Anatomi kulit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search


Kulit merupakan pembatas tubuh dengan lingkungan sekitar karena posisinya yang terletak di bagian paling luar. Luas kulit dewasa 1,5 m2 dengan berat kira-kira 15% berat badan. Merawat dan menjaga kesehatan kulit memang bukan hal yang sepele, hal tersebut membutuhkan waktu dan kesabaran yang kuat untuk menjalaninya.

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Warna :

  • terang (fair skin), pirang, dan hitam
  • merah muda : pada telapak kaki dan tangan bayi
  • hitam kecokelatan : pada genitalia orang dewasa

Jenisnya :

  • Elastis dan longgar : pada palpebra, bibir, dan preputium
  • Tebal dan tegang : pada telapak kaki dan tangan orang dewasa
  • Tipis : pada wajah
  • Lembut : pada leher dan badan
  • Berambut kasar : pada kepala

Anatomi kulit secara histopatologik[sunting | sunting sumber]

Stratum Korneum (lapisan tanduk) lapisan kulit paling luar yang terdiri dari sel gepeng yang mati, tidak berinti, protoplasmanya berubah menjadi keratin (zat tanduk)

Stratum Lusidum[sunting | sunting sumber]

terletak di bawah lapisan korneum, lapisan sel gepeng tanpa inti, protoplasmanya berubah menjadi protein yang disebut eleidin. Lapisan ini lebih jelas tampak pada telapak tangan dan kaki.

Stratum Granulosum (lapisan keratohialin)

merupakan 2 atau 3 lapis sel gepeng dengan sitoplasma berbutir kasar dan terdapat inti di antaranya. Butir kasar terdiri dari keratohialin. Mukosa biasanya tidak mempunyai lapisan ini.

Stratum Spinosum (stratum Malphigi) atau prickle cell layer (lapisan akanta )

terdiri dari sel yang berbentuk poligonal, protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen, selnya akan semakin gepeng bila semakin dekat ke permukaan. Di antara stratum spinosum, terdapat jembatan antar sel (intercellular bridges) yang terdiri dari protoplasma dan tonofibril atau keratin. Perlekatan antar jembatan ini membentuk penebalan bulat kecil yang disebut nodulus Bizzozero. Di antara sel spinosum juga terdapat pula sel Langerhans.

Stratum Basalis[sunting | sunting sumber]

Stratum Basalis terdiri dari sel kubus (kolumnar) yang tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal berbaris seperti pagar (palisade). Sel basal bermitosis dan berfungsi reproduktif.

Sel kolumnar : protoplasma basofilik inti lonjong besar, di hubungkan oleh jembatan antar sel.

Sel pembentuk melanin (melanosit) atau clear cell : sel berwarna muda, sitoplasma basofilik dan inti gelap, mengandung pigmen (melanosomes)

Lapisan Dermis (korium, kutis vera, true skin) : terdiri dari lapisan elastik dan fibrosa pada dengan elemen-elemen seluler dan folikel rambut.

Pars Papilare : mbagian yang menonjol ke epidermis, berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah.

Pars Retikulare : bagian bawah yang menonjol ke subkutan. Terdiri dari serabut penunjang seperti kolagen, elastin, dan retikulin. Dasar (matriks) lapisan ini terdiri dari cairan kental asam hialuronat dan kondroitin sulfat, dibagian ini terdapat pula fibroblas. Serabut kolagen dibentuk oleh fibroblas, selanjutnya membentuk ikatan (bundel) yang mengandung hidroksiprolin dan hidroksisilin. Kolagen muda bersifat elastin, seiring bertambahnya usia, menjadi kurang larut dan makin stabil. Retikulin mirip kolagen muda. Serabut elastin biasanya bergelombang, berbentuk amorf, dan mudah mengembang serta lebih elastis.

Lapisan Subkutis (hipodermis) : lapisan paling dalam, terdiri dari jaringan ikat longgar berisi sel lemak yang bulat, besar, dengan inti mendesak ke pinggir sitoplasma lemak yang bertambah. Sel ini berkelompok dan dipisahkan oleh trabekula yang fibrosa. Lapisan sel lemak disebut dengan panikulus adiposa, berfungsi sebagai cadangan makanan. Di lapisan ini terdapat saraf tepi, pembuluh darah, dan getah bening. Lapisan lemak berfungsi juga sebagai bantalan, ketebalannya berbeda pada beberapa kulit. Di kelopak mata dan penis lebih tipis, di perut lebih tebal (sampai 3 cm).

Vaskularisasi di kuli diatur pleksus superfisialis (terletak di bagian atas dermis) dan pleksus profunda (terletak di subkutis)

Adneksa Kulit[sunting | sunting sumber]

Kelenjar Kulit: terdapat pada lapisan dermis.

  • Kelenjar Keringat (glandula sudorifera. Keringat mengandung air, elektrolit, asam laktat, dan glukosa. pH nya sekitar 4-6,8.

Kelenjar Ekrin: kecil-kecil, terletak dangkal di dermis dengan secret encer.

  • Kelenjar Ekrin terbentuk sempurna pada minggu ke 28 kehamilan dan berfungsi 40 minggu setelah kelahiran. Salurannya berbentuk spiral dan bermuara langsung pada kulit dan terbanyak pada telapak tangan, kaki, dahi, dan aksila. Sekresi tergantung beberapa faktor dan saraf kolinergik, faktor panas, stress emosional.

Kelenjar Apokrin: lebih besar, terletak lebih dalam, secretnya lebih kental.

  • Dipengaruhi oleh saraf adrenergik, terdapat di aksila, aerola mammae, pubis, labia minora, saluran telinga. Fungsinya belum diketahui, waktu lahir ukurannya kecil, saat dewasa menjadi lebih besar dan mengeluarkan secret
  • Kelenjar Palit (glandula sebasea). Terletak di seluruh permukaan kuli manusia kecuali telapak tangan dan kaki. Disebut juga dengan kelenjar holokrin karena tidak berlumen dan sekret kelenjar ini berasal dari dekomposisi sel-sel kelenjar. Kelenjar palit biasanya terdapat di samping akar rambut dan muaranya terdapat pada lumen akar rambut (folikel rambut). Sebum mengandung trigliserida, asam lemak bebas, skualen, wax ester, dan kolesterol. Sekresi dipengaruhi oleh hormon androgen. Pada anak-anak, jumlahnya sedikit. Pada dewasa menjadi lebih banyak dan berfungsi secara aktif.

Kuku: bagian terminal lapisan tanduk (stratum korneum) yang menebal. Pertumbuhannya 1mm per minggu.

  • Nail root (akar kuku): bagian kuku yang tertanam dalam kulit jari.
  • Nail Plate (badan kuku): bagian kuku yang terbuka/ bebas.
  • Nail Groove (alur kuku): sisi kuku yang mencekung membentuk alur kuku Eponikium : kulit tipis yang menutup kuku di bagian proksimal.
  • Hiponikium : kulit yang ditutupi bagian kuku yang bebas.

Rambut

  • Akar rambut : bagian yang terbenam dalam kulit
  • Batang rambut : bagian yang berada di luar kulit
  • Jenis rambut :
  1. Lanugo : rambut halus pada bayi, tidak mengandung pigmen.
  2. Rambut terminal : rambut yang lebih kasar dengan banyak pigmen, mempunyai medula, terdapat pada orang dewasa.

Pada dewasa, selain di kepala, terdapat juga bulu mata, rambut ketiak, rambut kemaluan, kumis, janggut yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh androgen (hormon seks). Rambut halus di dahi dan badan lain disebut rambut velus.

Rambut tumbuh secara siklik, fase anagen (pertumbuhan) b erlangsung 2-6 tahun dengan kecepatan tumbuh 0,35 mm perhari. Fase telogen (istirahat) berlangsung beberapa bulan. Di antara kedua fase tersebut terdapat fase katagen (involusi temporer). Pada suatu saat 85% rambut mengalami fase anagen dan 15 % sisanya dalam fase telogen.

Rambut normal dan sehat berkilat, elastis, tidak mudah patah, dan elastis. Rambut mudah dibentuk dengan memperngaruhi gugusan disulfida misalnya dengan panas atau bahan kimia.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. Marks, James G; Miller, Jeffery (2006). Lookingbill and Marks' Principles of Dermatology. (4th ed.). Elsevier Inc. ISBN 1-4160-3185-5.
  2. Proksch, E; Brandner, JM; Jensen, JM (2008). "The skin: an indispensable barrier.". Experimental Dermatology 17 (12): 1063–72. doi:10.1111/j.1600-0625.2008.00786.x. PMID 19043850.
  3. Madison, KC. (2003). "Barrier function of the skin: "la raison d'être" of the epidermis" (PDF). J Invest Dermatol 121 (2): 231–41. doi:10.1046/j.1523-1747.2003.12359.x. PMID 12880413.