Beha

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Beha berwarna putih yang dikenakan oleh seorang gadis Jepang.

Beha adalah pakaian dalam yang digunakan manusia berjenis kelamin perempuan. Beha dipakai oleh perempuan yang telah memiliki payudara yang telah matang. Beha juga ditulis dengan BH atau biasa juga disebut kutang atau bra. Beha atau yang disingkat dengan BH merupakan kependekan dari kata Belanda, yakni Buste Houder, yang diserap dalam bahasa Indonesia cuma singkatannya saja. Nama populernya di Indonesia adalah kutang. Namun sekarang ini kata bra sudah mulai menggeser kata "beha" ini, kata yang berasal dari bahasa Prancis, brassiere dan diterima dalam bahasa Indonesia melalui bahasa Inggris.


Fungsi[sunting | sunting sumber]

Beha berfungsi untuk mencegah payudara menjadi kendur, menjaga kekencangan payudara, dan menutupi payudara itu sendiri. Seiring dengan berjalanya waktu, beberapa produk beha juga menambahkan fungsi beha yaitu untuk memperbesar dan mengencangkan payudara si pemakai dan berbagai macam fungsi lainnya. Sekarang telah beredar produk-pruduk beha yang dapat memperbesar payudara atau memperbaiki struktur payudara. Beha juga menjaga agar jaringan lemak payudara tidak menyebar kemana-mana terutama ke bagian perut karena jika tidak maka tubuh akan terlihat melar dan gemuk.

Masalah Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Nyeri punggung merupakan salah satu akibat dari salah memilih bra.

Banyak wanita tidak menyadari bahwa jika menggunakan beha yang tidak sesuai akan berakibat timbulnya rasa pegal di punggung, wanita mengira ini merupakan gejala masuk angin tapi sebenarnya ini merupakan tanda wanita menderita sakit punggung. Gejala penyakit ini timbul apabila ada rasa nyeri maupun pegal dipunggung karena menyerang saraf punggung. Penyakit ini bisa terjadi jika wanita salah dalam penggunaan ukuran beha yang tidak mendukung pada payudara. Jika hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangani bukan saja pegal di punggung yang terasa, malah dalam kasus yang paling parah harus dioperasi.[1]

Mitos yang beredar bahwa menggunakan beha saat tidur bisa membantu payudara tumbuh besar ternyata tidaklah benar. Pada saat tidur, beha sebaiknya dilepaskan karena otot, kelenjar dan organ penting di payudara juga butuh waktu untuk istirahat, ini sangat penting apalagi bagi wanita sibuk bekerja di luar rumah dimana wanita akan mengenakan beha hampir seharian penuh.[1]

Ukuran beha setiap wanita dapat berbeda-beda. Untuk wanita yang memiliki ukuran payudara yang besar, sangat dianjurkan menggunakan beha yang dilengkapi kawat dan busa dengan ukuran cup B/C, Hal ini sangat dianjurkan sekali untuk meminimalkan risiko punggung membungkuk yang sering terjadi pada wanita yang memiliki payudara besar. Karena jika wanita tidak menggunakan beha yang sesuai, beha tersebut tidak akan mampu bekerja dengan baik untuk menopang bobot payudara.[1] Sebaiknya pilih beha yang paling sesuai dengan ukuran payudara, khususnya bagi wanita menyusui.

Sekitar 80 persen kaum perempuan mengenakan beha dengan ukuran yang salah. Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa beha yang dikenakan berukuran salah di antaranya adalah pengait beha yang dikenakan melukai kulit, buah dada menonjol keluar dari cup, cup beha menjauh dari ujung atas beha, atau kawat bawah tidak berada tepat pada tulang dada.[2]

Selain masalah punggung, efek samping akibat memakai bra yang salah (terlalu ketat) adalah kesulitan bernafas. Bila beha terlalu kencang atau jika kawat pengait tidak pas berada pada tulang dada, pemakai bisa kesulitan bernafas. Beha yang tidak pas juga bisa menyebabkan pemakai sulit mencerna makanan. Sebab, ketatnya beha dapat menghalangi aliran masakan yang masuk pada sistem pencernaan. Beha yang terlalu kencang juga bisa menyebabkan nyeri punggung dan mengganggu pergerakan. Selain itu, beha juga bisa menyebabkan terbatasnya sirkulasi darah dan oksigen ke bagian tertentu dari tubuh. Selain membuat tidak nyaman, kondisi ini juga bisa menyebabkan masalah lanjutan, misalnya nyeri dada. Masalah lainnya adalah ukuran dada yang tidak pas bisa juga menyebabkan kanker payudara. Karena beha tersebut akan menghalangi aliran limfa ke dada. Kondisi ini bisa meningkatkan kadar toksin ke buah dada, yang akhirnya menyebabkan kanker. Risiko lainnya adalah sakit kepala. Ketatnya bra yang akan mengkalangi aliran darah plus oksigen. Inilah yang bisa menyebabkan Anda merasa sakit kepala.[2]

Cara pemilihan[sunting | sunting sumber]

Beha adalah pakaian dalam yang wajib dan selalu dipakai oleh seorang perempuan. Meskipun memakai beha adalah pekerjaan rutin dan merupakan hal yang sepele, namun tidak sedikit perempuan yang belum memahami bagaimana menggunakan beha dengan baik dan benar.[3]

Mengenakan beha dengan baik dan benar selain berguna untuk memperbaiki penampilan juga penting buat kenyamanan dan kesehatan. Bra yang baik juga akan meningkatkan kepercayaan diri dan suasana hati. Disamping itu, bra yang baik juga akan membantu membentuk postur tubuh sehingga akan tubuh tampak lebih langsing dan seksi. Membeli beha dengan kualitas yang baik juga akan lebih hemat sebab beha tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.[3]

Saat memilih beha, pastikan tali bahunya dapat ditarik semaksimal mungkin dan cup-nya dipaskan dengan payudara. Selanjutnya kaitkan pengait payudara pada kaitan tengah dan kenakan tali bahunya. Sesuaikan payudara pada cup bra sedemikian rupa menggunakan kedua tangan dan jangan sampai ada bagian yang terjepit atau longgar. Selanjutnya, eratkan tali bahu dengan hati hati sehingga terpakai dengan pas dan jangan sampai menyakiti kulit.[3]

Ada beberapa tanda yang menunjukan bahwa suatu bra tidak cocok. Misalnya, adanya garis merah pada bahu dan punggung saat tali bahu dikencangkan. Hal ini karena beha tersebut terlalu kecil sehingga kesempitan. Sedangkan bila cup atau tali bahunya selalu berubah posisi maka kemungkinan ukurannya kebesaran. Pastikan juga bahwa cup bra tidak menutupi seluruh payudara atau cukup setengahnya saja sehingga akan tampak lebih menarik dan mampu menunjang payudara dengan lebih baik.[3]

Cara perawatan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat bra (dan jangan lupa untuk memperhatikan jenis bahan bra, lihat petunjuk yang tertera pada label bra):[4]

  • Mencuci yang paling ideal adalah mencuci bra dengan tangan menggunakan, sebaiknya gunakan air dingin atau agak hangat, tetapi bukan air panas, dan deterjen yang netral.
  • Disarankan untuk menggunakan sabun cuci cair yang lembut.
  • Gunakan deterjen secukupnya, karena jika berlebihan dapat merusak bra.
  • Jangan langsung menuangkan deterjen langsung ke bra, karena warna bahan bisa rusak.
  • Campurkan deterjen ke dalam air hangat (30 C sampai 40 C) sebelum mencuci bra.
  • Gunakan net spesial untuk bra bila harus mencuci dengan mesin cuci.
  • Bra dengan renda harus dicuci dengan tangan.
  • Pisahkan bra berwarna terang dengan warna lainnya, termasuk bra berwarna gelap.
  • Untuk menghindari adanya kerutan pada bra, tepuk secara lembut cup bra di telapak tangan.
  • Jemurlah bra pada tempat yang teduh. Posisi menjemur bra harus seperti posisi disaat kita memakainya
  • Bra tidak perlu disetrika. Bila terpaksa, setrikalah dengan menggunakan temperatur rendah dan dilapisi dengan kain.
  • Bra yang terbuat dari silikon harus dikeringkan dengan menggunakan handuk dan diletakkan mendatar.

Desain Mekanikal[sunting | sunting sumber]

Desainer bra dapat menyamakan rancangan bra untuk membangun jembatan, karena kekuatan dan mekanismenya serupa. Sama seperti jembatan yang dipengaruhi oleh gerakan vertikal dan horizontal akibat rotasi bumi dan angin, kekuatan yang mempengaruhi desain bra meliputi gravitasi dan kadang-kadang kekuatan tangensial yang terjadi ketika seorang wanita berjalan atau membalikkan tubuhnya.[5] "Banyak tantangan untuk menyesuaikan dan menopang sebuah massa semi padat dengan beragam volume dan bentuk, hal tersebut mirip seperti payudara wanita dengan prinsip yang sama, menyangkut desain yang sebanding dengan membangun jembatan atau bahkan gedung pencakar langit".[5]

Jenis beha[sunting | sunting sumber]

Dikembangkan di akhir abad ke-19, ikon feminisme ini menjadi simbol kedewasaan seorang gadis. Beha tidak hanya menutup, menopang dan mengangkat payudara saja, namun juga memberi ciri khas pada pemakainya. Bingkai dan tingkat lingkupan beha cukup bervariasi baik dari gaya, model, fungsi, dan penampilannya. Penting untuk mengetahui tipe beha sehingga beha tersebut tepat untuk bentuk payudara, ukuran payudara, waktu pemakaian, juga tepat sebagai perlindungan kesehatan payudara. Berikut ini adalah 29 jenis beha yang biasa ditemukan:[6]

  • Adhesive Bra
    Beha ini menempel dan terlihat menyatu dengan payudara. Tidak ada kain lingkar dada dan tali bahu. Memiliki daya topang kecil terhadap payudara. Beha tipe ini cocok ketika mengenakan baju yang bergaya backless (punggung tidak tertutup) dan strapless (tanpa tali bahu). Terdapat dua tipe. Pertama, tipe sekali pakai yang terbuat dari kertas dengan perekat kuat. Kedua, tipe pakai berulang berbahan silicon yang dapat dicuci dan dipakai kembali.
  • Bandeau Bra
    Beha ini terbuat dari kain dan berbentuk sederhana, untuk menutup payudara. Beha tipe ini memberi daya topang kecil pada payudara dan tidak sepenuhnya mendukung bentuk payudara.
  • Belly Dance Bra
    Asumsi umum mengatakan bahwa ukuran beha belly dancing (tari perut) sama dengan ukuran beha normal. Contohnya, jika payudara seseorang berukuran 32C anda dapat mengenakan beha tari perut ini dengan ukuran 34B. Dengan sedikit penyesuaian, beha ini cukup nyaman dipakai.
  • Bridal Bra/Corset
    Korset atau beha khusus pengantin harus mampu membentuk badan bagian atas wanita agar pas dengan gaun pengantinnya. Sebagai tambahan, beha ini akan memperbaiki kesan postur tubuh wanita yang mengenakannya. Dibandingkan dengan beha tipe bertali pundak, korset ini lebih nyaman digunakan asal payudara masuk seluruhnya ke dalam cupnya.
  • Built-in Bra
    Beha yang mirip dengan produk garmen lainnya seperti pakaian renang atau tank top. Beha ini memberi daya topang ke payudara, tanpa harus terpisah dengan bajunya. Pada hampir semua produk beha tipe ini terdapat tali elastis horizontal persis di bawah payudara. Beberapa diantaranya dipasang cup beserta underwire (kawat) seperti desain beha lainnya. Pada beberapa produk, cup atauun kawat dapat dilepas dengan mudah.
  • Convertible Bra
    Beha tipe ini memiliki tali pengait belakang, yang dapat dipasang dan diatur dengan beberapa cara. Dapat menjadi model biasa atau model silang, dapat pula dipasang memakai tali plastik transparan.
  • Cupless Bra
    Beha tipe ini memiliki "bingkai" bra, tapi tidak memiliki cup bra. Beha ini memperlihatkan bagian areola dan puting payudara dengan bingkainya. Beha ini biasa dipakai sebagai erotic lingerie, sehingga saat wanita mengenakan gaun malam, puting akan terlihat secara samar-samar.
  • Demi Bra
    Beha bergaya setengah cup dengan tali belakang lebar, serta kain penghubung di antara cup branya. Beha ini memberi kesan luar biasa pada belahan dada si pemakai. Pas dipakai saat mengenakan baju dengan potongan leher rendah. Beha ini dirancang untuk mampu memberikan daya topang besar ke payudara.
  • Front Closure Bra
    Beha dengan cup penuh dan pengait di depan. Beha ini terpasang rata di punggung. Kain lingkar dada dibuat lebar. Beberapa model bergaya racerback yang sangat cocok saat mengenakan tank top. Sehingga anti selip.
  • Full Support Bra
    Beha ini didesain untuk memberikan daya topang yang baik bagi payudara secara keseluruhan. Bentuknya biasa, praktis, dan dapat dipakai sehari hari.
  • Mastectomy Bra
    Beha ini didesain khusus bagi wanita dalam masa penyembuhan setelah menjalani operasi mastektomi karena kanker payudara, baik salah satu ataupun kedua payudaranya.
  • Maternity Bra
    Beha ini ditancang untuk wanita yang payudaranya bertambah besar pada masa kehamilan.
  • Minimizer Bra
    Beha yang didesain untuk memberi kesan payudara terlihat lebih kecil dari yang sebenarnya. Biasanya digunakan oleh wanita dengan ukuran payudara 34C ke atas. Mekanisme beha ini adalah dengan menekan dan membentuk payudara, sehingga terlihat lebih kecil satu atau dua ukuran di bawahnya.
  • Nursing Bra
    Beha ini didesain khusus untuk memudahkan proses menyusui, sehingga bayi tidak akan kesulitan meraih puting ibunya. Pada beha tradisional, cup akan dilengkapi dengan pengait yang dapat dilepas saat akan menyusui.
  • Padded Bra
    Beha dengan padding (ganjalan) di dalam cup branya. Beha ini didesain untuk memberi kesan bentuk payudara terlihat lebih penuh pada payudara kecil. Banyak dipakai oleh gadis remaja yang payudaranya baru tumbuh. Beha tipe ini cukup memberi daya topang namun tidak mampu mengangkat payudara.
  • Peephole Bra
    Beha ini memiliki lubang di cup, persis di sekitar puting.
  • Push-up Bra
    Beha dengan struktur khusus hingga payudara begitu terangkat dan tertata saling berdekatan hingga belahan payudara terlihat indah. Beha ini memiliki padding busa karet atau gel silikon. Perbedaan utama padding beha biasa dengan push up beha adalah letaknya yang terpusat di bawah payudara sehingga payudara akan terangkat. Terkadang padding diletakkan terpusat di bagian luar payudara hingga padding tersebut akan mendorong payudara lebih ke tengah, dan belahan payudara terlihat lebih seksi.
  • Racerback Bra
    Beha ini memiliki tali bahu dengan pola V denga posisi tali dekat dengan leher. Beha ini sering digunakan saat mengenakan gaun strapless. Sport bra (beha khusus olahraga) banyak yang menggunakan desain racerback ini.
  • Shelf Bra
    Beha ini kuat dengan kawat di sepanjang garis bawah payudara. Beha ini hanya menutup bagian bawah payudara jadi puting payudara akan terlihat.
  • Softcup Bra
    Beha ini tidak ada kawat bawah pada cup. Beha ini mengandalkan kekuatan bagian bawah beha untuk menopang payudara.
  • Sport bra.
    Sport Bra
    Beha ini memiliki daya topang kuat ke payudara dan menutup payudara secara penuh hingga nyaman saat melakukan aktivitas olahraga.
  • Strapless Bra
    Beha tanpa tali bahu. Didesain saat mengenakan baju dengan bagian bahu terbuka, seperti baju model halterneck.
  • T-shirt Bra
    Beha yang idesain tanpa pengatur tali bahu, menempel ketat di badan seperti t-shirt. Beha jenis ini terkadang dilengkapi dengan ganjalan spon di cup untuk menutupi puting payudara dan membentuk garis tipis.
  • Trainer Bra
    Beha ini dibuat untuk para gadis yang baru tumbuh payudaranya (masih kecil dan belum bisa disebut payudara dewasa), sehingga belum dapat mengenakan beha standar. Bentuknya sederhana dengan daya topang sangat kecil.
  • U-plunge Bra
    Beha yng memungkinkan wanita mengenakan baju berleher rendah.
  • Underwire Bra
    Beha yang didesain untuk memberi daya topang dan kekuatan ektsra. Beha ini dilengkapi kawat di bagian bawah cup untuk menciptakan daya topang yang kuat ke payudara.
  • Vintage Bra
    Beha dengan daya topang penuh dengan bentuk cup paraboloid dengan sumbu tegak lurus terhadap payudara. Pertama dibuat tahun 1940-an dan bertahan sampai tahun 1960-an.
  • Water Bra
    Beha yang didalamnya ada kantong air atau gel silicon, agar payudara anda terlihat lebih besar.


Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan Kaki[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Buku[sunting | sunting sumber]

  • Yu W, Fan JT, Ng SP, Harlock SC (2006). Innovation and technology of women's intimate apparel. Boca Raton: CRC Press. ISBN 978-0-8493-9105-7. OCLC 71139537. 
  • Ewing, Elizabeth (1971). Fashion in underwear. London: Batsford. ISBN 0-7134-0857-X. 
  • Gau, Colleen; Farrell-Beck, Jane (2002). Uplift: the Bra in America. Philadelphia: University of Pennsylvania Press. ISBN 0-8122-3643-2.  (for reviews, see next section)
  • Greer, Germaine (2001). The female eunuch. New York: Farrar, Straus and Giroux. ISBN 0-374-52762-8. 
  • Lindsey, Karen; Love, Susan M. (2000). Dr. Susan Love's breast book (ed. 3rd). Cambridge, Mass: Perseus Publishing. ISBN 0-7382-0235-5. 
  • Pedersen, Stephanie (2004). Bra: a thousand years of style, support and seduction. Newton Abbot: David & Charles. ISBN 0-7153-2067-X. 
  • Steele, Valerie (2001). The corset: a cultural history. New Haven, Conn: Yale University Press. ISBN 0-300-09953-3. 
  • Stoppard, Miriam (1996). The Breast Book. New York: DK Pub. ISBN 0-7894-0420-6. 
  • Leigh Summers (2001). Bound to please: a history of the Victorian corset. Oxford: Berg. ISBN 1-85973-510-X. 
  • Warner LC (1948). Always starting things. Bridgeport, Connecticut: Warner Brothers. 

Ulasan Buku[sunting | sunting sumber]

  • Fischer, Gayle V; Farrell-Beck, Jane; Gau, Colleen (2003). "Uplift: The Bra in America". Journal of American History 89 (4): 1539–40. doi:10.2307/3092606. JSTOR 3092606. 
  • Murphy, Michael (2003). "Book Reviews". Winterthur Portfolio 38 (2/3): 151–9. doi:10.1086/421426. 

Artikel[sunting | sunting sumber]

Dokumenter[sunting | sunting sumber]