ACF Fiorentina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Fiorentina
logo
Nama lengkap Associazione Calcio Firenze Fiorentina SpA[1][2]
Julukan Viola (ungu), Gigliati (Lilies)
Didirikan 1926 (AC Fiorentina)
2002 (ACF Fiorentina)
Stadion Stadio Artemio Franchi
(Kapasitas: 47,290)
Pemilik Diego and Andrea Della Valle
Presiden Mario Cognigni
Pelatih kepala Vincenzo Montella
Liga Serie A
Posisi 2012–13 Serie A, 4th
Situs web Situs web resmi klub
Kostum kandang
Kostum tandang
Kostum ketiga

ACF Fiorentina,[1][2], sering disebut hanya Fiorentina, adalah klub sepak bola profesional Italia dari Florence, Tuscany. Didirikan pada tahun 1926 (didirikan ulang pada tahun 2002), Fiorentina merupakan klub yang bermain di Serie A Liga Italia.

Fiorentina telah menjuarai Serie A, di musim 1955-56 dan sekali lagi pada 1968-69, serta menjuarai enam piala Coppa Italia dan satu Piala Super Italia. Di pentas Eropa, Fiorentina memenangkan Piala UEFA Cup Winners Cup di 1960-61 dan dan kalah di Final satu tahun kemudian. Mereka berada di posisi runner-up di Piala Eropa 1956-57, setelah dikalahkan oleh Real Madrid, dan juga hampir memenangi Piala UEFA, dan menempati posisi runner-up di musim 1989-90.

Fiorentina telah bermain di Stadion Artemio Franchi sejak 1931, yang saat ini memiliki kapasitas 47.282. Stadion ini menggunakan beberapa nama selama bertahun-tahun dan telah mengalami beberapa kali renovasi. Fiorentina dikenal secara luas dengan La Viola julukan mereka, yang merujuk pada warna khas mereka, ungu.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

!Untuk detail lebih lanjut tentang topik ini, lihat History of ACF Fiorentina.

Pendirian[sunting | sunting sumber]

Associazione Calcio Fiorentina didirikan pada musim gugur 1926 oleh petinggi lokal yang merupakan Partai Fasis Nasional (National Fascist Party) Luigi Ridolfi, yang mengusulkan merger dua klub Florentine terdahulu, CS Firenze dan PG Libertas. Dengan tujuan untuk memberikan klub yang tangguh di Kota Florence dan mampu untuk lebih dominan di Kejuaraan Sepakbola Italia. Dan juga memberikan perngaruh dalam kebangkitan sepakbola modern Calcio Fiorentino, yang merupakan asal usul sepakbola modern yang dimainkan oleh keluarga Medici. Setelah bersusah payah di tiga musim pertama di Divisi bawah, Fiorentina promosi ke Serie A pada tahun 1931. Di tahun yang sama pula diresmikan Stadion baru, yang diberi nama Giovanni Berta, yang diambil dari nama seorang tokoh Fasis, namun sekarang lebih dikenal dengan nama Stadio Artemio Franchi. Pada saat itu, stadion tersebut merupakan stadion terbaik dan dinobatkan sebagai stadion paling monumental. Agar mampu bersaing dengan tim-tim terbaik di Italia, Fiorentina memperkuat tim dengan pemain-pemain baru, yakni Penyerang Uruguay Pedro Petrone, yang dijuluki el Artillero. Meskipun berhasil menempati posisi empat pada musim tersebut, namun Fiorentina harus terdegradasi pada musim berikutnya, namun kembali promosi ke Serie A dengan cepat. Pada Tahun 1940 Fiorentina meraih gelar Coppa Italia mereka yang pertama, namun mereka tidak dapat membangun kembali kesuksesan mereka selama tahun 1940-an, karena Perang Dunia II dan masalah lainnya.

Scudetto Pertama dan era 1950-60an[sunting | sunting sumber]

Tim Fiorentina yang meraih Scudetto Pertama

Pada tahun 1950 Fiorentina mulai konsisten menempati lima besar di liga domestik. Pada saat itu tim terdiri dari Giuliano Sarti, Sergio Cervato, Francesco Rosella, Guido Gratton, Giuseppe Chiappella dan Aldo Scaramucci, disamping pemain tersebut terdapat pula duet penyerang Brasil, Julinho dan Penyerang asal Argentina, Miguel Montuori. Tim ini berhasil meraih Scudetto pertama bagi Fiorentina pada tahun 1955-56, dengan selisih 12 poin dari posisi kedua A.C. Milan. A.C. Milan merebut tahta Fiorentina pada tahun berikutnya. Fiorentina menjadi tim Italia pertama yang berlaga di Final Piala Eropa, dan kalah 0-2 dari Real Madrid melalui tendangan penalti Alfredo Di Stefano. Fiorentina kembali menempati posisi runner-up tiga musim berikutnya. Pada musim 1960-61 Fiorentina kembali meraih Coppa Italia dan juga sukses di Eropa dengan memenangi Piala Winners melawan Rangers.

Setelah beberapa tahun menempati posisi Runner-up, prestasi Fiorentina menurun pada tahun 1960-an, terlempar ke posisi 4 dan 6, namun kembali menjuarai Coppa Italia dan Piala Mitropa pada tahun 1966.

Scudetto kedua dan era 1970-an[sunting | sunting sumber]

Selama di era 1960-an Fiorentina meraih beberapa trofi dan menempati posisi yang memuaskan di Serie A, tidak ada yang percaya mereka dapat meraih itu. Pada musim 1968-69 dimulai dengan A.C. Milan sebagai kandidat juara, namun pada pertandingan ke-7 mereka kalah oleh Bologna dan diambil alih oleh Gigi Riva dari Cagliari. Setelah awal musim yang kurang memuaskan, Fiorentina kembali menempati posisi puncak Serie A, namun di akhir paruh musim pertama mereka ditahan seri 2-2 oleh Varese, dan terpaksa merelakan posisi puncak pada Cagliari. Pada paruh kedua musim itu, terdapat tiga tim yang memperebutkan gelar, A.C. Milan, Fiorentina, dan Cagliari. A.C. Milan akhirnya menyerah dan mengalihkan fokus ke Piala Eropa, dan kelihatannya Cagliari-lah yang akan menjadi juara, namun ternyata Cagliari dikalahkan oleh Juventus, dan Fiorentina berhasil meraih puncak klasemen. Fiorentina memenangi semua sisa pertandingan, mengalahkan rival mereka Juventus, dan mereka berhasil meraih gelar seri A yang kedua. Di tahun yang sama di Piala Eropa, Fiorentina memetik hasil yang bagus, termasuk menang melawan FC Dynamo Kiev, namun akhirnya kalah di perempat final setelah kalah tandang melawan Celtic.

Era Flavio Pontello[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1980, Fiorentina dibeli oleh Flavio Pontello, seorang kontraktor rumah mewah. Pontello langsung mengganti logo dan hymne Fiorentina, yang menyebabkan protes dari fans. Namun Pontello juga mulai merekrut pemain-pemain berkualitas seperti Francesco Graziani dan Eraldo Pecci dari Torino, Daniel Bertoni dari Sevilla, Daniele Massaro dari Monza, dan Pemain muda Sampdoria, Pietro Vierchowod. Di tahun 1982, di masa Giancaro Antognoni, Fiorentina terlibat duel menarik dengan Juventus. Fiorentina gagal meraih gelar Serie A di akhir musim karena cidera parah yang dialami Antognoni dan gol ke gawang Cagliari dianulir, sehingga Juventus juara melalui tendangan penalti. Sejak itu, perseteruan antara kedua klub tak terelakkan.

Tahun-tahun berikutnya prestasi Fiorentina kembali pasang surut, terkadang di puncak klasemen, namun kadang hampir terdegradasi. Fiorentina juga membeli dua pemain bintang, El Puntero Ramon Diaz dan yang paling menarik Roberto Baggio. Di tahun 1990, Fiorentina harus berjuang menghindari jurang degradasi, namun berhasil mencapai final Piala UEFA melawan Juventus. Tim asal Turin berhasil meraih trofi, namun Tifosi Fiorentina kembali memiliki alasan untuk protes, karena pertandingan leg kedua dimainkan di Avellino (Kandang Fiorentina di skors), sebagian besar penduduk kota tersebut adalah fans Juventus, dan sang calon bintang Roberto Baggio dijual ke Juventus di hari Final. Pontello mengalami krisis Ekonomi dan mulai menjual beberapa pemain menyebabkan protes dan kekacauan di jalanan kota Florence. Fiorentina lalu dibeli oleh produser film Mario Cecchi Gori.

Era Cecchi Gori: Dari Piala Champions menuju Kebangkrutan[sunting | sunting sumber]

Rui Costa, Salah satu pemain terbaik Fiorentina pada tahun 1990an

Di awal musim dibawah kepemilikan Cecchi Gori, Posisi Fiorentina mulai stabil. Dan sang presiden klub mulai merekrut pemain bagus seperti Brian Laudrup, Stefan Effenberg, Frencesco Baiano, dan Gabriel Batistuta, yang menjadi legenda Fiorentina pada tahun 1990-an. Di tahun 1993, Cecchi Gori meninggal dan posisinya digantikan oleh anaknya, Vittorio. Meskipun mengawali musim dengan baik, Cecchi Gori memecat pelatih Fiorentina saat itu, Luigi Radice, setelah kalah melawan Atalanta dan menggantinya dengan Aldo Agroppi. Hasilnya justru semakin mengerikan: Fiorentina terdampar di dasar klasemen dan terdegradasi di akhir musim.

Claudio Ranieri dipanggil melatih Fiorentina pada musim 1993-94, dan di musim itu, Fiorentina mendominasi Serie B. Setelah kembali promosi ke Serie A, Ranieri membangun tim yang berpusat pada sang top skorer Batistuta. Merekrut gelandang muda berbakat Rui Costa dari Benfica dan defender dari Brasil, Marcio Santos. Pemain pertama menjadi idola fans Fiorentina, dan pemain kedua mengecewakan dan harus dijual musim berikutnya. Fiorentina mengakhiri musim itu di posisi 10.

Musim berikutnya, Cecchi Gori membeli pemain penting lainnya seperti Stefan Scwarz. Dan kembali membuktikan ketangguhannya di kompetisi Italia dengan menjuarai Coppa Italia setelah mengalahkan Atalanta, dan menempati posisi ke-3 di Serie A. Di musim panas, Fiorentina menjadi klub pertama yang menang di kejuaraan non-nasional, Super Coppa Italiana. Menghadapi Milan dan menang 2-1 di San Siro.

Di Musim 1995-96 prestasi fiorentina mengecewakan di Liga, namun mereka berhasil mencapai perempat final di Piala Winners dengan mengalahkan Gloria Bistrita, Sparta Prague, dan Benfica. Mereka kalah di Semi Final oleh Barcelona (tandang 1-1, kandang 0-2) yang kemudian menjadi jawara kompetisi tersebut. Pemain utama musim ini adalah Luís Oliveira dan Andrei Kanchelskis yang sering menderita cidera.

Di Akhir musim, Ranieri meninggalkan Fiorantina dan pindah ke Valencia, posisinya kemudian diisi oleh Alberto Malesani. Fiorentina bermain bagus namun tidak konsisten saat melawan tim kecil, meskipun begitu mereka berhasil lolos ke Piala UEFA. Malesani meninggalkan Fiorentina setelah melatih selama semusim dan digantikan oleh Giovanni Trapattoni. Dibawah kepelatihan Trapattoni dan gol-gol yang dibuat Batistuta, Fiorentina menguasai paruh musim 1998-99 namun akhirnya berada di posisi ketiga di akhir musim. Mereka pun lolos ke Liga Champions. Musim berikutnya Fiorentina kembali menjalani musim yang mengecewakan di Serie A, namun La Viola memainkan beberapa pertandingan bersejarah di Liga Champions, mengalahkan Arsenal 1-0 di Wembley Lama dan mengalahkan Manchester United di Artemio Franchi. Mereka akhirnya tersingkir di penyisihan grup kedua.

Di akhir musim Trapattoni meninggalkan klub yang kemudian digantikan oleh pelatih asal Turki, Fatih Terim. Yang paling mengejutkan adalah penjualan Batistuta ke A.S. Roma, yang kemudian menjuarai Serie A musim itu. Fiorentina bermain cukup bagus musim 2000-01 dan berakhir di papan tengah, dan pelatih Fiorentina kembali berganti. Fatih Terim digantikan oleh Roberto Mancini. Mereka juga memenangi Coppa Italia untuk yang keenam kalinya dan trofi mereka yang terakhir.

Perubahan terbesar terjadi pada tahun 2001, masalah keuangan yang melanda mulai terungkap: Mereka tak mampu membayar gaji pemain dan hutang-hutang klub yang mencapai $50juta. Pemilik klub, Vittorio Cecchi Gori, tidak mampu mengumpulkan uang lagi, dan tak mampu lagi mempertahankan klub. Fiorentina terdegradasi pada akhir musim 2001-02 dan masuk kontrol hukum administrasi pada Juni 2002. Di dalam kebangkrutan (perusahaan olahraga di Italia tidak bisa bangkrut begitu saja, tapi harus menjalani beberapa prosedur) yang berarti klub ditolak di Serie B untuk musim 2002-03, dan Fiorentina dianggap tidak ada.

Era Della Valle[sunting | sunting sumber]

Fiorentina kembali berdiri pada Agustus 2002 dengan nama Associazione Calcio Fiorentina e Florentia Viola dengan Diego Della Valle sebagai pemilik baru, dan mulai terdaftar di Liga Serie C2, yang merupakan Divisi Empat dari Liga Italia. Satu-satunya pemain yang masih bertahan di klub sampai proses reinkarnasinya adalah Angelo Di Livio yang berkomitmen untuk tetap berada di klub demi Fans. Bersama Di Livio dan Top Skorer Christian Riganò, Florentia Viola berhasil menjuarai Serie C2 dengan mudah. Fiorentina yang seharusnya promosi ke Serie C1 justru langsung loncat ke Serie B, karena kasus Catania CaSo yang menyebabkan pemekaran jumlah tim di Serie B dari 20 tim menjadi 24 tim demi menyelamatkan Catania dari jurang degradasi Serie B. Federasi Sepakbola Italia mempromosikan Fiorentina ke Serie B pada tahun 2003. Klub pun membeli kembali hak untuk menggunakan nama Fiorentina beserta desain kostumnya, dan menggunakan nama ACF Fiorentina.

Promosi ganda yang dialami Fiorentina menyebabkan protes di beberapa pihak. Tapi bagaimanapun juga Fiorentina tetap berada di Serie B, dan berhasil menempati posisi 6 di akhir musim 2003-04. Fiorentina menghadapi Perugia (Perugia menempati posisi ke-15 di Serie A saat itu) di laga Playoff untuk bisa promosi ke Serie A di musim berikutnya. Fiorentina berhasil memenangi laga tersebut dengan agregrat skor 2-1, dimana kedua gol dicetak oleh Enrico Fantini. Mereka harus berjuang menghindari jurang degradasi pada musim pertama di Serie A, dan hanya mampu menghindari laga playoff di akhir musim melawan Bologna dan Parma. Pada tahun 2005, Della Valle menunjuk Pantaleo Corvino sebagai direktur olahraga yang baru di Fiorentina.

Pada musim 2005-06, Fiorentina mendatangkan Cesare Prandelli sebagai pelatih dan merekrut beberapa pemain baru seperti top skorer Palermo, Luca Toni dan Sébastien Frey. Kombinasi kapten Dario Dainelli dan bek asal Rep. Ceko, Tomáš Ujfaluši di bagian pertahanan. Cristian Brocchi sebagai gelandang bertahan, Martin Jorgensen di posisi sayap, Stefano Fiore sebagai playmaker dan Luca Toni sebagai Striker Utama, dengan Frey di bawah mistar gawang, Fiorentina berhasil membuktikan diri di Serie A dengan menempati posisi ke-4 di dengan 74 poin dan meraih tiket kualifikasi Piala Champions. Luca Toni berhasil mencetak 31 gol dari 38 penampilan, menjadi pemain pertama yang berhasil mencetak 30 gol di Serie A sejak Antonio Valentin Angelillo di musim 1958-59, dan Toni pun mendapat Sepatu Emas Eropa.

Pada 14 Juli 2006, Fiorentina terancam kembali terdegradasi ke Serie B karena terlibat dalam skandal pengaturan skor pertandingan Serie A dan mendapat pengurangan 12 point. Fiorentina berhasil bertahan di Serie A melalui banding, namun dengan pengurangan 19 poin di musim 2006-07. Tiket menuju Liga Champions pun juga dibatalkan. Pengurangan Poin Fiorentina akhirnya berkurang menjadi 15 poin setelah kembali melakukan banding di Pengadilan Italia.

Meskipun mengawali musim 2006-07 dengan minus 15 poin, Fiorentina tetap berhasil mengamankan tiken menuju Piala UEFA 2007-08. Duet penyerang Adrian Mutu dan Alberto Gilardino terbukti sebagai duet penyerang tersubur di Serie A, dengan menghasilkan 31 gol.

Di saat banyak yang meragukan potensi La Viola di musim 2007-08 karena kepergian Toni, Fiorentina justru mengejutkan di awal musim dan Marcello Lippi berkomentar kalau Fiorentina adalah penantang Scudetto yang paling mengejutkan. Fiorentina mengakhiri musim di papan tengah klasemen, setelah mengalami beberapa kekecewaan dan kepergian istri Pelatih Prandelli karena kanker. Fiorentina mencapai semi-final Piala UEFA, setelah kalah secara dramatis dari Rangers melalui adu penalti (0-0). Fiorentina mengakhiri musim di posisi ke-4 setelah mengalahkan Torino dengan skor 1-0, dan berhasil menggeser Milan memperoleh tiket menuju kualifikasi Liga Champions. Perjuangan di Liga Champions berakhir di babak penyisihan grup dengan menempati posisi ke-3 klasemen, dan berhak untuk melanjutkan ke Piala UEFA.

Fiorentina kembali melanjutkan suksesnya di musim 2008-09 dengan menempati posisi ke-4 di Serie A dan mendapatkan tiket menuju kualifikasi Piala Piala Champions 2010. La Viola turut serta di Liga Champions 2008-09, berhasil mencapai fase grup setelah mengalahkan Slavia Prague di kualifikasi babak ketiga, namun gagal kalah di babak knockuout setelah dikalahkan oleh Ajax. Bertolak belakang dengan nasib di liga Champions, Fiorentina berada di papan atas klasemen Serie A.

Titik balik terjadi di musim 2009-10, mereka sukses membuktikan diri sebagai kambing hitam di kancah Eropa dan mengekor pemuncak klasemen Serie A, Internazionale, Juventus, dan Sampdoria di awal musim, namun mereka terlempar dari jalur juara di paruh kedua musim. Di Eropa mereka berhasil melewati Sporting Clube de Portugal di babak kualifikasi dan satu grup dengan Olympique Lyonnais, Liverpool and Debrecen. Kalah melawan Lyon di laga pertama, Fiorentina berhasil comeback di pertandingan-pertandingan berikutnya, termasuk mengalahkan Liverpool di laga kandang dan tandang. La Viola lolos ke babak berikutnya dan kalah gol tandang oleh Bayern Munich serta kepemimpinan wasit yang buruk di laga tersebut. Tom Henning Øvrebø, yang memimpin leg pertama mendapat banyak kritik dari tokoh dan media Italia, karena keputusannya mengesahkan gol offside Miroslav Klose (yang menyebabkan Bayern lolos ke babak berikutnya). Fiorentina tetap konsisten di ajang Coppa Italia, berhasil mencapai semifinal sebelum dikalahkan oleh Internazionale. Di kompetisi domestik, Fiorentina harus merelakan tiket menuju ajang Eropa. Di periode ini, Andrea Della Valle mengundurkan diri dari posisi presiden pada 24 September 2009. Tugas untuk sementara di alihkan ke Wakil Presiden klub, Mario Cognini.

Pada Juni 2010, Cesare Prandelli meninggalkan Fiorentina untuk melatih Tim Nasional Italia (Prandelli menjadi pelatih yang paling lama melatih di Fiorentina). Posisi Prandelli digantikan oleh mantan pelatih Catania, Siniša Mihajlović. Dibawah kepelatihan Mihajlović, Fiorentina berakhir di peringkat ke-9.

Di musim 2011-11 Fiorentina semakin terseok-seok di liga seiring dengan kepergian pemain-pemain kuncinya seperti: Alberto Gilardino, Adrian Mutu, Sebastian Frey, Dario Dainelli, Jorge Martinez dan Martin Jorgensen. Dan di pertengahan musim 2011-12 Mihajlović dipecat dan posisinya digantikan oleh Delio Rossi. Pergantian pelatih masih belum membuahkan hasil. Dan justru pada pertandingan terakhir Delio Rossi terlibat perseteruan dengan pemainnya sendiri, Adem Ljajić, di laga melawan Novara dimana Fiorentina tertinggal 0-2. Di akhir laga yang berakhir dengan skor 2-2, Fiorentina mengumumkan pemecatan Delio Rossi. (Delio Rossi dihukum larangan bertanding 3 laga oleh FIGC).

Pada tanggal 11 Juni 2012, Fiorentina mengumumkan Vincenzo Montella pelatih baru. Dengan kontrak 2 tahun.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Gelar Nasional[sunting | sunting sumber]

Serie A:

  • Juara (2) : 1955–56; 1968–69
  • Peringkat dua (5): 1956–57, 1957–58, 1958–59, 1959–60, 1981–82

Coppa Italia:

  • Juara (6) : 1939–40; 1960–61; 1965–66; 1974–75; 1995–96; 2000–01
  • Peringkat Dua (3): 1958, 1959–60, 1998–99

Supercoppa Italiana:

  • Juara (1) : 1996
  • Peringkat Dua (1): 2001

Gelar Eropa[sunting | sunting sumber]

Piala Eropa/ Piala Champions:

UEFA Cup Winners Cup:

Piala UEFA/ UEFA Europa League:

Gelar Minor[sunting | sunting sumber]

Piala Mitropa

  • Juara (1) : 1966

Piala Anglo-Italia

  • Juara (1) : 1975

Serie B

Serie C2 (menggunakan nama Florentia Viola)

  • Juara: 2002–03

Daftar Pemain[sunting | sunting sumber]

Skuat utama[sunting | sunting sumber]

Per 11 Juli 2013.[4]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

No. Pos. Nama
1 Bendera Brasil GK Neto
2 Bendera Argentina DF Gonzalo Rodríguez
3 Bendera Spanyol DF Marcos Alonso
4 Bendera Argentina DF Facundo Roncaglia
5 Bendera Jerman DF Marvin Compper
6 Bendera Mesir DF Ahmed Hegazy
7 Bendera Chili MF David Pizarro
8 Bendera Montenegro MF Marko Bakić
9 Bendera Maroko FW Mounir El Hamdaoui
10 Bendera Italia MF Alberto Aquilani
11 Bendera Kolombia MF Juan Cuadrado
12 Bendera Italia GK Cristiano Lupatelli
14 Bendera Chili MF Matías Fernández
15 Bendera Montenegro DF Stefan Savić
17 Bendera Spanyol MF Joaquín
18 Bendera Uruguay MF Matías Vecino
No. Pos. Nama
20 Bendera Spanyol MF Borja Valero
21 Bendera Italia MF Massimo Ambrosini
22 Bendera Serbia FW Adem Ljajić
23 Bendera Italia DF Manuel Pasqual (Captain)
27 Bendera Polandia MF Rafał Wolski
30 Bendera Brasil FW Ryder Matos
33 Bendera Jerman FW Mario Gómez
40 Bendera Serbia DF Nenad Tomović
49 Bendera Italia FW Giuseppe Rossi
66 Bendera Peru MF Juan Manuel Vargas
72 Bendera Slovenia MF Josip Iličić
77 Bendera Ukraina FW Oleksandr Yakovenko
78 Bendera Uruguay GK Gustavo Munúa
83 Bendera Uruguay MF Rubén Olivera
92 Bendera Brasil MF Rômulo

Dipinjamkan[sunting | sunting sumber]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

No. Pos. Nama
Bendera Italia DF Michele Camporese (ke Cesena)
Bendera Italia DF Paolo Rozzio (ke Pisa)
Bendera Italia DF Lorenzo De Silvestri (ke Sampdoria)
Bendera Italia DF Cristiano Piccini (ke Livorno)
Bendera Ghana DF Nii Nortey Ashong (ke Spezia)
Bendera Italia DF Mattia Cassani (ke Parma)
Bendera Ghana MF Boadu Maxwell Acosty (ke Chievo)
No. Pos. Nama
Bendera Italia MF Andrea Lazzari (ke Udinese)
Bendera Italia MF Francesco Di Tacchio (ke Virtus Entella)
Bendera Ghana MF Daniel Kofi Agyei (ke Juve Stabia)
Bendera Ghana MF Amidu Salifu (ke Modena)
Bendera Senegal FW Khouma Babacar (ke Modena)
Bendera Denmark FW Kenneth Zohore (ke Brøndby)

Tim cadangan[sunting | sunting sumber]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.

No. Pos. Nama
24 Bendera Italia GK Luca Lezzerini
28 Bendera Italia MF Leonardo Capezzi
No. Pos. Nama
29 Bendera Italia FW Federico Bernardeschi
32 Bendera Italia DF Saverio Madrigali

Pemain terkenal/legenda[sunting | sunting sumber]

1950-an dan 60-an[sunting | sunting sumber]

1970-an dan 80-an[sunting | sunting sumber]

1990-an hingga kini[sunting | sunting sumber]

Pelatih tim[sunting | sunting sumber]

[5]

 
Nama Kewarganegaraan Tahun
Károly Csapkay Bendera Hongaria 1926–28
Károly Csapkay
Gyula Feldmann
Bendera Hongaria
Bendera Hongaria
1928–30
Gyula Feldmann Bendera Hongaria 1930–31
Hermann Felsner Bendera Austria 1931–33
William Rady Bendera Hongaria 1933
József Ging Bendera Hongaria 1933–34
Guido Ara Bendera Italia 1934–37
Ottavio Baccani Bendera Italia 1937–38
Ferenc Molnar Bendera Hongaria 1938
Rudolf Soutschek Bendera Austria 1938–39
Giuseppe Galluzzi Bendera Italia 1939–45
Guido Ara Bendera Italia 1946
Renzo Magli Bendera Italia 1946–47
Imre Senkey Bendera Hongaria 1947
Luigi Ferrero Bendera Italia 1947–51
Renzo Magli Bendera Italia 1951–53
Fulvio Bernardini Bendera Italia 1953–58
Lajos Czeizler Bendera Hongaria 1958–59
Luigi Ferrero Bendera Italia 1959
Luis Carniglia Bendera Argentina 1959–60
Giuseppe Chiappella Bendera Italia 1960
 
Nama Kewarganegaraan Tahun
Nándor Hidegkuti Bendera Hongaria 1960–62
Ferruccio Valcareggi Bendera Italia 1962–64
Giuseppe Chiappella Bendera Italia 1964–67
Luigi Ferrero Bendera Italia 1967–68
Andrea Bassi Bendera Italia 1968
Bruno Pesaola Bendera Argentina 1968–71
Oronzo Pugliese Bendera Italia 1971
Nils Liedholm Bendera Swedia 1971–73
Luigi Radice Bendera Italia 1973–74
Nereo Rocco Bendera Italia 1974–75
Carlo Mazzone Bendera Italia 1975–77
Mario Mazzoni Bendera Italia 1977–78
Giuseppe Chiappella Bendera Italia 1978
Paolo Carosi Bendera Italia 1978–81
Giancarlo De Sisti Bendera Italia 1981–85
Ferruccio Valcareggi Bendera Italia 1985
Aldo Agroppi Bendera Italia 1985–86
Eugenio Bersellini Bendera Italia 1986–87
Sven-Göran Eriksson Bendera Swedia July 1987–June 89
Bruno Giorgi Bendera Italia 1989–90
Francesco Graziani Bendera Italia 1990
Sebastião Lazaroni Bendera Brasil July 1990–June 92
 
Nama Kewarganegaraan Tahun
Luigi Radice Bendera Italia 1991–93
Aldo Agroppi Bendera Italia 1993
Luciano Chiarugi Bendera Italia 1993
Claudio Ranieri Bendera Italia July 1993–June 97
Alberto Malesani Bendera Italia July 1997–June 98
Giovanni Trapattoni Bendera Italia July 1998–June 00
Fatih Terim Bendera Turki July 2000–Feb 01
Luciano Chiarugi Bendera Italia 2001
Roberto Mancini Bendera Italia Feb 2001–Dec 01
Ottavio Bianchi Bendera Italia Jan 2002–March 2
Luciano Chiarugi Bendera Italia 2002
Eugenio Fascetti Bendera Italia June 2002–July 2
Pietro Vierchowod Bendera Italia 2002
Alberto Cavasin Bendera Italia Oct 2002–Feb 04
Emiliano Mondonico Bendera Italia Feb 2004–Oct 04
Sergio Buso Bendera Italia Oct 2004–Jan 05
Dino Zoff Bendera Italia Jan 2005–June 5
Cesare Prandelli Bendera Italia July 2005–June 10
Siniša Mihajlovic Bendera Serbia June 2010–Nov 11
Delio Rossi Bendera Italia Nov 2011–May 12
Vincenzo Guerini Bendera Italia May 2012–June 12
Vincenzo Montella Bendera Italia June 2012–

Seragam tim dari masa ke masa[sunting | sunting sumber]

1926
1929–1983
1983–87
1991–Sekarang
Florentia Viola year

Pemain pemenang Piala Dunia[sunting | sunting sumber]

Statistik keuntungan Bisnis[sunting | sunting sumber]

ACF Fiorentina S.p.A.
Pendapatan €67,076,953 (2011)
Laba usaha (€49,772,471) (2011)
Laba bersih (€32,474,084) (2011)
Jumlah aset €156,972,324 (2011)
Jumlah ekuitas €50,612,014 (2011)
Pemilik Diego Della Valle & C. Sapa (98.98%)
Andrea Della Valle (1.02%)
Induk Diego Della Valle & C. Sapa
Anak perusahaan Campus Viola srl
Firenze Viola srl
Promesse Viola srl

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Organigramma" (dalam bahasa Italian). ACF Fiorentina. Diakses 29 November 2009. 
  2. ^ a b "Fiorentina" (dalam bahasa Italian). Lega Calcio. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 25 February 2009. Diakses 18 February 2009. 
  3. ^ UEFA.com. "1960/61: Fiorentina hold off Rangers' brave challenge". 
  4. ^ http://it.violachannel.tv/rosa-2012-2013.html
  5. ^ "geocities.com/violaequipe". Viola. [pranala nonaktif]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]