Irwandi Yusuf
Irwandi Yusuf | |
|---|---|
Potret resmi Irwandi Yusuf sebagai Gubernur Aceh, 2017 | |
| Gubernur Aceh ke-11 dan ke-13 | |
| Masa jabatan 5 Juli 2017 – 15 Oktober 2020[a] | |
| Wakil | Nova Iriansyah |
| Wali Nanggroë | Malik Mahmud |
| Masa jabatan 8 Februari 2007 – 8 Februari 2012 | |
| Wakil | Muhammad Nazar |
| Wali Nanggroë | Hasan Tiro Malik Mahmud |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 2 Agustus 1960 Bireuen, Aceh, Indonesia |
| Partai politik | Partai Nanggroe Aceh (2012–) |
| Suami/istri | Steffy Burase |
| Anak | 5 |
| Almamater | |
| Profesi | Dokter hewan |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | Gerakan Aceh Merdeka |
| Masa dinas | 1990–2005 |
| Pertempuran/perang | Pemberontakan di Aceh |
|
| |
Irwandi Yusuf (lahir 2 Agustus 1960) adalah seorang politikus Indonesia, dokter hewan dan mantan aktivis Gerakan Aceh Merdeka. Ia menjabat sebagai Gubernur Aceh ke-11 dan ke-13 sekaligus gubernur pertama dari kalangan mantan kombatan GAM. Kariernya dimulai sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala setelah menyelesaikan studi magister di Universitas Negeri Oregon dengan tesis berjudul Antigenic comparison of bovine, ovine, equine, and llama adenoviruses.
Selama proses pemberontakan di Aceh, ia merupakan Staf Khusus Komando Pusat GAM dengan beberapa nama samaran dan juga berperan sebagai juru bicara GAM dalam proses perdamaian setelah Kesepakatan Helsinki setelah melarikan diri dari penjara pasca gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 pada tahun 2005 setelah ditangkap atas kasus makar pada tahun 2003. Selanjutnya, ia melakukan transisi politis melalui kemenangannya pada Pemilihan umum Gubernur Aceh 2006 bersama dengan Muhammad Nazar melalui jalur independen dengan program jaminan kesehatan Aceh dan moratorium penebangan hutan.
Pada 2012, ia mengalami kekalahan dalam Pemilihan umum Gubernur Aceh 2012 oleh Zaini Abdullah yang diikuti oleh insiden kekerasan fisik pada pelantikan Zaini serta serangan kepada pendukungnya pada masa pemilu. Pada masa ini, ia pun juga digugat oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atas pemberian izin konsesi sawit terhadap Kalista Alam pada tahun 2011 di wilayah Rawa Tripa. Setelah kekalahannya, ia pun mendirikan Partai Nasional Aceh.
Kemudian, pada Pemilihan umum Gubernur Aceh 2017, ia terpilih kembali menjadi Gubernur Aceh, dengan Nova Iriansyah sebagai pasangannya.[1] Pada tahun 2018, ia tersangkut kasus korupsi dan ditangkap bersama Ahmadi dan menjadi Gubernur kedua yang melakukan korupsi setelah Abdullah Puteh. Pada tanggal 8 April 2019, Yusuf divonis tujuh tahun penjara karena menerima suap dari Ahmadi sebesar Rp 1,05 miliar (US$74.084) sebagai imbalan atas pemberian sejumlah proyek infrastruktur di kabupaten tersebut. Ia juga kedapatan menerima gratifikasi sebesar Rp 8,7 miliar dari pengusaha selama dua periode menjabat gubernur.[2]
Kehidupan awal dan pendidikan
[sunting | sunting sumber]Irwandi lahir di Kabupaten Bireuen pada tanggal 2 Agustus 1960.[3] Pendidikan dasarnya dimulai di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Cot Bada pada tahun 1967 hingga 1973. Setelah itu, ia melanjutkan ke jenjang menengah pertama di Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Bireuen selepas lulus hingga tahun 1976. Setelah lulus jenjang menengah, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Peternakan Menengah Atas Saree sampai pada tahun 1979.[4]
Kemudian, pada tahun 1987, ia lulus dari Universitas Syiah Kuala (USK) dari Fakultas Kedokteran Hewan. Lalu pada tahun 1989, ia mengambil beasiswa di Universitas Negeri Oregon untuk mengambil gelar magister kedokteran hewan.[5] Ia lulus pada tahun 1993 dengan tesis berjudul Antigenic comparison of bovine, ovine, equine, and llama adenoviruses (Perbandingan Antigenik Adenovirus Sapi, Domba, Kuda, dan Lama.).[6] Setelah lulus magister, ia bekerja di USK sebagai dosen hingga 2007.[4] Selama menjadi dosen, ia sempat mendirikan cabang Fauna and Flora International di Aceh sebelum ditangkap atas dakwaan pengkhianatan negara.[7] Ia juga bergabung dengan Palang Merah International pada tahun 2001 selama tiga bulan untuk belajar hukum kemanusiaan dan kemudian diajarkan pada tentara GAM.[8]
Keterlibatan dengan GAM
[sunting | sunting sumber]
Ia bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka sejak tahun 1990 dan diangkat sebagai Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM dari tahun 1998 hingga 2001.[9]Selama terlibat, ia dikenal sebagai ahli propaganda dan menggunakan nama samaran seperti Teungku Agam dan Isnandar. Keterlibatannya berakhir saat dia ditangkap oleh polisi di Jakarta saat perundingan yang difasilitasi oleh Henry Dunant Center pada 2003. Selanjutnya, ia divonis selama 9 tahun dengan tuntutan makar. Ia pun dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Keudah.[10]
Selama berada di penjara, Irwandi masih berkomunikasi dengan GAM dengan telefon yang dia sembunyikan di selangkangannya. Pada bulan Juli 2004, ia berusaha melarikan diri dari penjara, tetapi ia membatalkannya karena ia takut bahwa rekannya akan membunuh sipir penjara yang telah menjadi temannya. Kemudian usahanya pun gagal kembali pada bulan November 2004. Pada akhirnya, pasca gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 terjadi, ia melarikan diri pada saat bencana terjadi. Sebelum tsunami terjadi, ia telah melihat tanda-tandanya dan memperingkatkan para rekannya di penjara. Saat ia dan rekannya ingin melarikan diri, pintu depan penjara telah dikunci karena ketakutan sipir bahwa para tahanan ingin melarikan diri. Lalu, saat air mulai naik di dalam penjara, Irwandi melarikan diri ke musala di lantai dua sementara tembok di sekelilingnya runtuh sehingga air mulai masuk hingga mencapai langit-langit. Namun, karena bahan baku dari langit-langit tersebut adalah asbes, maka ia memecahkan langit-langit tersebut untuk naik ke atap. Tiga hari setelah melarikan diri dari penjara, ia mengunjungi ibunya di Bireun, sebelum ia pergi ke Jakarta dan akhirnya menetap di Eropa.[11] Dari 278 tahanan, Irwandi adalah satu dari 40 orang yang selamat.[12]
Setelah Kesepakatan Helsinki pada 15 Agustus 2005[13], Aceh berjanji menyerahkan semua senjatanya yang berjumlah 840 senjata ke Aceh Monitoring Mission dalam 4 tahap dari 15 September hingga Desember 2005.[14]Sebagai timbal balik ini, Pemerintah Indonesia berjanji menarik tentara yang tidak bertugas di Aceh dari wilayah Aceh. Dalam proses ini, Irwandi selalu hadir sebagai juru bicara dari GAM.[15]
Karier
[sunting | sunting sumber]Gubernur Aceh 2007-2012
[sunting | sunting sumber]
Pada Pemilihan umum Gubernur Aceh 2006, ia mengikuti pemilihan ini dari jalur independen bersama dengan Muhammad Nazar dengan perolehan suara 38,20% dari 2.012.307 suara sah yang berjumlah 768.745 suara dan menggungguli tujuh kandidat lainnya yang terdiri dari Ahmad Humam Hamid dengan Hasbi Abdullah, Malik Raden dengan Sayed Fuad Zakaria, Azwar Abubakar dengan Nasir Jamil, Iskandar Hoesin dengan Saleh Manaf, Tamlicha Ali dengan Harmen Nuriqmar, Ghazali Abbas Adan bersama Salahuddin Alfata dan Djali Yusuf dengan Syauqas Rahmatillah.[16]Ia mulai menjabat pada 8 Februari 2007[17] dan berakhir pada 8 Februari 2012.[18]
Pada kepemimpinannya, ia menginisiasi program jaminan kesehatan aceh yang merupakan program jaminan kesehatan sosial.[19]Selain itu, ia mendeklarasikan moratorium penebangan hutan pada tahun 2007.[20] yang disusul dengan implementasi pelunasan karbon melalui skema program REDD.[21] Selanjutnya, program ini pun didanai oleh Merrill Lynch.[22] Pasca moratorium, bencana Banjir bandang Tangse 2011 terjadi dan Irwandi menyalahkan penebangan liar sebagai penyebab masalah.[23] Pada tanggal 25 Agustus 2011, ia memberikan konsesi terhadap konversi lahan menjadi kelapa sawit kepada PT Kallista Alam seluas 1.605 hektar yang merupakan lahan gambut dan berakhir digugat oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ke Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh.[24] Wilayah ini berada di Nagan Raya yang menjadi wilayah Rawa Tripa sekaligus bagian Kawasan Ekosistem Leuser.[25] Selain itu, tindakan ini memiliki masalah keabsahan karena dinilai melanggar moratorium alih fungsi lahan gambut.[26]
Sebagai responsnya, Irwandi menyatakan "izin perkebunan sawit itu secara hukum tak salah alias legal, tetapi salah secara moral". Menurutnya, ia melakukan hal itu untuk menarik perhatian dunia terhadap ketidakmampuan dunia dalam mengatasi perubahan iklim dan memberikan uang untuk orang-orang yang terdampak atas moratorium ini. Bahkan, ia juga mengancam untuk mencabut moratorium. Selain itu, ia membantah ada orangutan yang mati dalam kebakaran tersebut, meskipun Ian Singleton, Direktur Konservasi dari Sumatran Orangutan Conservation Programme menyatakan bahwa 20 menit dari lokasi dapat ditemui 10 sarang orang utan yang diperkirakan ditinggali oleh 100 hingga 300 orangutan.[27]
Pilkada Aceh 2012
[sunting | sunting sumber]
Dia kembali mengikuti Pemilihan umum Gubernur Aceh 2012 dengan Muhyan Yunan melalui jalur independen, tapi kalah dengan mendapatkan perolehan suara 694.515 suara atau 29,18 persen dari total jumlah suara. Ia dikalahkan oleh pasangan yang diusung oleh Partai Aceh, Zaini Abdullah dengan Muzakir Manaf. Kemudian, ia melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia terkait tuduhan kecurangan atas pemilu yang terjadi, tetapi ditolak oleh MK. [28] Irwandi juga mengklaim intimidasi pemilih menjadi penyebab kekalahannya.[29]
Meskipun ada jaminan dari Muzakir, bahwa keselamatan Irwandi akan terjamin jika ia menghadiri pelantikan. Namun, pada pelantikan, Irwandi dikepung dan dipukuli di bagian wajah dan kepala oleh penyerang. Ia menyatakan bahwa serangan terjadi karena tuduhan pengkhianat Gerakan Aceh Merdeka yang dikampanyekan oleh Partai Aceh.[30] Sebelumnya, tim sukses dari pasangan ini juga mengalami penyerangan pada Maret 2012[31] dan penembakan pada Februari 2012.[32] Penyerang yang melakukan penganiayaan merupakan anggota satuan tugas Partai Aceh.[33] Penyerang pun divonis satu tahun penjara.[34]Setelah kekalahannya, ia mendirikan Partai Nasional Aceh (PNA) pada tanggal 24 April 2012.[35]
Gubernur Aceh 2017-2018
[sunting | sunting sumber]
Setelah kalah dalam pemilu sebelumnya, ia kembali mengikuti pemilu pada tahun 2017 bersama dengan Nova Iriansyah dengan diusung oleh Partai Demokrat, Partai Nasional Aceh, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Darul Aceh.[36]
Pada akhirnya, pasangan ini terpilih pada 25 Februari 2017 dengan perolehan suara 898.710 suara mengungguli perolehan suara pasangan Muzakir dan TA Khalid dengan perolehan 766.427 suara, Tarmizi Abdul Karim bersama Teuku Machsalmina Ali dengan perolehan 406.865 suara, Zaini bersama Nasaruddin dengan 167.910 suara, Zakaria Saman bersama Teuku Alaidinsyah dengan 132.981 suara dan Abdullah Puteh bersama Sayed Mustafa Usab Al Idroes dengan perolehan 41.908 suara.[37] PNA yang menjadi partai pengusungnya merubah nama mereka menjadi Partai Nanggroe Aceh pada 6 Mei 2017.[38] Ia resmi dilantik pada tanggal 5 Juli 2017 sebagai Gubernur oleh Tjahjo Kumolo.[39]
Kontroversi
[sunting | sunting sumber]Pada 3 Juli 2018, ia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan tertangkap sedang menerima suap.[40][41] Ia menerima 500 juta rupiah dari jumlah 1.5 miliar yang diberikan oleh Ahmadi sebagai suap atas korupsi anggaran daerah otonomi khusus Aceh.[42] Ia pun kembali dinyatakan sebagai tersangka atas penerimaan gratifikasi atas proyek pembangunan dermaga sabang bersama dengan Izil Azhar, orang kepercayaan Irwandi.[43] Dia dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara pada 8 April 2019 dan setelah naik banding, hukumannya ditingkatkan menjadi delapan tahun. Mahkamah Agung Indonesia mengembalikan hukumannya menjadi tujuh tahun pada tanggal 13 Februari 2020. Ia didakwa atas dua pasal, yaitu menerima 1,05 miliar rupiah dalan bentuk suap dan gratifikasi berjumlah 8,7 miliar rupiah.[44] Meskipun, dakwaan atas gratifikasi pada proyek dermaga sabang dinyatakan tidak terbukti.[45] Dia dibebaskan bersyarat pada Oktober 2022. Selama dipenjara, ia tetap menjadi ketua Partai Nanggroe Aceh dan melanjutkan aktivitas politiknya setelah dinyatakan bebas bersyarat .[46]
Kehidupan pribadi
[sunting | sunting sumber]Ia menikah dengan Darwati A. Gani pada tanggal 22 Maret 1995 dan bercerai pada tanggal 30 Juli 2024[47] dan memiliki 5 orang anak dari pernikahan ini.[48] Selain itu, dia juga menikahi Steffy Burase pada tanggal 8 Desember 2017.[49] Pernikahan tersebut sempat mengalami kendala administratif karena belum mendapatkan izin dari Darwati hingga Steffy mengumumkan perpisahan mereka pada 11 Desember 2023.[50] Setelah perceraian Irwandi dengan Darwati selesai, Irwandi dan Steffy kemudian meresmikan pernikahan mereka secara hukum negara pada 8 Februari 2025.[51] Ia juga dikenal dengan hobinya mengendarai pesawat tipe Shark Aero sebagai mode transportasi utama untuk kunjungannya ke daerah pemerintahannya.[52] Pesawat ini diberi nama Hanakaru Hokagata dalam bahasa Aceh yang memiliki makna "Tidak ada lagi perang dimanakah anda" sebagai bentuk kritiknya kepada teman-temannya yang tidak kunjung kembali ke Aceh meskipun telah dilakukannya perdamaian.[53]
Catatan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Non-aktif 5 Juli 2018–15 Oktober 2020 karena kasus korupsi. Posisi diisi oleh Nova Iriansyah sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Aceh
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Irwandi Yusuf Returns Aceh Governor - Jakarta Post - 8 April 2017.
- ↑ "Irwandi Yusuf, ex-Aceh rebel who became governor, jailed for corruption". The Jakarta Post. Diakses tanggal 8 Oktober 2019.
- ↑ "Ditangkap KPK, Begini Perjalanan Karier Gubernur Irwandi Yusuf". Tempo. 4 Juli 2018. Diakses tanggal 2025-11-22.
- 1 2 "Profil Pejabat". Pemerintah Provinsi Aceh. Diakses tanggal 2025-12-19.
- ↑ Nurhadi, M (8 Maret 2023). "Profil Irwandi Yusuf, Eks Gubernur Aceh Terjerat Kasus Korupsi". suara.com. Diakses tanggal 2025-11-22.
- ↑ Yusuf, Irwandi (1993). Antigenic comparison of bovine, ovine, equine, and llama adenoviruses. Oregon State University. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ "Kejatuhan Irwandi Yusuf Setelah Ditangkap KPK". DW. 4 Juli 2018. Diakses tanggal 2026-01-01.
- ↑ "Aceh's Governor on the Peace Process in Indonesia". Asiasociety (dalam bahasa Inggris). 2017-07-25. Diakses tanggal 2026-01-01.
- ↑ "Profil Irwandi Yusuf". Viva. 2018-07-09. Diakses tanggal 2025-11-22.
- ↑ Mudassir, Rayful (2020-10-16). "Ironi Propagandis GAM Irwandi Yusuf, Jadi Gubernur Aceh Berujung Bui". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-11-22.
- ↑ "EXTENDED INTERVIEWS Aceh governor, Irwandi Yusuf". pbs.org. Diakses tanggal 30 Mei 2016.
- ↑ Mydans, Seth (14 April 2007). "A Rebel-Turned-Governor Takes the Wheel in Indonesia". New York Times. Diakses tanggal 23 November 2025.
- ↑ Sanda, Abun (2022-06-27). "Damailah Aceh: Pemerintah RI-GAM Tanda Tangani MOU". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-11-27.
- ↑ "GAM yang Tetap Lakukan Tindakan Kriminal akan Ditindak". detiknews. 23 Agustus 2005. Diakses tanggal 2025-11-27.
- ↑ "Aceh rebel weapons destroyed". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). 21 Desember 2005. Diakses tanggal 2025-11-27.
- ↑ "Irwandi-Nazar Resmi Jadi Juara". detiknews. 29 Desember 2006. Diakses tanggal 2025-11-27.
- ↑ "Irwandi Dilantik, KSAD Tak Datang". detiknews. 5 Februari 2007. Diakses tanggal 26 Juli 2018.
- ↑ Mardira, Salman (10 Februari 2012). "Irwandi Yusuf 'letakkan' jabatan Gubernur Aceh". Okezone. Diakses tanggal 26 Juli 2018.
- ↑ "Jadi Identitas Baru". Kompas. 19 April 2012. Diakses tanggal 13 Desember 2025.
- ↑ "Aceh: Ancaman dari hutan hilang". BBC. 8 Desember 2007. Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ Butler, Rhett (2008-02-07). "First rainforest-for-carbon-credits deal becomes a reality". Conservation news (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ Butler, Rhett (2008-03-12). "Merrill Lynch invests $9M in rainforest conservation, expects profit". Conservation news (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ "Banjir Tangse, Ironi Pascamoratorium". Kompas.com. 17 Maret 2011. Diakses tanggal 13 Desember 2025.
- ↑ Susanto, Ichwan (19 Maret 2012). "Label Hijau Irwandi Dipertanyakan". Kompas.com. Diakses tanggal 19 Desember 2025.
- ↑ "Taman Nasional Rusak Parah". kompas.com. 19 April 2012. Diakses tanggal 19 Desember 2025.
- ↑ GADE, FAKHRURRADZIE (9 Desember 2011). "Prime Indonesian jungle to be cleared for palm oil" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-21.
- ↑ Bachelard, Michael (2012-04-05). "Former Aceh chief denies orang-utans died in burn". The Age (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-29.
- ↑ "Irwandi Mengajukan Gugatan ke MK". Kompas. 21 April 2012. Diakses tanggal 4 Desember 2025.
- ↑ Post, The Jakarta. "Irwandi claims foul play during poll, plans court date - Wed, April 11, 2012". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-10.
- ↑ Farouk Arnas, 'Aceh's Ex-Governor Irwandi Fears for Safety after Assault' Diarsipkan 10 Juli 2012 di Wayback Machine., The Jakarta Globa, 1 Juli 2012.
- ↑ "Timses Calon Gubernur Irwandi-Muhyan Diserang, 4 Orang Luka". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ↑ "Kediaman Tim Sukses Irwandi Yusuf Diserang". Hukumonline (dalam bahasa Indonesia). 6 Februari 2012. Diakses tanggal 2025-12-04. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "Kapolri: Polisi sudah selidiki pemukulan Irwandi". SINDOnews Nasional. 26 Juni 2012. Diakses tanggal 2025-12-10.
- ↑ Purwanto (2012-11-22). "Pukul Bekas Gubernur, Mukhtar Dipenjara Setahun". Tempo. Diakses tanggal 2025-12-10.
- ↑ "Kubu Irwandi Daftarkan Partai Lokal Baru". Tempo. 2012-04-24. Diakses tanggal 2025-12-12.
- ↑ "Empat mantan petinggi GAM bersaing pilgub Aceh - ANTARA News Aceh". Antara News. 25 Oktober 2016. Diakses tanggal 2025-12-10.
- ↑ Fauzi, Gilang (25 Februari 2017). "Irwandi Yusuf Menang Perolehan Suara Pilgub Aceh". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-10.
- ↑ "Bulan Bintang dan Kata 'Nanggroe' Jadi Icon Baru PNA". Portalsatu. 2017-05-06. Diakses tanggal 2026-01-09.
- ↑ Setyadi, Agus (5 Juli 2017). "Sosok Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh yang Jago Terbangkan Pesawat". detiknews. Diakses tanggal 2026-01-09.
- ↑ "Gubernur Aceh Ditangkap KPK, Kasus Kedua Serambi Mekkah?". Berita Satu. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Juli 2018. Diakses tanggal 3 Juli 2018.
- ↑ Mazrieva, Eva (2018-11-06). "'Tebang Pilih' Penggunaan Hukum Syariah Islam di Aceh". VOA Indonesia. Diakses tanggal 2026-01-14.
- ↑ Nugroho, Bagus Prihantoro (5 Juli 2018). "Begini Awal Cerita Aceh Dapat Dana Otsus". detiknews. Diakses tanggal 2026-01-14.
- ↑ Afandi, Muhammad (2018-10-09). Winarto, Yudho (ed.). "Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf kembali jadi tersangka". kontan.co.id. Diakses tanggal 2026-01-14.
- ↑ "PK Ditolak, Eks Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Tetap Dihukum 7 Tahun Penjara". KOMPAS.com. 19 Juni 2023. Diakses tanggal 9 Oktober 2023.
- ↑ Prasetyo, Aji (9 April 2019). "Lolos Satu Dakwaan, Gubernur Aceh Divonis 7 tahun". hukumonline.com (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2026-01-14. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Setyadi, Agus (30 Oktober 2022). "Pulang Usai Bebas Bersyarat, Irwandi Yusuf Masih Ketua Umum PNA". detiksumut. Diakses tanggal 9 Oktober 2023.
- ↑ Setyadi, Agus (31 Juli 2024). "Gugatan Dikabulkan, Eks Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Darwati Resmi Bercerai". detiksumut. Diakses tanggal 2026-01-01.
- ↑ Aulia, Trias Firdausi (11 Desember 2023). "Masyaallah! Ini Pekerjaan Anak Bungsu Irwandi Yusuf dari Istri Pertama, Darwati A Gani: Semoga..." Jatim Network. Diakses tanggal 2026-01-01.
- ↑ "Histori Cinta Steffy Burase dengan Irwandi Yusuf »". Dialeksis. 15 Desember 2023. Diakses tanggal 2026-01-01.
- ↑ Setyadi, Agus (11 Desember 2023). "Irwandi Yusuf-Steffy Burase Umumkan Resmi Cerai gegara Sulit Dapat Buku Nikah". detiksumut. Diakses tanggal 2026-01-01.
- ↑ Novianti, Julinar Nora (2025-02-08). "Sempat Umumkan Bercerai, Steffy Pamer Buku Pernikahan dengan Bekas Gubernur Aceh Irwandi". AJNN.net. Diakses tanggal 2026-01-01.
- ↑ Setyadi, Agus (13 Jul 2017). "Irwandi, Gubernur Aceh yang Suka Piloti Pesawat Sendiri Saat Dinas". detiknews. Diakses tanggal 2026-01-09.
- ↑ Amirullah (10 Januari 2016). "'Hanakaru Hokagata' Nama Pesawat Milik Irwandi Yusuf". Serambinews.com. Diakses tanggal 2026-01-11.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Gubernur dan Wakil Gubernur NAD dilantik
- Irwandi – Nazar Resmi Dilantik Menjadi Gubernur/Wakil Gubernur NAD Diarsipkan 2007-03-12 di Wayback Machine.
- Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah Resmi Jabat Gubernur & Wagub Aceh
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Zaini Abdullah |
Gubernur Aceh 2017–2020 |
Diteruskan oleh: Nova Iriansyah |
| Didahului oleh: Mustafa Abubakar sebagai Pejabat Gubernur Aceh |
Gubernur Aceh 2007–2012 |
Diteruskan oleh: Tarmizi Abdul Karim sebagai Penjabat Gubernur |



