Kopra

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kelapa yang akan diolah menjadi kopra
coconut meat, raw (fresh copra)
Nilai nutrisi per 100 g (3.5 oz)
Energi 354 kcal (1,480 kJ)
Karbohidrat 24.23
- Gula 6.23
- Serat pangan 9
Lemak 33.49
Protein 3.33 g
Air 47
Thiamine (Vit. B1) 0.066 mg (5%)
Riboflavin (Vit. B2) 0.02 mg (1%)
Niacin (Vit. B3) 0.54 mg (4%)
Asam Pantothenat (B5) 1.014 mg (20%)
Vitamin B6 0.05 mg (4%)
Vitamin C 3.3 mg (6%)
Kalsium 14 mg (1%)
Besi 2.43 mg (19%)
Magnesium 32 mg (9%)
Fosfor 113 mg (16%)
Kalium 356 mg (8%)
Seng 1.1 mg (11%)
Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa.
Sumber: Data Nutrisi USDA

Kopra adalah daging buah kelapa yang dikeringkan. Kopra merupakan salah satu produk turunan kelapa yang sangat penting, karena merupakan bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya. Untuk membuat kopra yang baik diperlukan kelapa yang telah berumur sekitar 300 hari dan memiliki berat sekitar 3-4 kg. Setelah kopra selesai diekstrak minyaknya, yang tersisa adalah produk samping yang mengandung protein tinggi (18-25%) namun memiliki serat yang sangat tinggi sehingga tidak bisa dimakan oleh manusia. Produk samping ini umumnya diberikan pada hewan ternak sebagai pakan.[1]

the remaining coconut cake is 18-25% protein but contains so much dietary fiber it cannot be eaten in large quantities by humans. Instead it is normally fed to ruminants

Teknik pengolahan kopra ada empat macam, yaitu pengeringan dengan sinar matahari (sun drying), pengeringan dengan pengarangan atau pengasapan di atas api (smoke curing or drying), dan pengeringan dengan pemanasan tidak langsung (indirect drying).[1]

Kopra yang baik sebaiknya hanya memiliki kandungan air 6% – 7% agar tidak mudah terserang organisme pengganggu. Kerusakan yang terjadi pada kopra pada umumnya disebabkan oleh serangan bakteri dan serangan cendawan. Serangan tersebut mudah terjadi jika kadar air dalam kopra tinggi, kelembaban udara mencapai 80% atau lebih dan suhu atmosfer mencapai 30°C. Cendawan yang sering menyerang kopra adalah cendawan Rhizopus sp, Aspergillus niger, dan Penicillium glaucum. Terdapat 4 kualitas kopra, yang diantaranya adalah highgrade copra dan mixed copra.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Grimwood, BE; Ashman, F; Dendy, DAV; Jarman, CG; Little, ECS; Timmins, WH (1975). Coconut Palm Products – Their processing in developing countries. Rome: FAO. hlm. 193. ISBN 978-92-5-100853-9. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]