Daun afrika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Daun afrika
Vernonia amygdalina Edit the value on Wikidata
Vernonia amygdalina 06.jpg
Edit the value on Wikidata
Taksonomi
DivisiTracheophyta
SubdivisiSpermatophytina
KladAngiospermae
Kladmesangiosperms
Kladeudicots
Kladcore eudicots
Kladasterids
Kladcampanulids
OrdoAsterales
FamiliAsteraceae
SubfamiliCichorioideae
TribusVernonieae
GenusVernonia
SpesiesVernonia amygdalina Edit the value on Wikidata
Delile, 1826
Daun afrika papua
tanaman daun afrika

Daun afrika (Vernonia amygdalina) adalah tumbuhan semak yang berasal dari benua Afrika dan bagian lain dari Afrika, khususnya Nigeria, Kamerun dan Zimbabwe dan negara yang beriklim tropis salah satunya adalah Indonesia. Tumbuhan ini dapat ditemukan di halaman rumah, sepanjang sungai dan danau, ditepi hutan, dan di padang rumput [1]

Daun Afrika dapat tumbuh pada tempat yang mempunyai sinar matahari yang penuh dan memiliki lingkungan yang lembap. Tanaman Daun afrika tumbuh pada semua jenis tanah, tetapi Daun Afrika lebih tumbuh subur dan berkembang pada tanah yang kaya humus [1]

Daun Afrika mempunyai batang tegak, tinggi 1–3 m, bulat, berkayu, berwarna coklat; daun majemuk, anak daun berhadapan, panjang 15–25 cm, lebar 5–8 cm, berbentuk seperti ujung tombak, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal membulat, pertulangan menyirip, berwarna hijau tua; akartunggang, berwarna coklat kotor [2]

Kandungan senyawa kimia[sunting | sunting sumber]

Hasil penelitian [3] menunjukkan bahwa tanaman daun Afrika banyak mengandung nutrisi dan senyawa kimia, antara lain sebagai berikut: protein 19,2%, serat 19,2%, karbohidrat 68,4%, lemak 4,7%;, asam askorbat 166,5 mg/100 g, karotenoid 30 mg/100 g, kalsium 0,97 g/ 100 g, besi 7,5 mg/100 g, fosfor, kalium, sulfur, natrium, mangan, tembaga, zink, magnesium dan selenium

Senyawa kimia yang terkandung dalam daun Afrika antara lain: saponin (vernoniosida dan steroid saponin), seskuiterpen lakton (vernolida, vernoladol, vernolepin, vernodalin dan vernomygdin), flavonoid, koumarin, asam fenolat, lignan, xanton, terpen, peptida dan luteolin. Hasil penelitian [4] menunjukkan bahwa daun Afrika mengandung flavonoid, glikosida, saponin, tannin, dan triterpenoid/steroid.

Nama daerah[sunting | sunting sumber]

Daun Afrika memiliki nama lain seperti bitter leaf (daun pahit) di Nigeria,Shiwaka di Nigeria bagian Utara, Grawa di Amharic, Ewuro di Yoruba, Etidot di Ibibio, Onugbu di Igbo, Ityuna di Tiv, Oriwo di Edo, Chusar-doki di Hausa Shiwaka Nan Fei Shu (Cina), dan daun Kupu-kupu(Malaysia). Daun Afrika juga memiliki nama daerah di Indonesia seperti daun pahit di pulau Jawa dan daun insulin di kota Padang [3]

Khasiat daun afrika[sunting | sunting sumber]

Daun afrika memiliki banyak manfaat dalam pengobatan tradisional. Dalam berbagai penelitian yang dilakukan tanaman daun afrika ini memiliki efek maupun aktivitas seperti: efek anti parasit, anti malaria, anti helmentik, anti viral, anti kanker, antikoagulan dan antithrombik, analgesik dan anti piretik, anti inflamasi, anti oksidan, liver protektan, antidiabetik, anti oksidan [1]

Penggunaan daun afrika sebagai obat tradisional dimulai ketika seorang farmakologi hewan mengobservasi simpanse sakit yang mengunyah daun afrika dan kondisi tubuh kembali normal . Dalziel pertama kali melaporkan daun dan ranting dari daun afrika digunakan untuk pengobatan gastrointestinal di Hausas Utara Nigeria, sedangkan dekokta dari daun afrika digunakan untuk malaria di Guinea dan batuk di Ghana [5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Yeap; et al. (2010). "Vernonia amygdalina , an ethnomedical used green vegetable with multiple bioactivities". Journal of medicinal plants research. 4. 
  2. ^ Ibrahim, G; Abdurahman, EM; Katayal, UA (2005-06-23). "Pharmacognostic Studies on the Leaves of Vernonia amygdalina Del. (Asteraceae)". Nigerian Journal of Natural Products and Medicine. 8 (1). doi:10.4314/njnpm.v8i1.11804. ISSN 1118-6267. 
  3. ^ a b Ejike, Chukwunonso ECC; Ndukwu, Macmanus Chinenye (2017-03-15). "Pre-harvest and Post-harvest Factors Affecting Bioactive Compounds From Vernonia amygdalina (Del.)". Research Journal of Medicinal Plants. 11 (2): 32–40. doi:10.3923/rjmp.2017.32.40. ISSN 1819-3455. 
  4. ^ Nuryani, Nuryani; Yuwarditra, Yufi; Kurniawan, Sigit; Thirsty, Isra (2018-10-31). "Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Afrika (Vernonia Amygdalina Del.) sebagai Obat Antikolesterol pada Tikus Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Kuning Telur". Buletin Farmatera. 3 (3): 174–180. doi:10.30596/bf.v3i3.2074. ISSN 2528-410X. 
  5. ^ Huffman, Michael A.; Seifu, Mohamedi (1989-01). "Observations on the illness and consumption of a possibly medicinal plantVernonia amygdalina (Del.), by a wild chimpanzee in the Mahale Mountains National Park, Tanzania". Primates. 30 (1): 51–63. doi:10.1007/bf02381210. ISSN 0032-8332.