Sungai Kambaniru

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Sungai Kambaniru (Luku Kambaniru)
Loekoe Kambaniroe; Sungai Kambera
Negara Indonesia
Provinsi Provinsi Nusa Tenggara Timur
Region Kabupaten Sumba Timur
Kota Kota Waingapu
Sumber Gunung Wanggameti
 - location Desa Wangga Meti, Kecamatan Matawai La Pawu
 - elevation 1.225 ft (373 m)
Muara Laut Sawu
 - location Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai
 - elevation ft (0 m)
Panjang 118 km (73 mi)
DAS 1.139,98 km2 (440 sq mi)
Zona waktu WITA (UTC+8)
Lokasi di pulau Sumba

Sungai Kambaniru[1] adalah sungai yang terletak di pulau Sumba, dalam wilayah Kabupaten Sumba Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia yang bermuara ke Laut Sawu.[2] Sungai Kambaniru memiliki panjang sungai sekitar 118 km mengalir dari selatan ke utara melintasi 9 kecamatan. Sungai ini merupakan sungai periodik dengan debit besar di musim basah dan mengecil di musim kering, tetapi tidak benar-benar kering.[3] Sungai Kambaniru berhulu Gunung Wanggameti yang masuk wilayah administrasi Desa Wangga Meti, Kecamatan Matawai La Pawu dan bermuara ke Laut Sawu di perbatasan Desa Mauhau, Kota Waingapu dengan Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai.

Daerah aliran sungai[sunting | sunting sumber]

Daerah aliran sungai (DAS) Kambaniru memiliki luas 111,000 hektare yang masuk dalam wilayah 9 kecamatan, terdiri dari 34 desa dan 8 kelurahan.[3] DAS ini mengalami degradasi berat yang sedang diupayakan untuk direhabilitasi.[4] Meskipun pada musim kering, debit air mengecil, pada musim hujan setiap tahun sungai Kambaniru sering meluap, menggenangi pemukiman penduduk pada tempat-tempat tertentu yang belum dilindungi oleh prasarana banjir seperti pintu air dan tanggul.[5] Kurangnya sarana jembatan penyeberangan menyebabkan para siswa Sekolah Dasar Impres Bidipraing, setiap hari harus berenang menyeberangi sungai Kambaniru rata-rata selebar 65 meter dan kedalaman 1,2 meter dalam perjalanan menuju sekolah di desa Kiritanah, Kambera.[6]

Bendungan Kambaniru selesai dibangun pada tanggal 8 September 1992, terletak sekitar 10 km dari kota Waingapu, merupakan bendungan terbesar di Kabupaten Sumba Timur yang mengairi lahan persawahan seluas 1.440 hektar di Mauliru, Kawangu dan juga Kambaniru.[7] Bendungan ini terletak di desa Malumbi, kecamatan Kambera.[8]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Sungai ini mengalir di wilayah utara pulau Sumba yang beriklim basah dan kering atau sabana tropis (kode: As menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[9] Suhu rata-rata setahun sekitar 27 °C. Bulan panas adalah Oktober, dengan suhu rata-rata 31 °C, and terdingin Juni, sekitar 24 °C.[10] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 1203 mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Desember, dengan rata-rata 257 mm, dan yang terendah Agustus, rata-rata 2 mm.[11]

Sungai Kambaniru
Tabel iklim (penjelasan)
JFMAMJJASOND
 
 
183
 
31
22
 
 
215
 
28
22
 
 
191
 
29
22
 
 
129
 
29
22
 
 
53
 
29
21
 
 
44
 
28
20
 
 
5
 
30
19
 
 
2
 
33
20
 
 
3
 
37
21
 
 
13
 
40
22
 
 
109
 
38
23
 
 
257
 
34
23
Suhu rata-rata maks. dan min. dalam °C
Total presipitasi dalam mm
Sumber: [10]

Lagu[sunting | sunting sumber]

Keindahan Sungai Kambaniru telah mengilhami Ibu Mathelda Taka (Nyonya Daniswan Anwar) untuk menggubah lagu "Kambaniru" yang terkenal di tahun 1960-an. Menurut Ibu Mathelda, lagu Kambaniru itu diciptakan bersama Pak Amir yang waktu itu kepala RRI Kupang, yang menginginkan adanya lagu-lagu yag bernapas kedaerahan termasuk keindahan alamnya.[12]

Liriknya adalah:[12]

Berkelok berliku tenang menuju muara
Air mencumbu bidadari
Berdendang gembira juita bersukaria
Riuh memecahkan sunyi
Reff.
Kambaniru,Kambaniru tepian mandimu
Berhiaskan jelita selalu
Kambaniru,Kambaniru di niramu rindang
Kelana terpesona enggan pulang

Riwayat penciptaan lagu ini dimuat di Pos Kupang dengan topik Dendang Kambaniru Nyaris Terlupakan, 5 Juni 1996. [12]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pengejaan mengikuti pedoman penamaan nama geografi.
  2. ^ Luku Kambaniru at Geonames.org (cc-by); Last updated 2012-01-17; Database dump downloaded 2015-11-27
  3. ^ a b Laporan Ringkasan Penyusunan Standart Operasional Pengendali Banjir (DAS Kambaniru & Melolo) - PT. Multimera Harapan, November 2014.
  4. ^ Gerson ND. Njurumana. Kajian Degradasi Lahan Pada Daerah Aliran Sungai Kambaniru, Kabupaten Sumba Timur (Study of Land Degradation on Kambaniru Watershed, East Sumba Regency). Info Hutan. Vol. V No. 3:241-254, 2008.
  5. ^ Penyusunan Pedoman Umum Evakuasi Bencana Banjir DAS Kambaniru. UPTD/Balai PSDA Wilayah Sumba Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2014.
  6. ^ Melihat Perjuangan Siswa SD saat Berangkat ke Sekolah - Tempo.co 24 Maret 2017.
  7. ^ Bendungan Kambaniru, Bendungan Terbesar di Sumba Timur NTT - Kamera Budaya, 13 April 2017.
  8. ^ Keindahan Bendungan Kambaniru – Sumba Timur. Micowendy - 20 Oktober 2016.
  9. ^ Peel, M C; Finlayson, B L; McMahon, T A (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences. 11. doi:10.5194/hess-11-1633-2007. 
  10. ^ a b "NASA Earth Observations Data Set Index". NASA. 30 January 2016. 
  11. ^ "NASA Earth Observations: Rainfall (1 month - TRMM)". NASA/Tropical Rainfall Monitoring Mission. 30 January 2016. 
  12. ^ a b c Frans Wora Hebi. Nilai Puitis Di Balik Lagu Sungai Kambaniru - 2 Agustus 2017.

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]