Titanium dioksida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Titanium dioksida
Titanium(IV) oksida
Sel penyusun titanium dioksida
Nama
Nama IUPAC
Titanium dioksida
Titanium(IV) oksida
Nama lain
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
ECHA InfoCard 100.033.327
Nomor E E171 (pewarna)
KEGG
Nomor RTECS XR2775000
UNII
Sifat
TiO2
Massa molar 79,866 g/mol
Penampilan Putih padat
Bau Tidak berbau
Densitas 4,23 g/cm3 (rutil)

3,78 g/cm3 (anatase)

Titik lebur 1;843 °C (3;349 °F; 2;116 K)
Titik didih 2;972 °C (5;382 °F; 3;245 K)
Tidak larut air
Celah pita 3,05 eV (rutil)[1]
+5,9·10−6 cm3/mol
Indeks bias (nD) 2,488 (anatase)
2,583 (brookite)
2,609 (rutil)
Termokimia
Entropi molar standar (So) 50 J·mol−1·K−1[2]
Entalpi pembentukan standarfHo) −945 kJ·mol−1[2]
Bahaya
Lembar data keselamatan ICSC 0338
Tidak terdaftar
Titik nyala Tidak mudah terbakar
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
TWA 15 mg/m3
REL (yang direkomendasikan)
Ca
IDLH (langsung berbahaya)
Ca [5000 mg/m3]
Senyawa terkait
Kation lainnya
Zirkonium dioksida
Hafnium dioksida
Titanium(II) oksida
Titanium(III) oksida
Titanium(III,IV) oksida
Senyawa terkait
Asam titanium
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verify (what is YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Titanium dioksida, disebut juga titanium(IV) oksida atau titania, adalah oksida titanium yang muncul secara alami dengan rumus kimia TiO2. Umumnya, senyawa ini didapat dari ilmenit, rutil, dan anatase. Titanium dioksida dimanfaatkan secara luas untuk berbagai keperluan seperti cat, pelindung sinar matahari, dan pewarna makanan. Apabila digunakan sebagai pigmen, senyawa ini disebut putih titanium, Pigment White 6 (PW6), atau CI 77891. Adapun sebagai pewarna makanan, senyawa ini memiliki nomor E E171. Pada tahun 2014, senyawa ini diproduksi sebanyak lebih dari 9 juta metrik ton di seluruh belahan dunia.[3][4][5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nowotny, Janusz (2011). Oxide Semiconductors for Solar Energy Conversion: Titanium Dioxide. CRC Press. hlm. 156. ISBN 9781439848395. 
  2. ^ a b Zumdahl, Steven S. (2009). Chemical Principles, Edisi Ke-6. Houghton Mifflin Company. hlm. A23. ISBN 0-618-94690-X. 
  3. ^ "Titanium" dalam 2014 Minerals Yearbook, US Geological Survey.
  4. ^ "Mineral Commodity Summaries, 2015" (PDF). US Geological Survey. US Geological Survey 2015. 
  5. ^ "Mineral Commodity Summaries, January 2016" (PDF). US Geological Survey. US Geological Survey 2016. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]