Ventrilokuisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Ventrilokuisme[1] atau seni suara perut atau sulap suara (bahasa Inggris: ventriloquisme) adalah seni berbicara tanpa menggerakkan bibir. Berasal dari kata Latin venter yang berarti perut, loqui yang berarti berbicara, dan ism yang berarti ilmu atau paham, ventrilokuisme sering pula diartikan sebagai ilmu atau keterampilan berbicara dari perut.[2]

Orang yang dapat menggunakan ventrilokuisme disebut sebagai ventrilokuis,[3] yaitu seorang yang ahli berbicara atau bersuara sedemikian rupa sehingga seolah-olah berasal dari sesuatu atau orang lain atau bahkan bersuara dari tempat yang agak jauh. Dalam bahasa Indonesia dikenal juga sebagai ahli suara perut atau ahli sulap suara.

Seni ventrilokuisme dapat digunakan untuk menghibur, mengajar, serta berpromosi. Pertunjukan seorang ventrilokuis digemari mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua karena pada umumnya dibawakan dalam bentuk komedi.

Ventrilokuisme di mata masyarakat umum dikenal dengan istilah suara perut. Istilah ini sebenarnya menyesatkan karena seolah sang ventrilokuis memakai perutnya untuk berbicara. Istilah yang menyesatkan ini sengaja dipakai untuk membentuk ilusi bagi para penontonnya, dan untuk melindungi rahasia dari tehnik yang sesungguhnya dipakai.

Jenis[sunting | sunting sumber]

Ada dua jenis ventrilokuisme, yaitu:

1. Ventrilokuisme jarak dekat atau suara perut jarak dekat. Suara perut jarak dekat digunakan pada saat seorang ahli suara perut/sulap suara (ventrilokuis) menggunakan keahliannya untuk membuat satu (atau lebih) boneka atau benda yang berada di dekatnya untuk dapat mengeluarkan suara atau bahkan berbicara.

2. Ventrilokuisme jarak jauh atau suara perut jarak jauh. Suara perut jarak jauh digunakan pada saat seorang ahli suara perut/sulap suara (ventrilokuis) menggunakan keahliannya untuk membuat suara yang seolah-olah berasal dari tempat yang jauh atau dari ruangan yang lain.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Awalnya, ventrilokuis adalah praktik keagamaan. Nama berasal dari bahasa Latin untuk berbicara dari perut. Orang-orang Yunani menyebutnya sebagai "ramalan perut" atau "gastromancy" (bahasa Yunani: εγγαστριμυθία translit. engastrimythia). Suara-suara yang dihasilkan oleh perut dianggap menjadi suara-suara arwah/orang mati yang mengambil tempat tinggal di perut para ventrilokuis. Ventrilokuis kemudian akan menafsirkan suara, karena mereka dianggap mampu berbicara kepada orang mati, serta meramalkan masa depan. Saat itu, para penganut animisme tersebut memercayai jika para pendeta kuil itu dapat membuat orang mati berbicara.

Salah satu kelompok tercatat paling awal yang memanfaatkan teknik ini adalah Pythia (bahasa Yunani: Πυθία), seorang pendeta wanita di kuil Apollo di Delphi, yang bertindak sebagai saluran Orakel Delfi.Pythia[4]. Pythia (Python) kemudian menjadi salah satu kata yang paling umum digunakan di Yahudi klasik dan Kristen mula-mula menunjuk satu perbuatan nujum (peramal masa depan). Beberapa versi bahasa Inggris awal Alkitab untuk menerjemahkan kata gastromancy dalam Septuaginta di Kisah Para Rasul, yaitu mengenai seorang perempuan yang mempunyai roh yang dapat berbicara mengenai masa depan.[5]

Salah satu ahli ramalan perut atau gastromancer (pendeta kuil yang memakai ventrilokuis) paling sukses adalah Eurykles, seorang pendeta kuil di Athena, dalam bukunya disebut Euryklides yang dihormati oleh para gastromancer.[6] Pada Abad Pertengahan, ventrilokuisme dianggap sebagai sihir. Namun pada abad ke-19, ventrilokuisme lebih diterima sebagai pertunjukan panggung. Dengan bermunculan para ventrilokuis dunia, ventrilokuisme tidak dipakai lagi dalam praktik keagamaan.

Perkembangan di dunia modern[sunting | sunting sumber]

Pada masa modern, ventrilokuisme lebih dikenal seni hiburan panggung di klub malam, pertunjukan sulap, acara TV, dan lain-lain yang berhubungan dengan hiburan. Biasanya pemain duduk di bangku dengan boneka (terbuat dari kayu, kain, atau karet) ada di pangkuannya atau pemain berdiri sambil menumpangkan salah satu kaki di atas bangku dan meletakkan boneka di atas pahanya. Perkembangan hingga saat ini para pemain lebih sering berdiri dan menggunakan meja tinggi untuk meletakkan bonekanya. Sang ventrilokuis melontarkan humor-humor dan ada juga yang bernyanyi. Mereka merupakan aktor tunggal, karena semua suara merupakan suara ventrilokuis itu sendiri.

Popularitas ventrilokuisme sempat menyusut untuk sementara, termasuk Indonesia. Namun karena kemampuan media elektronik modern untuk menyampaikan ilusi suara, efek khusus, hingga perlombahan bakat, sejumlah ventrilokuisme modern mulai berkembang.

Perkembangan di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Seni ini masuk ke Indonesia dibawa oleh orang-orang Belanda pada saat penjajahan Belanda. Mereka kemudian mengajarkannya kepada beberapa orang Indonesia. Beberapa nama ventrilokuis yang sempat tercatat pada tahun 1950-an antara lain Prof. Waldo Waldini dan Tee Bian Ing. Sedangkan pada tahun 1960-an di antaranya adalah Bapak Marijoen V. M. (dengan bonekanya, Koko). Selain mereka bertiga, kemungkinan masih ada beberapa ventrilokuis lain yang tidak tercatat, karena hanya berkiprah di daerah tertentu saja. Bapak Marijoen pada tahun 1980-an menulis sebuah buku yang membahas seni ventrilokuisme. Ventrilokuis yang terkenal di Indonesia pada tahun 1970-an hingga 1980-an adalah Gatot Sunyoto (dengan Tongki). Beliau tampil di TVRI mengasuh acara untuk anak2

Dengan semakin maraknya acara Reality Show pada tahun 2000-an di televisi, maka beberapa ventrilokuis, seperti Jerry Gogapasha, Imin Fozzy, Radit Vent dan Budi HaHa, menjadi sering mengisi acara-acara di televisi. Antara lain dalam acara Gong Show, Laptop Si Unyil, Master Hipnotis, Idola Cilik, Indonesia Mencari Bakat, Indonesia's Got Talent, dll. Dengan demikian seni ini dapat lebih dikenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia.

Ada satu tokoh yang menggunakan teknik yang mirip ventrilokuisme, yaitu Ria Enes dengan boneka Susan (dikatakan mirip karena Ria Enes lebih sering terlihat bergerak bibirnya pada saat Suzan berbicara). Namun Ria mendukung perkembangan ventrilokuisme Indonesia. Beliau juga tergabung dengan grup ventrilokuis dalam jejaring sosial di Internet.

Seni ventrilokuisme belum berkembang pesat di Indonesia. Walau demikian ada beberapa ventrilokuis yang senantiasa berupaya untuk menggunakan kemampuannya ini.

Daftar ventrilokuis Indonesia[sunting | sunting sumber]

Beberapa ventrilokuis yang terkenal di kota-kota tertentu antara lain adalah sebagai berikut:

  • Jakarta: Gatot Sunyoto (dengan Tongki), Anne Kartawijaya (dengan Apit), dan Ivonne (dengan Hayhay), Mas Adit.
  • Bandung: Alm. Mr. Robbin (dengan Charlie) dan Budi HaHa (dengan Chocho, Ditto, Si Dola, dan Si Ola)
  • Surabaya: Jerry Gogapasha (dengan Pico (Burung Lucu))
  • Yogyakarta: Raditya Adipramono atau lebih dikenal dengan nama Radit Vent (dengan Joni, Lola, Pakde Sukur, dan Otan)
  • Tangerang: Imin (Fozzy)
  • Balikpapan: Wesly (Puppy)

Lain-lainnya:

  • Abdul Muahimin (Imin) dan bonekanya: Fozzy
  • Adit
  • Anne Kartawijaya dan bonekanya: Apit.
  • Budi HaHa dan bonekanya: Chocho, Ditto, Dola dan Ola.
  • Gatot Sunyoto dan bonekanya: Tongki.
  • Ivonne dan bonekanya: Hayhay.
  • Jerry Gogapasha dan bonekanya Pico.
  • Marijoen V.M (Alm) dan bonekanya Coco.
  • Raditya Adipramono (Radit Vent) dan bonekanya: Joni, Lola, Pa Dhe Sukur dan Otan.
  • Robbin (Alm)dan bonekanya Charlie.
  • Wesly Kilapong dan bonekanya Rocky & Puppy

Mimik wajah dan suara[sunting | sunting sumber]

Seorang ventrilokuis profesional akan tetap menampilkan mimik wajah yang normal dan kedua bibirnya tampak hanya sedikit terbuka, terkadang senyum. V. M. Marijoen.[7] Ventrilokuis pemula akan tampak kesulitan saat mengatakan bunyi huruf-huruf mati yang menggunakan bibir, yaitu bunyi huruf: f, v, b, p, dan m. Namun dengan latihan yang tepat, tentu siapapun yang masih mempunyai lidah dan suara tentu dapat menjadi seorang ventrilokuis.

Boneka ventrilokuis[sunting | sunting sumber]

Ventrilokuis modern memanfaatkan berbagai jenis boneka dalam pertunjukan mereka, mulai dari kain lembut atau busa, hingga boneka karet fleksibel. Bentuknya bermacam-macam, ada boneka lengkap, setengah badan, boneka binatang hingga bentuk aneh dan lucu lainnya. Boneka ventrilokuis klasik yang digunakan oleh ventrilokuis bervariasi dalam ukuran mana saja dari dua belas inci sampai seukuran manusia, dan yang lebih besar. Secara tradisional, boneka jenis ini telah dibuat dari bubur kertas atau kayu. Namun, di zaman modern, bahan lain yang sering digunakan, termasuk fiberglass-diperkuat-resin, karet lateks, dll.

Fobia boneka ventrilokuis[sunting | sunting sumber]

Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Jika dikaitkan dengan ventrilokuis berarti orang yang fobia terhadap boneka ventrilokuis.[8] Fobia jenis ini disebut automatonophobia. Ini juga termasuk takut boneka lilin atau makhluk animatronik. Penyebabnya mungkin karena penakut, membaca buku horor yang berkaitan dengan ventrilokuis (misalnya Goosebumps), atau karena menonton film tentang boneka ventrilokuis yang hidup seperti pada film Dead Silence.[9]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Indonesia) Arti kata ventrilokuisme dalam situs web Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  2. ^ Oxford Concise Dictionary Inggris. 1984. p. 1192. ISBN 0-19-861131-5
  3. ^ (Indonesia) Arti kata ventrilokuis dalam situs web Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  4. ^ http://en.wikipedia.org/wiki/Pythia Python
  5. ^ seperti di Kisah Para Rasul 16:16 King James Version menyebutnya dengan nama "a spirit of divination", atau "roh tenung" dalam Alkitab Terjemahan Baru. LAI
  6. ^ a b Encyclopædia Britannica Eleventh Edition 1911, ventriloquist
  7. ^ Sulap Suara - Ventriloquism. Dahara Prize. Semarang. Hal.27-28. ISBN 979-501-168-5
  8. ^ http://www.lautanindonesia.com/blog/goodsunday/blog/7271/metamorfosis-si-kutu-buku
  9. ^ The Independent (London). 26 November 2005 "Archie Andrews: The rise and fall of a ventriloquist's dummy".

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • V. M. Marijoen. (1986) Sulap Suara - Ventriloquism. Dahara Prize. Semarang. ISBN 979-501-168-5

Pranala luar[sunting | sunting sumber]