Daun jintan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Daun jintan
Indian Borage (Plectranthus amboinicus) 1.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
P. amboinicus
Nama binomial
Plectranthus amboinicus
(Lour.) Spreng. Syst. veg. 2:690. 1825
Sinonim

Sumber:[1]

  • Coleus amboinicus Lour.
  • C. aromaticus Benth.
  • C. suborbiculata Zoll. & Mor.
  • Plectranthus aromaticus Roxb.

Daun jintan atau sukan (Plectranthus amboinicus) adalah herba yang berasal dari suku Lamiaceae yang sering digunakan dalam perobatan herbal.[2] Ia juga memiliki nama lain seperti; acerang, acrang, ajiran (Sd., Btw.),[3] sukan, daun hati-hati (Mly.), godong kucing, g.kambing (Jw.), majha nereng (Mdr.), iwak (Bl.), golong (Flor.), dan kunu etu (Tim.).[2] Terna ini berasal dari Afrika Selatan dan Timur, penyebaran aslinya adalah dari KwaZulu-Natal dan Swaziland ke Angola kemudian ke Mozambik, ke arah utara menuju Kenya dan Tanzania.[4] Ia secara luas dibudidayakan dan juga telah dinaturalisasikan.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Daun Jintan
Daun Jintan

Daun jintan merupakan terna tahunan dengan pangkal sering kali berkayu, menaik, dan mencapai tinggi 1 m. Batangnya beruas, dan yang menyentuh tanah akan keluar dari situ. Daunnya tunggal, berdaging, berbentuk bulat telur, ujung dan pangkalnya runcing dengan tepian bergerigi/berringgit, kecuali pada bagian pangkal.[1] Pertulangan daunnya menyirip,[5] dan bercabang-cabang membentuk seperti jala. Permukaannya berrambut tebal, seperti beledu berwarna putih dengan panjang 5-7 cm, dan lebar 4–6 cm dan warnanya hijau muda, jika diremas berbau harum. Perbungaannya majemuk berupa tandan dengan panjang 20 cm, keluar dari ujung percabangan, dan ketiak daun dengan warna biru keunguan. Bijinya keras, gepeng, dan berwarna coklat muda.[1]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Dalimartha 2008, hlm. 25-28.
  2. ^ a b "Khasiat Daun Jinten" (PDF). Asosiasi Herbalis Nusantara. Diakses tanggal 20-05-2020.  [pranala nonaktif permanen]
  3. ^ Chaer, Abdul, (2009). Kamus dialek Jakarta (edisi ke-Ed. rev). Depok: Masup Jakarta. hlm. 3. ISBN 978-979-15706-7-1. OCLC 437055594. 
  4. ^ United States Department of Agriculture Germplasm Resources Information Network: Plectranthus amboinicus, http://www.ars-grin.gov/cgi-bin/npgs/html/taxon.pl?317147, accessed 21 August 2012
  5. ^ Dharma 1987, hlm. 63-64.
Daftar pustaka

Pranala luar[sunting | sunting sumber]