Willem-Alexander dari Belanda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Willem-Alexander
Raja Belanda (gelar lain)
Willem-Alexander saat inaugurasinya sebagai Raja Belanda
Willem-Alexander saat inaugurasinya sebagai Raja Belanda
Raja Belanda
Memerintah 30 April 2013 – sekarang
Pendahulu Beatrix
Pewaris Catharina-Amalia
Perdana Menteri Mark Rutte
Pasangan Máxima Zorreguieta Cerruti (m. 2002)
Anak
Catharina-Amalia, Putri Oranje
Putri Alexia
Putri Ariane
Nama lengkap
Willem-Alexander Claus George Ferdinand
Wangsa Wangsa Orange-Nassau
Wangsa Amsberg
Ayah Claus von Amsberg
Ibu Putri Beatrix
Lahir 27 April 1967 (umur 46)
Utrecht, Belanda
Agama Protestan

Willem-Alexander, (pengucapan Belanda: [ˈʋɪləm ɑlɛˈksɑndər]; Willem-Alexander Claus George Ferdinand; lahir 27 April 1967) adalah penguasa monarki di Kerajaan Belanda, yang terdiri dari negara Belanda, Curaçao, Aruba, dan Sint Maarten. Ia adalah pimpinan Wangsa Amsberg.

Willem-Alexander lahir di Utrecht dan merupakan anak tertua dari Putri Beatrix dan Claus von Amsberg. Ia menjadi Pangeran Oranje dan pewaris takhta Belanda pada tanggal 30 April 1980 setelah ibunya naik takhta. Ia naik takhta pada tanggal 30 April 2013 setelah ibunya mengundurkan diri[1].

Willem-Alexander mengenyam pendidikan di sekolah dasar dan menengah negeri, berdinas di Angkatan Laut Kerajaan Belanda, dan kuliah di jurusan sejarah Universitas Leiden. Ia menikahi Máxima Zorreguieta Cerruti pada tahun 2002 dan dikaruniai tiga anak: Catharina-Amalia, Putri Oranje (lahir 2003), Putri Alexia (lahir 2005), dan Putri Ariane (lahir 2007).

Willem-Alexander tertarik dengan olahraga dan pengelolaan air internasional. Sebelum menjadi Raja Belanda, ia merupakan anggota Komite Olimpiade Internasional (1998–2013),[2] ketua Dewan Penasihat Air untuk Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Belanda (2004–2013),[3] dan ketua Dewan Penasihat Air dan Sanitasi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (2006–2013).[4][5]

Daftar isi

Kehidupan awal [sunting]

Pangeran Willem-Alexander (kiri) saat usia 14 dan adiknya Constantijn pada tahun 1982

Pangeran Willem-Alexander lahir pada tanggal 27 April 1967 di University Medical Center di Utrecht, Belanda. Ia adalah putra pertama dari Ratu Beatrix dari Belanda dan Pangeran Claus dari Belanda,[6] dan merupakan cucu pertama dari Ratu Juliana dari Belanda dan Pangeran Bernhard dari Lippe-Biesterfeld. Sejak lahir, Willem-Alexander memiliki gelar Pangeran Belanda (bahasa Belanda: Prins der Nederlanden), Pangeran Oranye-Nassau (Belanda: Prins van Oranje-Nassau), dan Jonkheer dari Amsberg (Belanda: Jonkheer van Amsberg).[6] Ia dibaptis sebagai anggota dari Gereja Reformasi Belanda[7] pada 2 September 1967[8] di Gereja Saint Jacob di Den Haag.[9] Orangtua baptisnya antara lain Pangeran Bernhard dari Lippe-Biesterfeld, Pangeran Ferdinand von Bismarck, Perdana Menteri Jelle Zijlstra, dan Ratu Margrethe II dari Denmark.[8]

Pangeran memiliki dua adik, yakni Pangeran Friso dari Oranye-Nassau yang lahir pada tahun 1968, dan Pangeran Constantijn dari Belanda yang lahir pada tahun 1969. Ia tinggal bersama keluarganya di kastil Drakesteijn di desa Lage Vuursche dekat Baarn, sejak ia lahir sampai tahun 1981, sampai mereka pindah ke istana Huis ten Bosch di Den Haag. Ibunya, Beatrix menjadi Ratu Belanda pada tahun 1980, setelah neneknya, Juliana, turun tahta. Dia kemudian menerima gelar turun-temurun Pangeran Oranye, sebagai pewaris takhta Kerajaan Belanda[6] yang terdiri dari negara-negara otonom Belanda, Aruba, Curaçao dan Sint Maarten.

Pendidikan dan pelatihan militer [sunting]

Pangeran Willem-Alexander mengikuti Sekolah Dasar Nieuwe Baarnse di Baarn pada tahun 1973-1979. Lalu ia melanjutkan ke tiga sekolah menengah yang berbeda: Lyceum Baarns di Baarn pada tahun 1979-1981, Eerste Vrijzinnig Christelijk Lyceum di Den Haag pada tahun 1981-1983, dan Atlantic College di Wales (1983-1985).[6][10]

Setelah lulus sekolah menengah, ia melakukan dinas militer di Angkatan Laut Kerajaan Belanda dari Agustus 1985 sampai Januari 1987. Dia menerima pelatihan di Koninklijk Instituut voor de Marine. Pada tahun 1988, ia menerima pelatihan tambahan di kapal HNLMS Van Kinsbergen dan menjadi seorang letnan (tingkat junior).[11]

Dari tahun 1987, Pangeran Willem-Alexander mempelajari sejarah di Universitas Leiden dan menerima gelar akademis pada tahun 1993. Disertasi akhirnya mengenai respon Belanda atas keputusan Perancis di bawah Presiden Charles de Gaulle untuk meninggalkan struktur komando NATO yang terintegrasi.[6]

Pekerjaan dan tugas kerajaan [sunting]

Raja Willem-Alexander mengambil sumpah pada 30 April 2013

Pangeran Willem-Alexander lebih tertarik pada masalah pengelolaan air. Ia adalah anggota kehormatan dari Komisi Dunia tentang Air untuk Abad ke-21 dan pendukung Kemitraan Air Global, badan yang dibentuk oleh Bank Dunia, PBB, dan Kementerian Pembangunan Swedia. Ia juga diangkat sebagai Ketua Dewan Penasihat Sekretaris Jenderal PBB tentang Air dan Sanitasi pada tanggal 12 Desember 2006.

Pangeran adalah anggota dari Raad van State, dewan tertinggi pemerintahan Belanda yang diketuai oleh ibunya, Ratu Beatrix. Sebagai bagian dari tugas kerajaan, ia memegang komisi di Angkatan Darat Belanda (sebagai brigadir), Angkatan Laut (sebagai komandan) dan Angkatan Udara (sebagai komodor).

Ia adalah pendukung Komite Olimpiade Belanda hingga 1998 saat ia diangkat menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC). Untuk merayakan ulang tahun ke-100 Olimpiade Musim Panas 1928 yang diadakan di Amsterdam, ia telah menyatakan dukungannya dengan mengajukan tawaran untuk Olimpiade Musim Panas 2028.[12]

Kegiatan waktu luang [sunting]

Pangeran adalah seorang pilot pesawat dan olahragawan. Pada tahun 1989, Pangeran terbang sebagai seorang relawan untuk Yayasan Pendidikan dan Penelitian Medis Afrika (AMREF) di Kenya. Untuk memastikan jam terbangnya cukup selama setahun untuk mempertahankan lisensi, ia juga secara teratur menerbangkan pesawat kerajaan Belanda ketika ia dan perjalanan keluarganya pergi ke luar negeri.

Dengan menggunakan nama "W.A. van Buren", salah satu nama keluarga yang kurang terkenal dari Wangsa Oranye-Nassau, ia berpartisipasi dalam New York City Marathon, tempat dimana bibinya, Putri Christina, dan beberapa sepupunya tinggal. Di Belanda, ia adalah peserta dalam maraton seluncur es Elfstedentocht.

Pangeran terlihat sedang menyoraki tim nasional sepak bola Belanda selama menjadi tuan rumah Euro 2000 dan selalu mengenakan rompi oranye. Ia tertawa gugup dan tak percaya saat Belanda gagal mengeksekusi penalti kedua dalam waktu normal melawan Italia di semi-final.

Pangeran Willem-Alexander dan istrinya pergi ke Afrika Selatan untuk mendukung tim nasional selama Piala Dunia FIFA 2010, dan ditayangkan di televisi seluruh dunia sedang mengenakan pakaian bertema oranye.[13]

Pernikahan [sunting]

Pangeran Willem-Alexander dan Putri Máxima sedang berciuman di balkon Istana Amsterdam pada hari pernikahan mereka pada tahun 2002
Pangeran Willem-Alexander dan Putri Máxima bertemu Michelle Obama, Susan Sher, Barack Obama, dan Fay Hartog-Levin di Gedung Putih pada tahun 2009

Pada tanggal 2 Februari 2002, ia menikahi Máxima Zorreguieta Cerruti (lahir 17 Mei 1971) di Beurs van Berlage, Amsterdam. Máxima adalah seorang wanita Argentina keturunan Spanyol dan Italia yang sebelum pernikahan mereka, ia bekerja sebagai seorang bankir investasi di Kota New York. Pernikahan mereka memicu kontroversi yang signifikan karena sebelumnya, ayah pengantin wanita berperan dalam kediktatoran militer Argentina.

Pangeran adalah keturunan langsung dari Anne, Putri Kerajaan dan Putri Oranye, putri sulung dari Raja George II dari Britania Raya. Namun, di bawah Undang-Undang Kedudukan Inggris, Pangeran Willem-Alexander menyerahkan hak (jauh)nya atas suksesi tahta Kerajaan Inggris, karena ia menikah dengan seorang Katolik Roma.

Anak [sunting]

Gelar, penghargaan dan lambang [sunting]

Monogram Kerajaan

Gelar [sunting]

  • Yang Mulia Pangeran Willem-Alexander dari Belanda, Pangeran Oranye-Nassau, Jonkheer van Amsberg (1967-1980)
  • Yang Mulia Willem-Alexander, Pangeran Oranye, Pangeran Belanda, Pangeran Orange-Nassau, Jonkheer van Amsberg (1980-2013)
  • Yang Mulia Raja Belanda (sejak 2013)

Ketika ibunya, Ratu Beatrix, menjadi ratu Belanda, Pangeran Willem-Alexander memperoleh gelar "Pangeran Oranye" sebagai pewaris tahta baru Belanda. Dia secara resmi bergaya sebagai Yang Mulia Pangeran Oranye.[14]

Ia adalah pewaris pria pertama bagi tahta Belanda sejak Pangeran Alexander, putra dari Raja William III, yang meninggal pada tahun 1884. Pangeran Willem-Alexander telah mengindikasikan apabila ia menggantikan ibunya, ia akan mengasumsi tahta di bawah nama kekuasaan William IV.[15] Jika ia naik tahta, ia akan menjadi raja laki-laki pertama Belanda sejak tahun 1890.

Pangkat militer [sunting]

Pangeran Oranye dalam seragam Komodor (angkatan laut) saat Pernikahan Putri Makota Swedia dengan Daniel Westling pada Juni 2010.
Pangeran Oranye berseragam Brigadir Jenderal (tentara) pada tahun 2010
Wajib militer - Angkatan Laut Kerajaan Belanda
  • Ensign (Agustus 1985 - Januari 1987)
  • Letnan (kelas junior) (1988)
Angkatan Laut Kerajaan Belanda - Cadangan
  • Letnan (1988-1995)
  • Letnan Komandan (1995-1997)
  • Komandan (1997-2001)
  • Kapten di Laut (2001-2005)
  • Komodor (sejak 27 April 2005)
Angkatan Udara Kerajaan Belanda - Cadangan
  • Pemimpin Skuadron (1995-2005)
  • Komodor Udara (sejak 27 April 2005)
Tentara Kerajaan Belanda - Cadangan
  • Mayor, Pasukan Khusus dan Pengawal Pemburu Resimen (1995-1997)
  • Letnan Kolonel (1997-2001)
  • Kolonel (2001-2005)
  • Brigadir Jenderal (sejak 27 April 2005)
Marechaussee Kerajaan - Cadangan
  • Brigadir Jenderal (sejak 27 April 2005)

Lambang [sunting]

Leluhur [sunting]

Referensi [sunting]

  1. ^ Artikel:"Willem-Alexander, Raja Belanda pertama dalam 120 tahun" di www.bbc.co.uk/indonesia.
  2. ^ Dutch Crown Prince quits IOC in preparation to become king, Sports Illustrated, 2013. Retrieved on 2013-04-19.
  3. ^ (Belanda) Prins Willem-Alexander neemt afscheid van Adviescommissie Water, de Volkskrant, 2013. Retrieved on 2013-04-19.
  4. ^ Who We Are, United Nations Secretary-General's Advisory Board on Water and Sanitation. Retrieved on 2013-04-19.
  5. ^ (Belanda) Willem-Alexander neemt afscheid als 'waterprins', Trouw, 2013. Retrieved on 2013-04-19.
  6. ^ a b c d e Pangeran Oranye. Wangsa Belanda. Diakses pada 19 Juli 2007.
  7. ^ Doop Willem-Alexander. Nederlandse Omroep Stichting. Diakses pada 13 Desember 2009.
  8. ^ a b 40 meest gestelde vragen. Wangsa Belanda. Diakses pada 13 Desember 2009.
  9. ^ Doopplechtigheid Prins Willem-Alexander in Sint Jacobskerk. Radio Netherlands Worldwide. Diakses pada 13 Desember 2009.
  10. ^ Z.K.H. prins Willem Alexander Claus George Ferdinand, prins van Oranje, prins der Nederlanden, prins van Oranje-Nassau, jonkheer van Amsberg (Willem-Alexander, Alexander). Parlement.com. Diakses pada 10 Februari 2010.
  11. ^ Karir militer. Wangsa Belanda. Diakses pada 17 Desember 2009.
  12. ^ Netherlands May Bid For 2028 Games – Website Gamesbids.com
  13. ^ FIFA World Cup Broadcast, CBC Television, Netherlands vs. Uruguay, Tuesday, July 6, 2010.
  14. ^ Who's who: The Prince of Orange – Official website of the Dutch Royal House
  15. ^ Interview with Paul Witteman, September 1997 – Website Racchvs.com

Pranala luar [sunting]

Willem-Alexander dari Belanda
Cabang kadet Wangsa Amsberg
Lahir: 27 April 1967
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Beatrix
Raja Belanda
2013-sekarang
Petahana
Pewaris takhta:
Catharina-Amalia
Belanda
Lowong
Terakhir dijabat oleh
Alexander
Pangeran Oranye
1980–2013
Digantikan oleh:
Catharina-Amalia
Hanya gelar saja
Didahului oleh:
Pangeran Claus dari Belanda
— TITULAR —
Pemimpin Wangsa Amsberg
2002–sekarang
Petahana
Penerus:
Pangeran Friso dari Oranye-Nassau