Lompat ke isi

Ukiran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langit-langit Kuil Dilwara Jain terkenal dengan ukiran batu marmer dan desain arsitekturnya yang luar biasa.[1]

Ukiran adalah hasil dari mengolah permukaan suatu objek trimatra dengan membuat perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut sehingga didapat imaji tertentu. Mengukir sering dihubungkan pula dengan kegiatan memahat. Namun, dua kegiatan tersebut berbeda. Memahat lebih bertujuan untuk menghasilkan benda 3-dimensi, misalnya patung.

Mengukir adalah tindakan menggunakan alat untuk membentuk sesuatu dengan cara mengikis sebagian dari bahan tersebut. Teknik ini dapat diterapkan pada bahan apa pun yang cukup padat untuk mempertahankan bentuknya dan ketika potongan-potongannya telah dihilangkan, tetapi cukup lunak untuk dikikis dengan alat yang tersedia. Mengukir cenderung membutuhkan lebih banyak pekerjaan daripada metode yang menggunakan bahan yang mudah dibentuk.[2]

Asal-usul

[sunting | sunting sumber]

Seni ukir kayu berasal dari Tiongkok pada abad kesembilan dan mendahului teknik ukiran logam.[3] Sedangkan, ukiran kayu tertua di Eropa berasal dari abad ke-13.[3]

Jenis-jenis ukiran

[sunting | sunting sumber]

Dalam seni ukir ada beberapa jenis, yang meliputi:

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  1. Jainism and Jain Architecture. 2018-01-09. ISBN 9781387503421.
  2. Daniel Marcus Mendelowitz, Children Are Artists: An Introduction to Children's Art for Teachers and Parents (1953), p. 136.
  3. 1 2 "Woodcut". www.hsm.ox.ac.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-22.