Yehezkiel 20

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Yehezkiel 20 (disingkat Yeh 20) adalah bagian dari Kitab Yehezkiel dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Berisi perkataan nabi (dan juga imam) Yehezkiel bin Busi, yang turut dibawa ke dalam pembuangan oleh Kerajaan Babilonia pada zaman raja Yoyakhin dari Kerajaan Yehuda dan raja Nebukadnezar dari Babel sekitar abad ke-6 SM.[1][2]

Teks

  • Ada 3 naskah sumber utama Kitab Yehezkiel: Masoretik, Septuaginta dan Naskah Laut Mati.
  • Pasal ini terdiri dari 49 ayat.
  • Berisi firman TUHAN yang diterima oleh Yehezkiel mengenai kasih dan hukuman Allah dalam sejarah Israel.
  • Pasal ini menyatakan kebenaran yang menyedihkan bahwa sejarah Israel merupakan kesinambungan penyembahan berhala dan kegagalan moral. Yehezkiel mengatakan kepada para tua-tua zamanya bahwa mereka sendiri belum menghilangkan kasih kepada berhala dari dalam hati mereka; jadi mereka juga bersalah di hadapan Allah.[3]

Struktur

Ayat 1

Pada tahun ketujuh, dalam bulan yang kelima, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah beberapa orang dari tua-tua Israel untuk meminta petunjuk dari pada TUHAN dan duduk di hadapanku.[4]

Ayat 9

Tetapi Aku bertindak oleh karena nama-Ku, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa, di mana mereka berada. Di hadapan bangsa-bangsa itu Aku menyatakan diri kepada mereka dalam hal Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir.[5]

Allah tidak sepenuhnya memusnahkan bangsa Israel di padang gurun setelah keluaran karena ingin menjaga kehormatan nama-Nya. Ia telah menyatakan Diri kepada mereka dengan membawa mereka keluar dari Mesir, supaya Ia dapat menggenapi janji-Nya akan berkat universal melalui bangsa pilihan-Nya (lihat Kejadian 12:1-3).[3]

Ayat 30

Oleh sebab itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Apakah kamu menajiskan dirimu juga dengan cara hidup nenek moyangmu dan berzinah dengan mengikuti dewa-dewanya yang menjijikkan?[6]

Pertanyaan penting dalam pasal ini ialah, "Apakah kamu bangsa Israel akan terus menajiskan dirimu?" Orang percaya masa kini menghadapi aneka keputusan setiap hari apakah mengalah kepada keinginan berdosa dari sifat kemanusiaan mereka atau menyerahkan diri kepada Roh Kudus dan melayani kepentingan Kristus (Roma 6:11-14; Galatia 5:16-25).[3]

Referensi

  1. ^ (Indonesia) Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
  2. ^ (Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2. Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN-13: 9789794150431
  3. ^ a b c The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  4. ^ Yehezkiel 20:1
  5. ^ Yehezkiel 20:9
  6. ^ Yehezkiel 20:30

Lihat pula

Pranala luar