Abdullah bin Sa'ad

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Abdullah bin Sa'ad
Gubernur Mesir
Penguasa monarkiUtsman bin 'Affan
PendahuluAmr bin Ash
Informasi pribadi
LahirMakkah[1]
Hubungan
  • Uwais al-Akbar, Uwais al-Ashghar, Iyas, Abu Hindun, Wahab (saudara kandung)
  • Utsman bin 'Affan (saudara sepersusuan)
AnakIyadh bin Abdullah bin Sa'ad[2]
Orang tua
  • Sa'ad bin Abi Sarh (ayah)
  • Muhanah binti Jabir al-Asy'ariyyah (ibu)
Karier militer
PihakKekhalifahan Rasyidin
Pertempuran/perang

Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarh (bahasa Arab: عبد الله بن سعد بن أبي السرح‎) adalah salah seorang sahabat Nabi. Ia termasuk salah satu penulis wahyu yang kemudian murtad setelah merasa ragu dengan kenabian Muhammad.[3][4]

Silsilah dan keluarga[sunting | sunting sumber]

Silsilahnya adalah Abdullah bin Sa'ad bin Abi Sarh[a] bin Al-Harits bin Hubaib bin Jadzimah bin Nashr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Lu'ay bin Ghalib[5] dan berasal dari kabilah Bani Amir bin Lu'ay.[6] Ia merupakan saudara sepersusuan dari khalifah Utsman bin Affan.[1] Ibunya bernama Muhanah binti Jabir dan berasal dari kabilah al-Asy'ari.[7] Abdullah mempunyai saudara kandung yang bernama Uwais al-Akbar, Uwais al-Ashghar, Iyas, Abu Hindun dan Wahab bin Sa'ad.[8] Wahab bin Sa'ad termasuk dalam golongan sahabat Nabi dan ia terbunuh dalam Pertempuran Mu'tah.[9]

Biografi[sunting | sunting sumber]

Masa Nabi Muhammad[sunting | sunting sumber]

Abdullah bin Sa'd adalah salah seorang di zaman Nabi yang dapat menulis. Maka ketika ia masuk islam, Rasulullah mengundangnya untuk menjadi juru tulis beliau. Nabi menyuruhnya untuk menulis beberapa ayat dari Surat Al-Mu'minun yang saat itu baru diturunkan oleh Allah kepada beliau. Ketika ayat ke-14 didiktekan kepada Abdullah pada bagian "Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain", Abdullah pun mengucapkan rasa takjubnya dengan berkata "Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik." Rasulullah pun berkata, "Benar, seperti yang kau bilang itulah ayat tersebut diturunkan kepadaku." Maka Abdullah pun meragukan kenabian beliau, dan berkata, "Jika Muhammad jujur, maka berarti Allah menurunkan ayatnya kepadaku sebagaimana Allah menurunkan ayat-Nya kepada Muhammad. Dan jika Muhammad berbohong, maka berarti dia mengambil perkataanku (sebagai wahyu)."[3]

Abdullah pun pergi ke Makkah yang saat itu masih belum berhasil dikuasai Nabi Muhammad. Ketika Nabi Muhammad telah mengumpulkan cukup banyak pasukan untuk mengepung Makkah, beliau pun memerintahkan supaya Abdullah bin Sa'd menjadi salah satu orang yang harus dibunuh walaupun dirinya sembunyi di bawah tirai Ka'bah. Namun Abdullah pun mendatangi saudara angkatnya yaitu Utsman bin Affan untuk meminta pertolongan, lalu bersamanya mendatangi Rasulullah untuk memohon ampun. Ketika bertemu dengan mereka berdua, Rasulullah yang ditemani beberapa sahabatnya hanya diam dalam waktu yang lama. Namun setelah keduanya pergi, Rasulullah pun berkata, "Aku diam supaya salah satu dari kalian berdiri dan memenggal kepalanya!" Salah satu orang Anshar lalu berkata, "Lalu mengapa anda tidak memberikan kami kode, wahai Rasulullah?" Beliau pun menjawab bahwa seorang Nabi tidak membunuh dengan memberikan kode.[4]

Setelah Nabi wafat[sunting | sunting sumber]

Setelah Nabi wafat, Abdullah bin Sa'ad ikut serta dalam perang melawan kaum murtad. Kemudian ia ikut dalam pasukan yang dipimpin Amr bin Ash dan ia menjadi pemimpin sayap kanan pasukan dalam rangka menaklukkan Palestina dan Mesir.[1]

Wafat[sunting | sunting sumber]

Setelah khalifah Utsman wafat, Abdullah bin Sa'ad pergi ke kota Asqalan di Palestina. Dia tinggal disana dan memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah. Abdullah bin Sa'ad selalu berdoa kepada Allah agar akhir hidupnya husnul khatimah, ditutup dengan ibadah, yaitu sholat subuh. Ketika waktu shalat subuh tiba, iapun shalat mengimami kaum muslimin. Pada rakaat pertama membaca surah Al-Fatihah dan surah Al-'Adiyat. Setelah rakaat kedua, ia memberikan salam ke kanan, kemudian salam ke kiri, lalu Allah langsung mewafatkannya. Abdullah bin Sa'ad wafat pada tahun 37 H dan dimakamkan di kota Asqalan Palestina.[10][11]

Periwayatan Hadis[sunting | sunting sumber]

Abdullah bin Sa'ad memiliki riwayat hadis dari Nabi. Tokoh yang meriwayatkan hadis darinya adalah Al-Haitsam bin Syufay.[6]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nama asli Abi Sarh adalah Al-Hussam

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Mursi, hlm. 103.
  2. ^ "عياض بن عبد الله بن سعد بن ابي سرح - The Hadith Transmitters Encyclopedia" (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-24. Diakses tanggal 2021-09-15. 
  3. ^ a b Al Wahidi, Ali bin Ahmad. Asbabun Nuzul. hlm. 107. ISBN 9781891785184. 
  4. ^ a b Ibn Ishaq. Sirat Rasul Allah. ISBN 0196360331. 
  5. ^ Al-Kindi. "Kitab al-Walah wa Kitab al-Qudat". al-maktaba.org (dalam bahasa Arab). hlm. 12. 
  6. ^ a b "Siyar A'lam an-Nubala – Abdullah bin Sa'ad" (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-02-19. Diakses tanggal 2021-05-24. 
  7. ^ "Kitab Ath-Thabaqat al-Kubra tha Dar Shadir - hlm 407 - Wahab bin Sa'ad - Al-Maktaba al-Shamela al-Haditha". al-maktaba.org (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-09-16. Diakses tanggal 2021-09-16. 
  8. ^ https://al-maktaba.org/book/2922/414
  9. ^ "وهب بن سعد بن أبي سرح - The Hadith Transmitters Encyclopedia" (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-07-16. Diakses tanggal 2021-07-05. 
  10. ^ Abu Haura Romli, Ahmad (2016). Superhero Islam. Jakarta: Perisai Qur'an. hlm. 1 – 44. 
  11. ^ "Kitab Al-Wafi bil Wafayat" (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-11-04. Diakses tanggal 2021-02-16. 

Sumber[sunting | sunting sumber]