.CIR.0000145144.56673.59. ISSN 0009-7322. PMID 15505110.
- ↑ Kavuru, Madhav S.; Vesselle, Hubert; Thomas, Cecil W. (1987). "Advances in Body Surface Potential Mapping (BSPM) Instrumentation". Pediatric and Fundamental Electrocardiography. Developments in Cardiovascular Medicine. Vol. 56. hlm. 315–327. doi:10.1007/978-1-4613-2323-5_15. ISBN 978-1-4612-9428-3.
- ↑ Tsukada, Yayoi Tetsuou; Tokita, Miwa; Murata, Hiroshige; Hirasawa, Yasuhiro; Yodogawa, Kenji; Iwasaki, Yu-ki; Asai, Kuniya; Shimizu, Wataru; Kasai, Nahoko; Nakashima, Hiroshi; Tsukada, Shingo (Juli 2019). "Validation of wearable textile electrodes for ECG monitoring". Heart and Vessels. 34 (7): 1203–1211. doi:10.1007/s00380-019-01347-8. PMC 6556171. PMID 30680493.
- ↑ Gargiulo, GD (2015). "True unipolar ECG machine for Wilson Central Terminal measurements". BioMed Research International. 2015 586397. doi:10.1155/2015/586397. PMC 460614. PMID 26495303.
- ↑ Kligfield, P; Gettes, LS; Bailey, JJ; Childers, R; Deal, BJ; Hancock, EW; van Herpen, G; Kors, J; Macfarlane, P; Mirvis, DM; Pahlm, O; Rautaharju, P; Wagner, GS. (2007). "Recommendations for the standardization and interpretation of the electrocardiogram: Part I: The electrocardiogram and its technology: A scientific statement from the American Heart Association Electrocardiography and Arrhythmia Committee, Council on Clinical Cardiology; the American College of Cardiology Foundation; and the Heart Rhythm Society". Journal of the American College of Cardiology. 49 (10): 1109–1127. doi:10.1016/j.jacc.2007.01.024. PMID 17349896.
- ↑ "Limb Leads – ECG Lead Placement – Normal Function of the Heart – Cardiology Teaching Package – Practice Learning – Division of Nursing – The University of Nottingham". Nottingham.ac.uk. Diakses tanggal 15 Agustus 2009.
- ↑ "Lesson 1: The Standard 12 Lead ECG". Library.med.utah.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Maret 2009. Diakses tanggal 15 Agustus 2009.
- ↑ Jin, Benjamin E.; Wulff, Heike; Widdicombe, Jonathan H.; Zheng, Jie; Bers, Donald M.; Puglisi, Jose L. (Desember 2012). "A simple device to illustrate the Einthoven triangle". Advances in Physiology Education. 36 (4): 319–324. Bibcode:2012BpJ...102..211J. doi:10.1152/advan.00029.2012. PMC 3776430. PMID 23209014.
- 1 2 3 Meek, S. (16 Februari 2002). "ABC of clinical electrocardiography: Introduction. I---Leads, rate, rhythm, and cardiac axis". BMJ. 324 (7334): 415–418. doi:10.1136/bmj.324.7334.415. PMC 1122339. PMID 11850377.
- ↑ Madias, JE (2008). "On recording the unipolar ECG limb leads via the Wilson's vs the Goldberger's terminals: aVR, aVL, and aVF revisited". Indian Pacing and Electrophysiology Journal. 8 (4): 292–297. PMC 2572021. PMID 18982138.
- ↑ Mc Loughlin, MJ (2020). "Precordial bipolar leads: A new method to study anterior acute myocardial infarction". J Electrocardiol. 59 (2): 45–64. doi:10.1016/j.jelectrocard.2019.12.017. PMID 31986362. S2CID 210935474.
- ↑ Buttner, Robert; Cadogan, Mike (29 Januari 2022). "Lewis lead". Life in the Fast Lane (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2 Februari 2022.
- ↑ Meigas, K; Kaik, J; Anier, A (2008). "Device and methods for performing transesophageal stimulation at reduced pacing current threshold". Estonian Journal of Engineering. 57 (2): 154. doi:10.3176/eng.2008.2.05. S2CID 42055085.
- ↑ Pehrson, Steen M.; Blomströ-Lundqvist, Carina; Ljungströ, Erik; Blomströ, Per (1994). "Clinical value of transesophageal atrial stimulation and recording in patients with arrhythmia-related symptoms or documented supraventricular tachycardia-correlation to clinical history and invasive studies". Clinical Cardiology. 17 (10): 528–534. doi:10.1002/clc.4960171004. PMID 8001299.
- ↑ Zhang, Yongan; Banta, Anton; Fu, Yonggan; John, Mathews M.; Post, Allison; Razavi, Mehdi; Cavallaro, Joseph; Aazhang, Behnaam; Lin, Yingyan (30 April 2022). "RT-RCG: Neural Network and Accelerator Search Towards Effective and Real-time ECG Reconstruction from Intracardiac Electrograms". ACM Journal on Emerging Technologies in Computing Systems. 18 (2): 1–25. doi:10.1145/3465372. PMC 9236221. PMID 35765469.
- ↑ Ashley, Euan A.; Niebauer, Josef (2004). Conquering the ECG (dalam bahasa Inggris). Remedica.
- ↑ Pennoyer, James; Bykhovsky, Michael; Sohinki, Daniel; Mallard, Rachel; Berman, Adam (Oktober 2020). "Successful Catheter Ablation of Two Macro-reentrant Atrial Tachycardias in a Patient with Congenitally Corrected Transposition of the Great Arteries: A Case Report". Journal of Innovations in Cardiac Rhythm Management. 11 (10): 4273–4280. doi:10.19102/icrm.2020.111005. PMC 7588239. PMID 33123416.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- The whole ECG course on 1 A4 paper from ECGpedia, a wiki encyclopedia for a course on interpretation of ECG
- Wave Maven – a large database of practice ECG questions provided by Beth Israel Deaconess Medical Center
- PysioBank – a free scientific database with physiologic signals (here ecg)
- EKG Academy – free EKG lectures, drills and quizzes
- ECG Learning Center created by Eccles Health Sciences Library at University of Utah