Blahkiuh, Abiansemal, Badung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 8°30′37″S 115°12′52″E / 8.510269°S 115.214488°E / -8.510269; 115.214488

Blahkiuh
Locator Blahkiuh.png
Peta lokasi Desa Blahkiuh
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenBadung
KecamatanAbiansemal
Kodepos
80352
Kode Kemendagri51.03.03.2011 Edit the value on Wikidata
Luas3,6 km²[1]
Jumlah penduduk5.492 (2010)[2]
5.814 (2016)[1]
Kepadatan1.830 jiwa/km²[1]

Desa Blahkiuh merupakan desa sekaligus ibu kota dari Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali yang memiliki aset kesenian yang tersohor di Bali seperti Tari Kecak, Parwa, Arja Basur, Joged Bumbung, dan seni ukiran.[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Desa Adat Blahkiuh yakni:

Utara Desa Sangeh.
Timur Tukad Yeh Adeng.
Selatan Desa Abiansemal.
Barat Tukad Yeh Penet.

Desa Adat Blahkiuh juga memiliki tiga tempat pembakaran mayat (Setra). Di Desa Adat Blahkiuh terdapat Bumi Perkemahan Pramuka Dukuh. Bumi Perkemahan ini adalah lahan milik Anak Agung Mayun yang merupakan raja pada zaman dulu yang sekarang pengelolaannya diserahkan ke Desa Adat Blahkiuh termasuk Pura Luhur Giri Kusuma. Desa Adat Blahkiuh dipimpin oleh seorang Kepala Desa I Gusti Ngurah Made Oka. Selain dipimpin oleh seorang Kepala Desa, Desa Adat Blahkiuh juga dipimpin oleh seorang Bendesa yang saat ini dijabat oleh Drs. Ida Bagus Bajra, M.Pd.H.[1]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Desa Adat[sunting | sunting sumber]

Desa Adat Blahkiuh terdiri dari 8 Banjar (Bali) yaitu:

  1. Banjar Kembang Sari,
  2. Banjar Ulapan I
  3. Banjar Ulapan II
  4. Banjar Delod Pasar
  5. Banjar Tengah
  6. Banjar Benehkawan
  7. Banjar Pikah
  8. Banjar Pacung

Disini terjadi keunikan pada Banjar Pacung, secara teritorial dan kedinasan Banjar Pacung berada di Desa Adat Sangeh, tetapi secara adat masuk ke dalam wewidangan Desa Adat Blahkiuh.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2016, jumlah penduduk desa Blahkiuh terbagi menjadi 2.938 laki-laki dan 2.876 perempuan dengan tingkat rasio seks 109. Jumlah penduduk yang lahir selama tahun ini 15 orang dan yang meninggal sebanyak 16 orang. Di tingkat migrasi, 50 orang pindah dan 38 orang pendatang baru.[1]

Tempat peribadatan[sunting | sunting sumber]

Tempat suci umum yang terdapat di Desa Adat Blahkiuh antara lain Pura Desa, Pura Dalem, Pura Puseh, Pura Dalem Suargan, Pura Dalem Pancer, Pura Dalem Majapahit, Pura Luhur Giri Kusuma.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Di ibu kota kecamatan ini juga terdapat Puskesmas Abiansemal I yang merupakan puskesmas terbesar di Bali, kolam renang Tirta Arum yang juga merupakan kolam renang untuk olahraga terbesar di Bali, disamping terdapat lapangan sepak bola Kopral I Wayan Surem.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Desa Blahkiuh juga terdapat sekolah SMP Negri 1 Abiansemal dan SMA Negri 1 Abiansemal. Di Blahkiuh juga memiliki tim sepak bola yang sudah dikenal di Kabupaten Badung. Perssib Blahkiuh (Persatuan Sepak Bola Singasari Blahkiuh) yang didirikan sejak tahun 1958. Masih aktif mengikuti kompetisi di regional Badung. Sumber penghasilan masyarakat Desa Blahkiuh sebagian besar petani, pedagang disamping sektor informal (swasta) dan sektor formal (PNS).

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "Kecamatan Abiansemal dalam Angka 2017". Badan Pusat Statistik Indonesia. 2018. Diakses tanggal 4 Oktober 2019. 
  2. ^ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 132. Diakses tanggal 14 Juni 2019. 
  3. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]