Timun Mas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Timun Mas atau Timun Emas (Jawa: "mentimun emas"). Adalah cerita rakyat Jawa menceritakan kisah seorang gadis pemberani yang mencoba untuk bertahan dan melarikan diri dari raksasa hijau jahat yang mencoba untuk menangkap dan memakannya.[1]

Cerita Timun Mas[sunting | sunting sumber]

Pada zaman dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri yang sangat merindukan kehadiran seorang anak. Namun pada kenyataannya sampai sang suami meninggal, harapan tersebut belum dapat diwujudkan. Sang istri begitu mencintai almarhum suaminya sehingga ia tetap menjanda dan mendapat panggilan Mbok Rondo (dalam bahasa Jawa yang berarti Ibu Janda).[2]

Keinginan Mbok Rondo untuk memiliki seorang anak semakin kuat dan pada akhirnya Mbok Rondo memutuskan meminta bantuan pada raksasa yang dipercaya dapat mengabulkan keinginannya. Pada Akhirnya keinginan Mbok Rondo dikabulkan dengan syarat, jika anak yang dimiliki Mbok Rondo nantinya perempuan, maka Mbok Rondo harus menyerahkannya pada Raksasa tersebut untuk dimakan olehnya. Mbok Rondo menyanggupi syarat tersebut. Maka Raksasa itu memberikan pada Mbok Rondo timun kuning yang berukuran besar. Raksasa berpesan bahwa dalam timun tersebut akan ada seorang bayi apabila Mbok Rondo menaruh timun tersebut dibawah cahaya lampu sentir selama 7 hari.

Tujuh hari kemudian Mbok Rondo membuka timun itu secara perlahan dan ternyata, seperti yang sudah dijanjikan si Raksasa, kelihatanlah bayi perempuan yang sedang menangis dalam timun itu. Wajahnya teramat cantik dan menenangkan hati siapapun yang melihatnya. Bayi itu diambilnya dari dalam mentimun yang berwarna kuning keemasan, maka dinamailah oleh Mbok Rondo bayi itu dengan nama Timun Mas.

Timun Mas tumbuh menjadi anak yang sangat cantik dan pintar, ia begitu baik hati, ramah, dan berbudi luhur. Timun Mas sangat menyayangi Mbok Rondo dan selalu membantu ibunya dalam setiap pekerjaan yang bisa dilakukannya. Namun kebahagiaan itu tiba-tiba meredup ketika sang Raksasa datang ke desa tempat tinggal Mbok Rondo dan Timun Mas. Raksasa itu bermaksud menagih janji yang pernah diikrarkan Mbok Rondo padanya.[3]

Mbok Rondo dan Timun Mas yang masih kanak-kanak sangat ketakutan.[1]

"Mbok Rondo...Mbok Rondo, aku kemari hendak menagih janjimu! Serahkan anak perempuanmu padaku untuk kujadikan santapanku!" kata sang Raksasa.

"Ampun raksasa, putri saya timun mas masih begitu kecil. Dagingnya terlalu empuk dan sangat sedikit jika kau makan sekarang, tunggulah sampai ia dewasa" jawab Mbok rondo berharap memperpanjang usia anaknnya.

"Hmm...benar juga, aku akan kembali setelah ia berusia 17 tahun. Pada saat itu, jangan bersembunyi!!!! Aku akan menemukan kalian bahkan dibawah batu sekalipun!" ancam sang raksasa.

"bbb ba baik raksasa" jawab mbok Rondo gemetar dan penuh ketakutan.


Mbok Rondo begitu sedih dan takut dengan nasib buruk yang menanti anak kesayangannya. Mbok Rondo mendengar bahwa ada resi yang kuat yang bersemayam di dekat gunung.[4] Dia buru-buru pergi ke gunung untuk mencari bantuan dari pertapa tua bijak yang tinggal di gunung tersebut. Setelah mendengar ceritanya, pertapa tua itu memberinya empat kantong kain kecil dengan sesuatu di dalamnya. Empat benda di dalam kantong tersebut adalah biji ketimun, jarum, garam, dan terasi (terasi). Pertapa itu menyuruh Mbok Srini untuk memberikan benda-benda itu kepada Timun Mas dan menyuruhnya membuangnya saat dia dikejar raksasa itu. Mbok Rondo pulang ke rumah dan memberi tahu Timun Mas apa yang harus dilakukan jika raksasa hijau mengejarnya.

Akhirnya pada hari ulang tahun Timun Mas yang ke-17, Raksasa muncul di rumah Mbok Rondo untuk mengambil Timun Mas seperti yang dijanjikan: dia akan memakan gadis itu. Mbok Rondo memerintahkan Timun Mas untuk lari menyelamatkan nyawanya. Timun Mas benar-benar ketakutan dan ketakutan dan berlari sekencang-kencangnya untuk mencoba melarikan diri dari raksasa itu. Raksasa itu geram dan menghancurkan rumah Mbok Rondo sambil mengejar Timun Mas. Dalam keadaan ketakutan, Timun Mas membuka salah satu dari empat kantong kainnya yang menyebarkan biji ketimun di belakangnya. Tiba-tiba sebuah sulur ketimun besar muncul dan mencekik tubuh raksasa itu, menjebaknya sehingga tidak bisa bergerak. Ini memberi waktu bagi Timun Mas untuk melarikan diri lebih jauh. Namun raksasa yang kuat itu akhirnya berhasil membebaskan diri dan melanjutkan pengejarannya. Timun Mas membuka tas keduanya dan menyebarkan jarum di belakangnya. Tiba-tiba jarum itu menjelma menjadi hutan bambu dengan ujung tajam yang melukai raksasa itu. Raksasa itu terluka parah karena tertancap bambu runcing, tetapi ia berhasil melewati hutan bambu runcing dan kembali mengejar Timun Mas yang sedang berlari. Dia membuka tas ketiganya dan menyebarkan garam di belakang punggungnya. Tiba-tiba sebuah laut muncul di belakangnya yang menenggelamkan raksasa jahat itu. Namun raksasa itu berhasil berenang melalui laut dan terus mengejarnya. Timun Mas, sekali lagi hampir ketahuan dan membuka tas terakhirnya. Dia melemparkan terasi ke belakangnya dan terus berlari dengan putus asa. Tiba-tiba terasi terasi berubah menjadi lautan vulkanik yang mendidih. Raksasa terjebak di dalam lumpur panas yang mendidih, tenggelam dan mati. Timun Mas akhirnya selamat dan kembali ke ibunya Mbok Rondo, dan mereka hidup bahagia selamanya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Samsuni. "Timun Mas". Cerita Rakyat Nusantara. Diakses tanggal 8 Mei 2012. 
  2. ^ Abdulghani, Bagus Ramadhan, dan Yus Jayusman, Tarmin (Oktober 2018). "Buku Dongeng Timun Mas Berbasis Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran untuk Anak". Bangkit Indonesia. 2 (VII): 13. 
  3. ^ "Cerita Rakyat Timun Emas: Gambaran Runtuhnya Ideologi Patriarkal". Jurnal Gramatika. 1.il: 75. 
  4. ^ "Legenda Timun Mas dan Raksasa". ilmusaku.com. Diakses tanggal 2021-04-03. 

[1]

  1. ^ Herlambang, Mossad (2021-05-10). "Cerita Singkat Timun Mas (The Golden Cucumber) - Javanese folktale · Pencarian.id". Pencarian.id. Diakses tanggal 2021-05-10.