Vanadium(V) oksida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Vanadium(V) oksida
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 1314-62-1
PubChem 14814
Nomor EINECS 215-239-8
KEGG C19308
ChEBI 30045
ChemSpider 14130
Nomor RTECS YW2450000
SMILES O=[V](=O)O[V](=O)=O
InChI 1/5O.2V/rO5V2/c1-6(2)5-7(3)4
Sifat
Rumus molekul V2O5
Massa molar 181.8800 g/mol
Penampilan Padat kuning
Densitas 3.357 g/cm3
Titik lebur
Titik didih
Kelarutan dalam air 0.8 g/L (20 °C)
Struktur
Struktur kristal Ortorombik
Grup ruang Pmmn, No. 59
Konstanta kisi
Geometri
koordinasi
Trigonal bipiramidal terdistorsi (V)
Bahaya
Klasifikasi EU Muta. Cat. 3
Repr. Cat. 3
Zat beracun/Toxic(T)
Berbahaya/Harmful (Xn)
Iritan/Irritant (Xi)
Berbahaya bagi lingkungan/Dangerous for the environment (N)
NFPA 704
NFPA 704.svg
0
3
0
 
Frasa-R R20/22, R37, R48/23, R51/53, R63, R68
Frasa-S (S1/2), S36/37, S38, S45, S61
Titik nyala Tidak dapat terbakar
Batas imbas kesehatan Amerika Serikat (NIOSH):
LD50 10 mg/kg (tikus, oral)
23 mg/kg (mencit, oral)[2]
Senyawa terkait
Anion lain
Vanadium oksitriklorida
Kation lainnya Niobium(V) oksida
Tantalum(V) oksida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Struktru molekul Vanadium pentoksida.

Vanadium pentoksida tersusun atas unsur kimia vanadium (V) dan oksigen (O). Rumus molekul senyawa ini adalah V2O5.

Masa molar vanadium pentoksida adalah 181.9 gram/mol. Titik lelehnya 690 °C dan titik didihnya 1750 °C[4]. Vanadium pentoksida berwarna kuning-oranye dan ketika membeku membentuk kristal-kristal berbentuk jarum[5].

Berdasarkan rasio jari-jari relatif terhadap oksigen (-2), ukuran vanadium (+5) terlalu besar untuk koordinasi struktur tetahedron, tetapi terlalu kecil untuk koordinasi oktahedron. Oleh karena itu, vanadium pentoksida memiliki struktur trigonal bipiramida terdistorsi.[5] 

Pembuatan[5][sunting | sunting sumber]

Vanadium pentoksida dapat diperoleh dari pemanasan vanadat (NH4VO3) menurut persamaan reaksi sebagai berikut.

2NH4VO3 (s) → NH3 (g) + V2O5 (s) + H2O (g)

Selain itu, V2O5 juga dapat diperoleh melalui penambahan larutan asam encer ke dalam larutan amonium vanadat menurut persaman reaksi sebagai berikut.

2NH4VO3 (aq) + H2SO4 (aq) → (NH4)2SO4 (aq) + H2O (l) +V2O5 (s)

Kelarutan[sunting | sunting sumber]

Kelarutan vanadium pentoksida relatif kecil dalam air, yaitu sekitar 0.007 gram/liter dan bersifat amfoterik. Akan tetapi, senyawa ini larut dalam basa kuat, misalnya pada natrium hidroksida menghasilkan ion vanadat yang tidak berwarna. Selanjutnya jika dalam lauran ini ditambahkan asam dengan pH≈6.5, warna larutan menjadi oranye cemerlang. Jika penambahan asam dilanjutkan hingga pH≈2, dapat diperoleh endapan berwarna cokelat. Meski demikian, pada penambahan asam lebih lanjut, endapan cokelat ini larut kembali dengan membentuk kation okso, yaitu ion kompleks dioksovanadium (V) dan VO2+[5]. Pasamaan reaksi V2O5 pada penambahan basa dan asam adalah sebagai berikut.

  • Pada penambahan basa

V2O5 (s) + 6OH- (aq) → 2[VO4]3- (aq) + 3H2O (l) Keterangan: Larutan [VO4]3- tidak berwarna

  • Pada penambahan asam hingga pH = 6.5

[VO4]3- (aq) + 2H3O+ (aq) → [VO2(OH)2]- (aq) + 2H20 (l) Keterangan: Larutan [VO2(OH)2]- berwarna kuning-oranye

  • Pada penambahan asam hingga pH = 2

2[VO2(OH)2]- (aq) + 2H3O+ (aq) → V2O5 (s) + 5H2O (l) Keterangan: Padatan V2O5 berwarna coklat

Meski larut dalam air, asam maupun alkali, namun V2O5 tidak dapat laut dalam alkohol absolut.[4]

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Vanadium pentoksida digunakan sebagai katalis dalam pembuatan asam sulfat dan anhidrida maleat serta dalam pembuatan keramik[6]. Pada pembuatan keramik, V2O5 digunakan sebagai pemberi warna cokelat hingga hijau[4].

Bahaya[sunting | sunting sumber]

Asap vanadium pentoksida dapat menyebabkan iritasi parah pada mata, kulit, saluran pernapasan, radang trakea dan bronkus, edema paru-paru serta keracunan sistemik.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Shklover, V.; Haibach, T.; Ried, F.; Nesper, R.; Novak, P. (1996), "Crystal structure of the product of Mg2+ insertion into V2O5 single crystals", J. Solid State Chem. 123 (2): 317–23, doi:10.1006/jssc.1996.0186 .
  2. ^ "Vanadium dust". Immediately Dangerous to Life and Health. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 
  3. ^ a b "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0653". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 
  4. ^ a b c Costigan, M., R. Cary, and S. Dobson. 2001. VANADIUM PENTOXIDE AND OTHER INORGANIC VANADIUM COMPOUNDS. 29. United Kingdom. http://www.inchem.org/documents/cicads/cicads/cicad29.htm.
  5. ^ a b c d Sugiyarto, Kristian H. dan Retno D. Suyanti. 2010. Kimia Anorganik Logam. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  6. ^ a b Anonim. 2014. “Vanadium (V): Fakta, Sifat, Kegunaan & Efek Kesehatannya.” Amazine.co. Diakses 30 Desember 2014. http://www.amazine.co/28245/vanadium-v-fakta-sifat-kegunaan-efek-kesehatannya/.