Bongkasa Pertiwi, Abiansemal, Badung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bongkasa Pertiwi
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenBadung
KecamatanAbiansemal
Kodepos80352
Luas1,6 km²[1]
Jumlah penduduk2.276 (2010)[2] 2.531 (2016)[3]
Kepadatan1.422 jiwa/km² (2010)
Situs webhttp://bongkasa-pertiwi.blogspot.co.id/

Bongkasa Pertiwi adalah sebuah desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Desa Bongkasa awalnya terdiri dari 13 Banjar Dinas dan 3 Desa Adat dengan kapasitas penduduk yang mencapai 7.627 jiwa dan luas wilayah 6,3 km². Melihat jumlah penduduk yang begitu besar maka muncul pemikiran dari para tokoh masyarakat dan juga aspirasi masyarakat Banjar Karangdakem I, Banjar Karangdalem II, dan Banjar Tegalkuning untuk memisahkan diri dari Desa Bongkasa. Aspirasi tersebut dikoordinasikan melalui musyawarah di ketiga banjar yang kemudian ditindak lanjuti oleh tokoh-tokoh dari ketiga banjar kepada Kepala Desa Bongkasa. Kepala Desa Bongkasa menyelenggarakan musyawarah dengan lembaga-lembaga desa yang ada pada saat itu yakni LMD dan LKMD serta kelian Banjar Dinas se-Desa Bongkasa. Aspirasi masyarakat tersebut mendapat persetujuan dari musyawarah lembaga sehingga terjadi pemisahan Desa Dinas menjadi 2 yaitu Desa Bongkasa yang terdiri dari 10 banjar dinas dan Desa hasil pemekaran terdiri dari 3 Banjar Dinas. Setelah mendapat kesepakatan, tokoh-tokoh masyarakat ketiga banjar hasil pemekaran mengadakan musyawarah untuk menentukan nama Desa. Dalam menentukan nama Desa yang baru tentu melalui pertimbangan dan pemikiran rupanya tidak bias lepas dari nama Desa Bongkasa untuk mengingatkan kepada generasi penerus Desa ini mengetahui keberadaan/ asal-usul desanya yang merupakan hasil pemisahan dari desa Bongkasa, melihat dari desa hasil pemekaran ini terdiri dari 3 banjar yang ketiganya mengandung makana yang sama yaitu: Banjar Karangdalem I, Banjar Karangdalem II dan Banjar Tegalkuning yaitu karang dan tegal yang bermakna tanah yang merupakan ciptaan Tuhan Yang Mahasa Esa dan merupakan bagian dari panca maha bhuta yaitu Pertiwi.

Karena itu, nama Desa Bongkasa dan ketiga banjar mengandung makna yang sama, maka desa yang baru hasil pemekaran tersebut berdasarkan musyawarah dinamakan DESA BONGKASA PERTIWI dan ditetapkan I Made Suardana menjadi Kepala Desa Persiapan dengansurat Keputusan Bupati Nomor: 434 Tahun 2003 Tanggal 13 Maret 2003, ahirnya pada Tanggal 10 Oktober 2003, ditetpapkan menjadi Desa difinitip dengan Surat Keputusan Bupati badung Nomor 970 Tahun 2003 ditetapkan kembali I Made Suardana sebagai pejabat Kepala Desa Bongkasa Pertiwi dengan surat keputusan Bupati Badung Nomor: 1067 Tahun 2003.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]