Kara (Ramayana)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kara
खरा
Rama merubuhkan Kara dengan panah
Rama merubuhkan Kara dengan panah
Tokoh dalam mitologi Hindu
Nama Kara
Ejaan Dewanagari खरा
Ejaan IAST Kharā
Asal Kerajaan Alengka
Golongan Rakshasa
Senjata Panah, gada
Anak Makaraksa

Kara (Dewanagari: खरा,IASTKharā, खरा) adalah raksasa pemakan manusia dalam wiracarita Ramayana. Ia merupakan adik sepupu Rahwana. Ia menghuni pos penjagaan raksasa di Citrakuta yang bernama Janasthan atau Yanasthana. Makanannya sehari-hari adalah daging manusia, khususnya para resi yang menghuni daerah sekitar Citrakuta. Bersama dengan Dusana dan Trisirah, ia meneror hutan Dandaka. Konon angkatan perangnya tak tertandingi dan selalu memenangkan pertempuran.

Saat Laksmana melukai Surpanaka, Surpanaka lari mengadu kepada Kara dan menceritakan keberadaan Rama dan Laksmana beserta wanita cantik bernama Sita. Kara marah setelah mendengar pengaduan Surpanaka, kemudian ia mengerahkan empat belas laskarnya yang terbaik bersama Surpanaka untuk membunuh Rama dan Laksmana. Namun prajurit terbaik yang dikerahkan Kara tidak mampu menandingi Rama. Setelah Rama berhasil menumpas para prajurit raksasa, Surpanaka kembali lagi ke hadapan Kara dan menceritakan kegagalannya. Akhirnya Kara memutuskan untuk terjun ke medan perang bersama raksasa terbaiknya seperti Dusana dan Trisirah. Sepanjang perjalanan Kara dan pasukannya melihat tanda-tanda buruk bahwa mereka akan kalah, namun Kara tidak menghiraukannya dan memberi semangat kepada para prajuritnya.

Rama yang melihat pasukan raksasa sedang menuju ke arahnya, menyuruh Laksmana agar mengungsi bersama Sita. Di tangan Rama, Dusana dan Trisirah tewas tak berkutik. Saat Kara hendak memanah, terlebih dahulu Rama mematahkan busurnya menjadi dua. Kemudian Kara mengambil gada dan melemparkannya ke arah Rama. Oleh panah sakti, gada tersebut pecah berkeping-keping. Lalu Kara mencabut pohon besar sampai ke akar-akarnya dan melemparkannya ke arah Rama, namun Rama menghancurkan pohon tersebut dengan panahnya. Dengan tubuh luka-luka, Kara hendak menyergap Rama. Dengan sigap, Rama melompat ke belakang dan tanpa membuang-buang waktu, ia melepaskan panahnya ke arah Kara. Panah tersebut mengenai Kara sehingga ia tewas.

Kara memiliki putera bernama Makaraksa. Puteranya tersebut turut bertempur melawan Rama saat tentara wanara menyerbu Alengka, namun ia gugur di tangan Rama.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]