Payudara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Payudara
Breastfeeding infant.jpg
Seorang bayi tengah disusui dengan payudara
200px-Illu breast anatomy.jpg
Susunan organ tubuh payudara manusia
Latin Mamma
Arteri Arteri torakalis interna
Vena Vena torakalis interna

Payudara (bahasa Latin: mamma) adalah organ tubuh bagian atas dada dari spesies mamalia, termasuk manusia. Berbeda dengan yang jantan, payudara mamalia betina memiliki kelenjar susu yang berfungsi untuk memompa susu bagi bayinya.

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Menyusui[sunting | sunting sumber]

Fungsi utama dari kelenjar susu adalah memberikan nutrisi dalam bentuk air susu bagi bayi atau balita. Proses pemberian air susu ini dinamakan menyusui. Meskipun kelenjar yang menghasilkan air susu juga terdapat pada pria, normalnya kelenjar susu tersebut tetap tidak berkembang sempurna.

Peranan seksual[sunting | sunting sumber]

Payudara memegang peranan penting dalam kebiasaan seksual manusia. Payudara merupakan salah satu karakteristik seks sekunder dan memegang peranan penting dalam daya tarik seksual pada partnernya, dan kesenangan individual. Payudara juga merupakan bagian tubuh wanita yang paling lama dilihat oleh lawan jenisnya.

Payudara juga merupakan bagian tubuh wanita yang membuat pria tergoda dan merupakan daya tarik seksual seorang wanita. Bila wanita memiliki payudara seksi dan indah, tentunya mereka akan bangga. Payudara juga menjadi daya tarik seksual laki-laki yang melihat bentuknya (sex appeal). Maka, penting sekali untuk merawat keindahan payudara. Salah satu cara untuk merawat keindahan payudara adalah dengan mengenakan beha.

Payudara yang indah dan terawat sangat berperan dalam menjaga durasi dalam berhubungan intim, dikarenakan payudara itu sendiri memiliki daya tarik yang sangat tinggi.

Fungsi lain[sunting | sunting sumber]

Para ahli menyatakan bahwa tidak ada payudara pada makhluk hidup lain yang berjenis kelamin betina selain pada manusia yang memiliki besar yang bervariasi, relatif terhadap seluruh bagian tubuh, ketika tidak menyusui manusia adalah satu-satunya primata yang memiliki payudara yang menggelembung setiap saat. Hal ini mengindikasikan bahwa bentuk luar dari payudara terhubung dengan faktor-faktor lain selain menyusui.

Sebuah teori didasarkan pada sebuah fakta bahwa tidak seperti hampir semua primata, manusia yang berjenis kelamin perempuan tidak memberikan pandangan fisik yang jelas atas terjadinya ovulasi. Ini dapat berakibat secara perlahan pada manusia yang berjenis kelamin pria untuk berevolusi demi merespon tanda-tanda yang lebih jelas terhadap adanya ovulasi. Selain itu payudara yang besar juga dapat sebagai alat bantu masturbasi pria, ini menimbulkan sensasi yang sangat luar biasa, baik bagi penis pria itu ataupun wanita itu sendiri.

Ukuran payudara[sunting | sunting sumber]

Bra berfungsi untuk menyangga dan merawat payudara.

Banyak wanita mengidamkan payudara yang indah dan besar. Karena itu tidak sedikit wanita yang ingin memperbesar atau mengencangakan payudaranya baik dengan cara alami maupun yg instan.

Tetapi, ada beberapa keuntungan dari payudara berukuran kecil yaitu:

  • Bebas berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya tanpa mengkhawatirkan guncangan-guncangan yang terasa tidak nyaman di bagian torso maupun pada bra.
  • Tidak akan khawatir payudara akan menurun dan mengendur, bahkan setelah memiliki anak.
  • Tidak risih ketika harus berdesakan dengan orang-orang lain di dalam bus kota atau kereta api dalam kota. Risiko bersinggungan dengan tubuh orang lain pun dapat diminimalisir.
  • Tidak mengalami sakit punggung karena menahan payudara yang berat. Dan bebas dari rasa sakit akibat tali bra yang mengikat punggung dan pundak.
  • Bisa tidur telungkup tanpa merasakan ketidaknyamanan di bagian dada. Ketika berbalik untuk kembali telentang, kedua payudara akan kembali ke tempat di mana seharusnya, dan bukannya "terjatuh" ke samping kiri dan kanan.
  • Tidak akan mengalami kesulitan mencari pakaian atasan yang pas, karena bagian dada bisa dikancingkan dengan mudah.
  • Tidak perlu sering-sering memakai bra. Ini bisa mengurangi rasa sakit akibat kawat pada bra yang berfungsi menyangga payudara. Bahkan mungkin tidak memerlukan bra yang menggunakan kawat.
  • Tidak semua pria menyukai wanita dengan payudara besar. Pria kebanyakan akan menyukai payudara yang berukuran sedang, namun bagi wanita yang payudaranya berukuran mini pun tak perlu khawatir.
  • Terhindar dari tatapan nakal para pria yang dijumpai di masyarakat luar. Jadi, ketika berbicara dengan rekan sekantor atau klien, pria akan langsung menatap mata, bukan bagian tubuh yang lain.
  • Mudah dalam mendeteksi kanker payudara karena benjolan akan langsung dapat terasa. Karena sel kanker tidak "terkubur" di dalam lemak payudara.

Beberapa faktor yang menyebabkan perubahan pada bentuk payudara beserta solusinya, yakni:

  1. Usia
    Ligament cooper (urat yang mempertahankan bentuk payudara) pasti akan melemah seiring dengan bertambahnya usia. Sebagian besar payudara terdiri dari lemak, kelenjar, dan saluran akan mengendur. Karena payudara adalah organ yang sangat dinamis dan elastis dari tubuh manusia. Melakukan pijat secara teratur bisa mencegah pengenduran payudara. Hal ini karena pijat memiliki kemampuan untuk merangsang aliran darah ke daerah tersebut, sehingga membuat payudara tetap kencang.
  2. Kehamilan
    Selama dalam masa hamil ada beberapa perubahan dalam ukuran payudara dan sebagian besar perubahan ini menjadi permanen. Payudara akan naik dan menunjukkan pembesaran ukuran karena tubuh bersiap-siap agar ibu dapat menyusui bayinya setelah lahir.
  3. Menstruasi
    Ukuran payudara akan sedikit mengalami perubahan selama siklus menstruasi. Perubahan ukuran dari payudara ini biasanya disertai dengan perubahan bentuk puting dan terkadang ada benjolan di sekitar payudara. Perubahan ini disebabakan oleh hormon progesteron.
  4. Keturunan
    Faktor keturunan memainkan peranan cukup besar dalam menentukan ukuran payudara. Biasanya hal ini ditentukan dari ukuran payudara sang ibu. Tapi tidak semua anak memiliki ukuran payudara yang sama dengan ibunya, karena faktor lain juga turut mempengaruhi termasuk dari genetika ayah.
  5. Olahraga
    Olahraga dapat mempengaruhi ukuran payudara. Salah satunya adalah bentuk latihan yang bekerja langsung terhadap otot dada yang mendasari jaringan payudara, dan membantu mengencangkan payudara. Selain itu yoga dan terapi Ayurvedic juga mempengaruhi ukuran payudara. Dengan melakukan beberapa olahraga untuk payudara, maka otot dada akan dibangun sehingga membuat payudara terlihat lebih membusung dan naik. Olahraga yang bisa dilakukan untuk membuat payudara tetap sehat adalah jogging, berenang, tenis, bersepeda dan juga memanjat. Selain itu, push up yang masing-masing dilakukan dengan barbel, bangku atau mesin juga bisa menguatkan otot dada.
  6. Makanan
    Beberapa makanan mengandung zat tertentu yang dapat meningkatkan ukuran payudara. Sebut saja kedelai, ginseng, akar dandelion, dan semua biji-bijian. Karenanya, beberapa wanita yang sering mengonsumsi makanan ini kemungkinan memiliki payudara yang lebih besar.
  7. Bra
    Menggunakan bra yang sesuai dapat memberikan dukungan yang tepat untuk payudara. Bra dengan ukuran pas harus bergerak sesuai dengan gerakan pemakai tanpa ada tali yang terlepas. Jika sejak muda sudah menggunakan bra yang tepat, maka payudara akan tumbuh dengan baik. Selain menopang payudara, terdapat juga bra yang berfungsi sebagai pengencang dan pembesar payudara.
  8. Rokok
    Selain membahayakan kesehatan secara keseluruhan, nikotin yang terdapat dalam rokok juga dapat mempercepat proses penuaan dan merusak elastisitas kulit. Tak hanya kulit wajah saja, tetapi nikotin juga dapat mengendurkan kulit pada payudara.
  9. Aktivitas Seksual
    Selama kegiatan seksual berlangsung, payudara seringkali "dimainkan" sehingga lama-kelamaan akan mengendur (melorot) dan menjadi tidak elastis lagi (lembek).

Perawatan[sunting | sunting sumber]

Payudara pra-operasi (kiri) dan pasca-operasi (kanan).

Tips agar payudara sehat dan terlihat indah, antara lain:

  • Sebelum membeli beha, sebaiknya ukur dulu lingkar dada dengan pita pengukur agar beha yang akan dipakai terasa nyaman.[1]
  • Pemijatan payudara secara teratur akan menjaga elastisitas dan merangsang pertumbuhan payudara.
  • Pastikan beha yang dikenakan sudah pas yaitu saat tali bagian tengah beha menempel pada kulit sehingga penyangga (kawat beha) berfungsi dengan baik.[1]
  • Pastikan beha tidak mengakibatkan tumpukan lemak di belakang punggung karerna selain menimbulkan ketidaknyamanan, hal itu akan menggangu penampilan punggung ketika mengenakan pakaian yang tidak menutupi punggung.[1]
  • Rajin berolahraga terutama berenang dapat membantu mengencangkan payudara.[2]
  • Beha jenis push-up dapat membuat payudara terlihat lebih berisi.[1]
  • Cek payudara agar tidak keluar dari cup beha sekaligus pastikan tidak ada ruang yang tersisa agar payudara dapat tertopang secara sempurna.[1]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]