Tejowulan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tedjowulan
Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung
1645600316tejowulan.jpg
Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung Tedjowulan (kanan) bersama Sri Susuhunan Pakubuwana XIII
Mahapatih Kasunanan Surakarta
Mulai menjabat20 Mei 2012 – sekarang
Penguasa monarkiPakubuwana XIII
PresidenMegawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
LahirGusti Raden Mas Suryo Sutejo
3 Agustus 1954 (umur 67)
Indonesia Surakarta, Indonesia
WangsaMataram
AyahPakubuwana XII
IbuKanjeng Raden Ayu Retnodiningrum
Karier militer
Dinas/cabangPdu koloneltni komando.png Kolonel TNI
PangkatInsignia of the Indonesian Army.svg TNI Angkatan Darat
KesatuanInfanteri

Kolonel Inf (Purn.) Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung Tedjowulan (lahir 3 Agustus 1954) adalah pepatih dalem (mahapatih) Kasunanan Surakarta yang dinobatkan pada tahun 2012. Pada 9 November 2004, ia pernah dinobatkan pendukungnya sebagai Pakubuwana XIII.[1] Pangeran Tejowulan mengakhiri dualisme kepemimpinan di Kasunanan Surakarta setelah berekonsiliasi dengan kakaknya, Pangeran Hangabehi (Pakubuwana XIII) pada Juni 2012. Tejowulan sendiri menjadi mahapatih dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPHPA). Walaupun rekonsiliasi sempat ditentang oleh beberapa anggota keluarga (terutama GKR Wandansari dan pendukungnya), Hangabehi dan Tejowulan berhasil rujuk dan membentuk dwitunggal, atas dukungan Pemerintah Kota Surakarta dan masyarakat.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Tedjowulan merupakan anak dari pasangan Sri Susuhunan Pakubuwana XII dan istri keduanya, Kanjeng Raden Ayu Retnodiningrum. Ia dididik di Akademi Militer di Magelang pada tahun 1984 pernah menjabat Komandan Yonif 407/Padma Kusuma pada tahun 1995–1997 dan pensiun sebagai Kolonel Infanteri. Pada 31 Agustus 2004, ia berada di rumah Mooryati Soedibyo di Surakarta sebagai pewaris oleh para pengikutnya, menyatakan dengan gelar sebagai "Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangku Negara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram". Pada tahun 1982 ia menikah di keraton dengan Raden Ayu Nanik Indiastuti, bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Pasangan ini memiliki dua anak perempuan.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]