Astronomi amatir

Astronomi amatir adalah kegiatan mengamati benda langit dan langit malam hari sebagai hobi.[1] Umumnya, astronomi amatir lebih leluasa berkegiatan dibandingkan dengan astronom profesional, yang harus mengikuti keprofesiannya.[2]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Astronomi amatir digemari secara signifikan pada 1990-an, ketika peristiwa melintasnya Komet Shoemaker-Levy 9, Komet Hyakutake, dan terutama Komet Hale-Bopp menarik perhatian publik, dan sebagai gantinya terdapat kenaikan dalam penjualan teleskop, langganan majalah, dan keanggotaan klub astronomi.[3]
Peralatan
[sunting | sunting sumber]Teleskop adalah peralatan mengamati yang umum digunakan, tetapi binokular juga bisa digunakan.[4]
Objek pengamatan
[sunting | sunting sumber]Pada umumnya, astronom amatir mengamati benda langit yang mudah terlihat seperti Bulan, Saturnus, Venus, dan Jupiter. Beberapa astronom amatir yang memiliki peralatan yang bagus umumnya akan mengamati Benda Langit-Dalam (DSO) seperti Nebula Carina, Messier 51, Galaksi Andromeda, Nebula Orion, Pleiades, dan Galaksi Triangulum.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Amateur Astronomy". NASA. Diakses tanggal 2025-12-18.
- ↑ Sherrod, P. Clay; Koed, Thomas L. (2003-04-07). A Complete Manual of Amateur Astronomy: Tools and Techniques for Astronomical Observations (dalam bahasa Inggris). Courier Corporation. ISBN 978-0-486-42820-8.
- ↑ Bakich, Michael E. (2023-08-11). "How amateur astronomy has evolved in the past half-century | Astronomy.com". Astronomy Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-18.
- ↑ Wood, Anthony (2025-11-15). "Expert advice for new stargazers: How to begin your amateur astronomy journey". Space (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-18.