Surpanaka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Surpanaka
Laksmana melukai hidung Surpanaka dengan pedangnya. Lukisan dari India, dibuat sekitar abad ke-19.
Laksmana melukai hidung Surpanaka dengan pedangnya. Lukisan dari India, dibuat sekitar abad ke-19.
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama Surpanaka
Nama lain Sarpakenaka
Asal Kerajaan Alengka
Golongan Rakshasi

Surpanaka (atau Bahasa Indonesia: Sarpanaka, Bahasa Jawa: Sarpakenaka) adalah tokoh antagonis dari wiracarita Ramayana. Ia adalah adik kandung Rahwana, dan merupakan seorang rakshasi atau rakshasa wanita. Ia tinggal di Yanasthana, pos perbatasan para rakshasa di Chitrakuta. Nama Surpanaka dalam bahasa Sanskerta berarti "(Dia) Yang memiliki kuku jari yang tajam".

Saat Surpanaka melewati hutan, ia senang melihat Rama dan ingin dinikahinya. Dengan mengubah wujudnya yang jelek menjadi seorang wanita cantik, ia mulai mendekati Rama dan meminta untuk dinikahi. Rama menolak karena ia melaksanakan Eka patnivrataa atau menikah hanya sekali. Kemudian Rama menyuruh Surpanaka agar merayu Laksmana yang lebih tampan. Setelah meninggalkan Rama, ia berusaha menggoda Laksmana. Tetapi cintanya ditolak karena Laksmana berkata bahwa ia adalah pelayan kakaknya, dan lebih baik apabila Surpanaka menjadi istri kedua Rama dibandingkan menjadi istri pertama Laksmana. Surpanaka yang mulai kesal, berusaha mencakar Sita yang memandangnya dengan sinis. Lalu Rama melindungi Sita sementara Laksmana mengambil pedangnya. Saat Surpanaka menyerang Laksmana, pedang Laksmana melukai hidung rakshasi tersebut. Akhirnya Surpanaka lari dan mengadu kepada Kara. Setelah Kara tewas di tangan Rama, ia memprovokasi Rahwana.

Surpanaka versi pewayangan Jawa[sunting | sunting sumber]

Dalam pewayangan Jawa, terdapat versi berbeda mengenai cerita Surpanaka saat dilukai di tengah hutan. Surpanaka tidak menemui Rama, namun langsung menggoda Laksmana. Namun Laksmana menolak Surpanaka karena baunya agak amis bagi seorang wanita cantik. Lalu ia marah dan hidungnya dilukai oleh Laksmana. Akhirnya Surpanaka lari ke Alengka untuk memprovokasi kakaknya yang bernama Rahwana, sampai menculik Dewi Sita.

Ciri-ciri[sunting | sunting sumber]

  • Mukanya tua dan jelek, berperut gendut dan bermata juling
  • Rambutnya panjang terurai tapi kaku seperti ijuk
  • Suaranya keras, sifatnya jahat dan penuh tipu daya
  • Ia memiliki kepribadian yang kasar dan nakal
  • Dadanya menonjol tajam, seperti rakshasi pada umumnya