Elektroensefalografi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
EEG
Intervensi
EEG cap.jpg
Perekaman EEG di Dalhousie University
ICD-9-CM89.14
MeSHD004569
Kode OPS-3011-207
Epileptic spike and wave discharges monitored with elektroensefalografi

Elektroensefalografi adalah merekam aktivitas elektrik di sepanjang kulit kepala. Elektroensefalografi mengukur fluktuasi tegangan yang dihasilkan oleh arus ion di dalam neuron otak.[1] Dalam konteks klinis, elektroensefalografi mengacu kepada perekaman aktivitas elektrik spontan dari otak selama periode tertentu, biasanya 20-40 menit, yang direkam dari banyak elektrode yang dipasang di kulit kepala.

Elektroensefalogram adalah alat untuk merekam aktivitas listrik dari otak dengan menggunakan pena yang menulis di atas gulungan kertas.[2] Tes ini mampu menunjukkan tanda penyakit alzheimer dan epilepsy.[2] Sumber lain menjelaskan bahwa elektroensefalografi adalah sebuah pemeriksaan penunjang yang berbentuk rekaman gelombang elektrik sel saraf yang berada di otak yang memiliki tujuan untuk mengetahui adanya gangguan fisiologi fungsi otak.[3]

Cara kerja[sunting | sunting sumber]

Aktivitas listrik dari otak penderita direkam oleh elektrode perak yang dipasang oleh teknisi yang terlatih pada kulit kepala.[2] Elektrode ini dihubungkan secara berpasangan di atas bagian otak yang berdekatan sehingga arus terdeteksi oleh satu elektrode, akan berbeda yang terdeteksi oleh elektrode pasangannya, perbedaan voltase ini akan menggerakkan pena.[2] Jika pada bagian otak bermuatan negative dan satunya lagi pada bagian otak bermuatan positif, pena akan bergerak ke bawah. Jika situasinya terbalik, pena akan bergerak ke atas.[2] Jika tidak ada arus dari kedua bagian otak di bawah elektrode mempunyai arus yang sama, pena akan menggambar garis datar.[2] Biasanya ada 8 pena berurutan dan rangkaian akhir dari garis ini mengukur baik kekuatan fluktuasi perbedaan voltase maupun frekuensi.[2] Pemeriksaan ini berlangsung selama 45-47 menit dan menghasilkan gambar gelombang otak selama 5 menit.[2] Jika seseorang tegang, elektroensefalografi akan menunjukkan pola pengaktifan yang tidak sinkron dan bervoltase rendah.[2] meski demikian, pola ini mirip dengan pola pada orang yang tenang, yang melakukan tugas mental seperti menghitung.[2] Dengan demikikian bila seseorang tegang ketika melakukan tes elektroensefalografi, elektroensefalografi hanya menunjukkan otak terangsang tetapi tidak menunjukkan apa yang merangsangnya.[2]

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Elektroensefalografi digunakan terutama untuk meneliti epilepsy dan penyakit Alzheimer, juga mengidentifikasi individu yang harus dirujuk untuk melayani pemeriksaan lebih lanjut jika penyakit otak adalah penyebab dari epilepsinya.[2] Elektroensefalografi biasa digunakan dalam menentukan diagnosis penyakit epilepsi dengan mengidentifikasi setiap keabnormalan pada otak seperti lesi yang memicu serangan epilepsi.[2] Dokter dapat menentukan diagnosis dengan mengamati pola kejang pada elektroensefalografi.[2] Meskipun elektroensefalografi digunakan untuk meneliti penyakit epilepsy dan Alzheimer, elektroensefalografi tidak dapat mendiagnosis penyakit mental Schizofrenia, alasannya elektroensefalografi dari orang yang terganggu mentalnya biasanya normal.[2] Tes elektroensefalografi juga tidak mungkin dapat membedakan elektroensefalografi dari orang genius dengan orang yang tidak pintar karena elektroensefalografi tes yang relative sederhana tentang distribusi dan kuantitas aktivitas listrik dari otak.[2]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Niedermeyer E. and da Silva F.L. (2004). Electroencephalography: Basic Principles, Clinical Applications, and Related Fields. Lippincot Williams & Wilkins. ISBN 0-7817-5126-8. 
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p Tim Penyusun (2009). Pustaka Kesehatan Populer Menghindari Penyakit Jantung, Terjemahan Bahasa Indonesia. PT Bhuana Ilmu Populer Jakarta. hlm. 2-3. 
  3. ^ "EEG". Diakses tanggal 16 Juni 2014. 

Referensi[sunting | sunting sumber]