Pantai Boom Banyuwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pantai Boom
Monumentpantaiboom.jpeg
Suasana di monumen Pantai Boom
Informasi tempat wisata
Lokasi Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Banyuwangi, Jawa Timur
Negara Flag of Indonesia.svg Indonesia
Pengelola PT. Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Wangi.

Pantai Boom adalah sebuah pantai yang terletak di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai ini dulunya merupakan pelabuhan. Saat ini aktifitas pelabuhan masih ada namun tidak terlalu ramai. Pantai ini menjadi salah satu tujuan untuk berkumpul bagi kawula muda di Banyuwangi. Selain itu, biasanya pada Minggu pagi pantai ini ramai dikunjungi oleh warga Banyuwangi.

Akses[sunting | sunting sumber]

Pantai Boom terletak di bagian timur kota Banyuwangi. Dari Simpang Lima, masuk ke Jalan dr. Sutomo hingga Taman Blambangan. Dari traffic light Taman Blambangan menuju arah utara hingga bundaran PLN, lalu belok kanan masuk Jalan Nusantara. Semua kendaraan bisa masuk ke Pantai Boom. Dan rambu-rambu menuju kesana dapat ditemui dengan mudah.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Memancing di Pantai Boom
Suasana Pelabuhan Boom sekitar tahun 1925.

Pantai Boom adalah salah satu pantai yang ada di kota Banyuwangi. Dahulunya pantai ini merupakan Pelabuhan penting. Kapal-kapal yang membawa berbagai angkutan (biasanya kopra) dan kapal-kapal nelayan. Hal ini dibuktikan dengan dermaga-dermaga pelabuhan, gudang-gudang bekas dan sebuah tempat pelelangan ikan yang sudah tidak dipakai. Di dermaga ini penduduk biasanya melakukan aktifitas memancing. Di sisi selatan pantai terdapat Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Laut yang menjadi tempat peristirahatan bagi pasukan ALRI yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda di sekitar Banyuwangi.[1] Selain itu di sepanjang garis pantai terdapat kedai-kedai yang menjual berbagai makanan ringan dan makan laut. Di tempat ini juga disediakan kuda-kuda untuk pengunjung menyusuri pantai. Sebuah kantor polisi air juga berdiri di kawasan ini.

Pada tahun 2004 pada masa pemerintahan Bupati Samsul Hadi, kawasan ini digunakan sebagai tempat pembuatan kapal Umbul-Umbul Blambangan (sebuah kapal ekspedisi yang sedianya akan dipakai untuk mempromosikan pariwisata Banyuwangi namun tenggelam).[2] Pada tahun 1982 terjadi tragedi Inkai yaitu hilangnya para peserta latihan Karate Banyuwangi karena ditelan ombak, untuk memperingati tragedi tersebut dibangun Tugu Inkai di kawasan Pantai Boom.[3]. Dan pada akhir tahun 2012 diadakan event parade gandrung sewu, yakni seribu penari gandrung menari di atas pasir Pantai Boom.

Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Kerjasama pembangunan dan pengelolaan pelabuhan antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjungwangi dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tertuang dalam sebuah nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan ini bertempat di Aula Rempeg Jogopati, 17 April 2013 oleh perwakilan masing-masing pihak. Pelindo III di wakili General Manager Pelindo III, Bangun Swastanto dan Bupati Abdullah Azwar Anas, yang disaksikan Sekretaris Kabupaten Slamet Kariyono, serta pejabat lain. Secepatnya akan ada koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, untuk menanyankan master plan pengembangan kawasan Pantai Boom THR Banyuwangi. Dan sebagai tindak lanjut berikutnya. MoU ini akan diteruskan dengan perjanjian kerja sama antar stake holder untuk membuat masterplan penataan kawasan Pantai Boom. Misalnya, tata ruang penjual kaki lima, taman pelabuhan dan lampu-lampu yang akan ditempatkan di pelabuhan.[4]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]


Koordinat: 8°12′19″LS 114°23′02″BT / 8,205363°LS 114,383898°BT / -8.205363; 114.383898