Azhar Abdurrahman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ir. H.
Azhar Abdurrahman
Bupati Aceh Jaya ke-2
Petahana
Mulai menjabat
9 Juli 2012
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Gubernur Zaini Abdullah
Wakil Tengku Maulidi
Didahului oleh Tengku Irfan TB (Plh.)
Jasman J Ma'ruf (Pjs.)
Masa jabatan
20 Februari 2007 – 20 Februari 2012
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Gubernur Irwandi Yusuf
Tarmizi Abdul Karim
Wakil Zamzami A Rani
Didahului oleh Zulfian Ahmad (definitif)
Basri MK (Pjs.)
Digantikan oleh Tengku Irfan TB (Plh.)
Jasman J Ma'ruf (Pjs.)
Informasi pribadi
Lahir 20 April 1969 (umur 48)
Bendera Indonesia Keude Krueng Sabee, Krueng Sabee, Aceh Jaya, Aceh
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Partai politik Partai Aceh.jpg Partai Aceh
Suami/istri Fitri Maya Lisa
Relasi Abdurrahman (ayah) dan Rukiyah (ibu)
Anak Fifi Ariani
Patra Mahardhika Ariadi
Agama Islam
Dinas militer
Pengabdian Flag of Aceh.svg Gerakan Aceh Merdeka
Masa dinas 2003 - 2005
Perang Pemberontakan di Aceh

Ir. H. Azhar Abdurrahman (lahir di Keude Krueng Sabee, Krueng Sabee, Aceh Jaya, Aceh, 20 April 1969; umur 48 tahun) adalah bupati Aceh Jaya sejak 9 Juli 2012.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Azhar lahir di Gampong Keude di Kecamatan Krueng Sabee pada 20 April 1969 dari pasangan Abdurrahman dan istrinya, Rukiyah. Ia menyelesaikan pendidikan SD nya pada tahun 1981, pendidikan SMP d tahun 1984, pendidikan SMA di tahun 1987, dan lulus dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada tahun 1994. Selain itu ia pernah mengikuti kursus menerbangkan pesawat pada tahun 2008.[1]

Anggota GAM[sunting | sunting sumber]

Pada saat Pemberontakan di Aceh, Azhar Abdurrahman menjabat sebagai arakata (sekretaris) wilayah Meureuhom Daya.[2][3]

Menjadi Bupati[sunting | sunting sumber]

Masa jabatan pertama[sunting | sunting sumber]

Azhar dan wakilnya Zamzami Rani yang sama-sama mantan kombatan GAM maju dalam pilkada yang dilaksanakan 11 Desember 2006 dari jalur independen dan menang setelah meraih 21.883 suara. Dalam pelantikannya yang dilaksanakan 21 Februari 2007, Gubernur Irwandi Yusuf menyampaikan meminta masyarakat tidak terpancing dengan gerakan bawah tanah yang ingin menggoyang kendudukan bupati dan wakil bupati yang terpilih dari calon independen. Gerakan ini dinilai dapat merusak situasi keamanan. Gubernur juga berpesan untuk bekerja dengan sungguh sungguh karena masa kepemimpinannya ini dimulai saat rekonstruksi Aceh pasca tsunami 2004, baru berjalan dua tahun.

Setelah pelantikan tersebut, digelar kenduri raya yang dihadiri sekitar 10 ribu warga dari berbagai pelosok Aceh Jaya. dipusatkan di lapangan sepak bola Calang itu berlangsung meriah dan tertib. Acara itu dimulai pukul 11.45 wib dan turut dihadiri Gubernur Irwandi Yusuf, bupati dan wakil bupati terpilih, serta tokoh masyarakat dan para pejabat pemerintah. Dalam acara itu, panitia menyembelih 21 ekor sapi sumbangan berbagai pihak. Disamping itu, panitia juga mewajibkan pihak kecamatan menyediakan nasi beserta lauk pauk untuk 3.000 undangan.[4]

Rekonstruksi pasca tsunami ini dilakukan dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dimulai pada tahun 2005, yang terkonsentrasi pada pembangunan jalan transportasi darat lintas pesisir dari Banda Aceh menuju Calang, ibu kota Kabupaten Aceh Jaya.[5]

Masa jabatan kedua[sunting | sunting sumber]

Azhar berhasil terpilih kembali menjadi bupati, kali ini berpasangan dengan Tengku Maulidi dengan perolehan suara hingga 41,33 persen. Kemudian disusul pasangan Buni Amin-Mufizar 20,83 persen, pasangan Junaidi-Busmani 14,44 persen, pasangan Malik Musa-Tgk.Jailani 11,98 persen dan pasangan Zamzami A. Rani-T. Ayusan meraih 11,43 persen.[6] Pelantikan lalu dilaksanakan pada 9 Juli 2012 berlangsung di Gedung DPRK Aceh Jaya dan dihadiri sekitar 2.000 undangan yang terdiri dari komponen masyarakat dan forpimda Aceh Jaya.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Zulfian Ahmad
Bupati Aceh Jaya
20 Februari 2007 - sekarang
Diteruskan oleh:
Masih Menjabat