Supian Hadi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Supian Hadi
Bupati Kotawaringin Timur
Masa jabatan
2016 – 2021
Wakil Muhammad Taufiq Mukri
Didahului oleh Wahyudi K. Anwar
Digantikan oleh Godlin (Pj.)
Informasi pribadi
Lahir 21 Februari 1976 (umur 41)
Bendera Indonesia Kotabaru, Kalimantan Selatan
Kebangsaan Indonesia
Agama Islam

H. Supian Hadi, S.Ikom (lahir di Kotabaru, Kalimantan Selatan, 21 Februari 1976; umur 41 tahun) adalah Bupati Kotawaringin Timur yang menjabat saat ini untuk masa periode 2010–2015 berpasangan dengan Wakil Bupati H. M. Taufiq Mukri.[1]

Visi Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2011-2015 yaitu “Terwujudnya Masyarakat Yang Madani, Dinamis , Mandiri, dan Berdaya Saing Dalam Suasana Religius, Aman dan Sejahtera

Masyarakat Madani yang dimaksudkan adalah masyarakat yang memiliki kedaulatan sosial dalam makna lain kesejahteraan akan tercapai jika terjadi keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Kabupaten kotawaringin Timur. Pemerataan pembangunan bukan hanya terjadi pada pembangunan fasilitas pemukiman antar ibukota kecamatan, tetapi juga keadilan dalam mendapatkan fasilitias sosial dan sarana prasarana. Diharapkan semua pemukiman mendapatkan pelayanan air bersih, listrik dan persampahan. Keadilan harus mampu dilaksanakan pada semua aspek kehidupan dengan tidak ada diskriminasi dalam mendapatkan pelayanan.

Masyarakat yang dinamis adalah masyarakat dengan tingkat kesadaran membangun diri, keluarga dan masyarakat dalam semangat kedaerahan, kebangsaan, dan kenegaraan yang utuh, sehingga kemajuan yang diinginkan adalah kemajuan yang menjunjung semangat kelestarian budaya dan lingkungan. Dinamis dalam mempertahankan kondisi ideal yang pernah ada sebagai suatu tatanan budaya , menekankan akan tetap lestarinya lingkungan hidup atau melakukan pembangunan yang berwawasan lingkungan, serta secara simultan berupaya menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan investasi dan dunia usaha dalam tataran perkembangan dunia yang makin mengglobal.

Dalam kehidupan sosial, dinamis mengandung makna mempertahankan tradisi luhur dari nenek moyang. Budaya dan kesenian tradisional diharapkan dapat menangkal pengaruh budaya asing yang negatif dan menjadi sumber inspirasi pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang. Nilai-nilai positif budaya setempat yang merupakan kearifan lokal, menyelaraskan pembangunan dengan lingkungan serta menjadi identitas daerah dan pada sisi yang lain memaksimalkan kemajuan teknologi dan informasi secara sinergis demi kemajuan daerah.

Masyarakat yang mandiri memiliki arti bahwa pemerintah dan masyarakat Kotawaringin Timur diarahkan untuk mengedepankan profesionalisme sehingga pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pegawai dan aparatur pemerintah daerah adalah efektif dan efisien serta menjunjung tinggi asas keahlian, keterampilan dan good governance. Dengan profesionalisme yang tinggi diharapkan Kabupaten Kotawaringin Timur akan berkembang dengan baik di masa depan dengan kekuatannya sendiri, tidak tergantung pada daerah lain.

Masyarakat yang berdaya saing adalah tatanan masyarakat madani yang profeisonal, kreatif dan inovatif dalam berbagai sektor kehidupan. Produktifitas baik pemerintah dalam layanannya kepada masyarakat, hasil usaha masyarakat tani, nelayan, dan industri kecil dan menengah yang mampu dikelola dengan standar global, adanya kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif bagi penanaman investasi berskala menengah dan besar merupakan indikator suatu daerah memiliki nilai kompetitif atau berdaya saing di tengah - tengah percaturan baik secara lokal, nasional, regional dan bahkan internasional.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • Universitas Terbuka Fak. Ilmu Komunikasi Tahun 2007

Karier[sunting | sunting sumber]

  • Ketua DPRD Kab Kotim
  • Bupati Kotawaringin Timur Periode 2010-2015
  • Bupati Kotawaringin Timur Periode 2016-2021

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Profil Bupati Kotim - Situs Resmi Pemkab Kotim, Diakses 28 Desember 2013.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]