Lompat ke isi

Anton Mussert

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Anton Mussert
Pemimpin Rakyat Belanda
Masa jabatan
13 Desember 1942  7 Mei 1945
Sebelum
Pendahulu
Jabatan didirikan
Pengganti
Jabatan dihapus
Sebelum
Ketua Umum Gerakan Nasional-Sosialis
Masa jabatan
14 Desember 1941  6 Mei 1945
Sebelum
Pendahulu
Jabatan didirikan
Pengganti
Jabatan dihapus
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir
Anton Adriaan Mussert

(1894-05-11)11 Mei 1894
Werkendam, Belanda
Meninggal7 Mei 1946(1946-05-07) (umur 51)
Waalsdorpervlakte, Den Haag, Belanda
Sebab kematianEksekusi oleh regu tembak
Partai politikGerakan Nasional-Sosialis (dari 1931)
Afiliasi politik
lainnya
Partai Negara Liberal (tahun 1920-an)
Suami/istriMaria Witlam
Orang tuaJoannes Leonardus Mussert (ayah)
Frederika Witlam (ibu, ipar perempuan)
AlmamaterUniversitas Teknologi Delft (MEng)
IMDB: nm0615863 Discogs: 2650930 Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini

Ir. Anton Adriaan Mussert (11 Mei 1894  7 Mei 1946) adalah seorang politikus Belanda yang ikut mendirikan Gerakan Nasional-Sosialis di Belanda (NSB) pada tahun 1931 dan menjabat sebagai pemimpinnya hingga partai tersebut dilarang pada tahun 1945. Dengan demikian, ia adalah pemimpin Belanda yang paling terkemuka dari gerakan tersebut sebelum dan selama Perang Dunia II. Mussert berkolaborasi dengan pemerintah pendudukan Jerman, tetapi hanya diberi sedikit kekuasaan nyata dan memegang gelar nominal Leider van het Nederlandsche Volk ("Pemimpin Rakyat Belanda") sejak tahun 1942. Pada Mei 1945, ketika perang berakhir di Eropa, Mussert ditangkap dan ditahan oleh pasukan Sekutu. Ia didakwa dan dihukum karena pengkhianatan, dan dieksekusi pada tahun 1946.[1][2][3]

Anton Mussert lahir di Werkendam, Belanda pada 11 Mei 1894 dari pasangan John Leonard Mussert (ayah) dan Frederika Witlam (ibu). Ayahnya adalah seorang kepala sekolah di Werkendam sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Kakeknya (dari garis ayah) adalah seorang tukang kayu dan kakeknya (dari garis ibu) adalah seorang pengusaha kecil. Keluarga Mussert tidak tergolong sebagai proletariat - tidak seperti keluarga Benito Mussolini - keluarga Mussert lebih mirip keluarga Adolf Hitler, yaitu tergolong sebagai Borjuis Kecil.[1]

Riwayat pendidikan Mussert juga dibilang sangat baik, ia menempuh pendidikan sekolah dasar di Lagere School te Werkendam, kemudian ia melanjutkan sekolah menengah di Hogere Burgerschool te Gorinchem (lulus pada 1912). Setelah lulus dari sekolah menengah, Mussert melanjutkan kuliah di Technische Hogeschool te Delft, Jurusan Teknik Perairan dengan konsentrasi Pembangunan Irigasi dan Hidrolik (masuk kuliah pada September 1912 dan lulus pada Juli 1918 dengan nilai cum laude). Sebenarnya Mussert pernah mendaftar sebagai relawan Angkatan Bersenjata Belanda pada 1914, tetapi diberhentikan pada 1915 karena kesehatannya.[1]

Pengalaman pekerjaannya pun dapat dibilang sangat baik, ketika ia lulus kuliah ia langsung bekerja sebagai insinyur di Rijkswaterstaat (1918-1920), kemudian ia pindah kerja ke Provinsi Waterstaat Utrecht (1920-1927, bahkan ia sempat diangkat sebagai Kepala Insinyur Utrecht (periode 1927-1934, namun ia dipecat pada 1931, karena aktivitas politiknya dalam partai yang didirikannya, Nationaal-Socialistische Beweging dianggap berbahaya dan radikal.[1]

Karier Politik

[sunting | sunting sumber]

Semenjak Mussert dipecat dari pekerjaan sebagai insinyur, ia kemudian beralih lebih berkonsentrasi pada pembangunan kariernya di bidang politik, bersama partainya Nationaal-Socialistische Beweging, ia sempat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada 1934, namun gagal. Meskipun gagal, ia tetap menjadi pemimpin Partai NSB, yang justru semakin besar, bahkan ia dipuji dan terkenal sampai ke wilayah koloni Belanda di Hindia Belanda.[1]

Pemikiran

[sunting | sunting sumber]

Sebagai seorang yang terinspirasi Adolf Hitler dan Benito Mussolini, Mussert turut mengikuti jejak pemikiran kedua diktator itu. Mussert mengadopsi ide fasisme, Nazisme, chauvinisme, otoritarianisme, dan antisemitisme, ia juga seorang anti terhadap ideologi Liberalisme, Komunisme, dan Kapitalisme. Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa Mussert dan Partai NSB, lebih moderat ketimbang Partai Nazi dan Partai Fasis Italia, tetapi ia juga menghendaki berdirinya Belanda Raya, yang wilayahnya terdiri dari Belgia, Flanders, Hindia Belanda (sekarang Indonesia), dan Suriname (negara koloni Belanda di Amerika Selatan.[4][5]

Menjadi Kolaborator

[sunting | sunting sumber]

Ketika Jerman Nazi melakukan invasi ke Belanda pada 10 Mei 1940 dalam Perang Dunia II dan menjadikan Belanda sebagai daerah pendudukan Jerman Nazi, hanya Partai NSB yang diakui oleh tentara pendudukan Jerman Nazi, hal itu terjadi karena Adolf Hitler mengetahui bahwa Mussert adalah pengagum dirinya dan Partai Nazi. Melalui penghubungnya yang bernama Rost van Tonningen, akhirnya Mussert bisa bertemu Heinrich Himmler dan Adolf Hitler.[6]

Anton Mussert saat menghadapi pengadilan kejahatan perang

Dihukum Mati

[sunting | sunting sumber]

Saat Perang Dunia II berakhir dengan kekalahan Blok Poros, banyak anggota Partai Nazi, tentara Jerman Nazi, Republik Sosial Italia, dan Kekaisaran Jepang dihukum atas tuduhan penjahat perang dan melanggar hak asasi manusia, termasuk juga para kolaborator Blok Poros, tak terkecuali Mussert. Ia ditangkap pada November 1945 dan mendapatkan vonis hukuman mati pada Desember 1945 oleh Pengadilan Den Haag atas tuduhan "memberi bantuan kepada musuh negara". Mussert kemdudian dieksekusi mati pada 7 Mei 1946 di Walloon Region.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 6 "Ir. A.A. (Anton) Mussert". www.parlement.com (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2017-11-10.
  2. Nino Oktorino, Nazi di Indonesia: Sebuah Sejarah yang Terlupakan, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2015) hal. 16 - 23
  3. Wilson, Orang dan Partai Nazi di Indonesia: Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme, (Jakarta: Komunitas Bambu, 2008) hal. 116
  4. Nino Oktorino, Nazi di Indonesia: Sejbuah Sejarah yang Terlupakan, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2015) hal. 16 - 23
  5. Wilson, Orang dan Partai Nazi di Indonesia: Kaum Pergerakan Menyambut Fasisme, (Jakarta: Komunitas Bambu, 2008) hal. 116 - 118
  6. Nino Oktorino, Nazi di Indonesia: Sebuah Sejarah yang Terlupakan, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2015) hal. 20 dan 45