Batuk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Batuk
Klasifikasi dan rujukan eksternal
Seorang anak yang mengidap batuk rejan.
ICD-10 R05.
ICD-9 786.2
MedlinePlus 003072
eMedicine ENT/1048560 

Batuk bukanlah suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.

Akut dan Kronis[sunting | sunting sumber]

Batuk dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu batuk akut dan batuk kronis, keduanya dikelompokkan berdasarkan waktu.

Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari, serta dalam 1 episode. Bila batuk sudah lebih dari 14 hari atau terjadi dalam 3 episode selama 3 bulan berturut-turut, disebut batuk kronis atau batuk kronis berulang.

Batuk kronis berulang yang sering menyerang anak-anak adalah karena asma, tuberkolosis (TB), dan pertusis (batuk rejan/batuk 100 hari). Pertusis adalah batuk kronis yang disebabkan oleh kuman Bordetella pertussis. Pertussis dapat dicegah dengan imunisasi DPT.FM JB

Masuk angin.jpg

Penyebab batuk[sunting | sunting sumber]

Ada beberapa macam penyebab batuk :

  • Umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan gejala flu.
  • Infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA).
  • Alergi
  • Asma atau tuberculosis
  • Benda asing yang masuk kedalam saluran napas
  • Tersedak akibat minum susu
  • Menghirup asap rokok dari orang sekitar
  • Masalah emosi dan psikologis (untuk batuk psikogenik)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]