Sugeng Teguh Santoso

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sugeng Teguh Santoso
Sugeng Teguh Santoso
Latar Belakang
Lahir13 April 1966 (umur 56)
Semarang, Indonesia
KebangsaanIndonesia
PekerjaanAdvokat

Sugeng Teguh Santoso atau biasa dipanggil Mas Sugeng (lahir 13 April 1966) adalah politikus Indonesia. Ia juga Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yakni organisasi yang menaungi profesi advokat seluruh nusantara.[1][2][3] Sugeng Teguh Santoso menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Pademangan Timur 04 di Jakarta (1979), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 42 di Jakarta (1982), SMA Negeri 15 di Jakarta (1985) serta menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia di Depok (1991).[4] Ia pernah mengikuti Pemilihan Walikota Bogor 2018 sebagai Wakil Walikota Bogor berpasangan dengan calon dari PDIP yaitu Dadang Iskandar Danubrata yang dikenal sebagai salah satu manajer PT. Persib Bandung Bermartabat.[5] Pada bulan Juli 2018, ia bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai calon anggota legislatif untuk Pemilihan Legislatif 2019.[6] Tahun 2019, Sugeng menulis buku Tragedi Hukum di Atap Sorga bersama sastrawan Marlin Dinamikanto

Biografi[sunting | sunting sumber]

Mas Sugeng panggilan akrab Sugeng Teguh Santoso lahir di Semarang, Jawa Tengah, 13 April 1966. Ayah Sugeng sedianya merupakan pegawai di sebuah perusahaan di Semarang, yang aktif sebagai aktivis buruh di perusahaan itu sedangkan ibunya seorang Guru. Akan tetapi, dirinya sempat berpisah dengan ayahnya ketika usianya masih belum lima tahun. Sang Ayah “menghilang” dari Semarang ketika terjadi pergolakan politik tahun 1965.[7]

Pindah ke Jakarta[sunting | sunting sumber]

Mangga Dua, kawasan yang berkesan dan memiliki kenangan tersendiri bagi Sugeng Teguh Santoso

Beberapa tahun setelah pergolakan politik mereda, Sugeng baru bertemu lagi ayahnya setelah ibunya memboyong keluarga hijrah ke Jakarta. Ayahnya yang dulu pegawai menengah di sebuah perusahaan didapati sudah menjadi tukang becak di kawasan di Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat.[8] Di kawasan yang dikenal keras tersebut Sugeng menjalani masa kecilnya. Walaupun terbiasa tawuran ketika masih anak-anak, Sugeng sukses melalui pendidikan tingkat Sekolah Dasar di Jakarta, SMP di Jakarta, SMA di Jakarta, bahkan berhasil masuk Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan meraih gelar Sarjana Hukum.[9]

Di Jakarta, ayahnya bekerja keras menjadi pengayuh becak, kemudian berangsur bangkit menjadi juragan becak dan memiliki bengkel sendiri. Sugeng kecil sering bermain di bengkel milik ayahnya itu. Tetapi, tak secuil pun pernah terlintas di benaknya menjadi juragan bengkel apalagi menjadi tukang becak. Yang pernah terlintas di benaknya ketika masih hendak masuk ke bangku pendidikan tingkat SMA adalah menjadi ahli komputer yang ketika itu masih merupakan hal baru di Indonesia.[7]

Trauma Penggusuran[sunting | sunting sumber]

Pengalaman pahit yang membuatnya mengubah cita-cita. Dia tak pernah lupa saat dirinya dan masyarakat Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada tahun 1985 menjadi korban penggusuran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Setelah digusur, lahan bekas rumahnya lantas disulap jadi kawasan bisnis elite di tengah ibukota.[7] Kegetiran menyaksikan rumahnya tergusur membuat Sugeng yang kelak membuatnya berhasil dalam membulatkan tekad sebagai advokat ternama, tetapi pro rakyat, khususnya menjadi pembela warga yang tergusur. Karena itu, ketika lulus SMA Sugeng memutuskan memilih sekolah hukum di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).[7]

Sugeng tercatat sebagai salah seorang pengacara papan atas di Indonesia, dengan kantor pengacara atas namanya sendiri yakni, Sugeng Teguh Santoso dan Rekan. Di organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Mas Sugeng duduk sebagai Sekretaris Jenderal sampai sekarang. Sebagai Sekretaris Jenderal Peradi, Jabatan Mas Sugeng adalah sebagai motor penggerak organisasi, sebuah tugas yang mempunyai tanggung jawab yang tidak ringan karena harus berhadapan dengan ratusan advokat termasuk pengacara yang lebih senior.[10]

Kegiatan Sosial[sunting | sunting sumber]

Selain aktif sebagai seorang pengacara dan mengurus kebunnya yang merupakan hobbi baginya, Mas Sugeng juga aktif di kegiatan sosial dengan mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya (LBH KBR). Bersama LBH KBR, Mas Sugeng sering menangani sejumlah kasus yang berhubungan dengan pembelaan terhadap masyarakat kecil. Sedemikian rupa kepedulian Mas Sugeng terhadap kepentingan orang miskin, hal ini membuktikan komitmennya yang kuat ingin menegakkan hukum tidak hanya runcing ke atas tetapi juga ke bawah. Komitmen itu pula yang membuatnya memperoleh julukan sebagai salah seorang pengacara pembela rakyat kecil.[11]

Selain itu Mas Sugeng juga aktif menulis berbagai artikel tentang hukum di berbagai sejumlah media massa dan mengasuh rubrik konsultasi hukum pada Majalah Kapital dan mengasuh kolom hukum di Harian Metropolitan Bogor serta sering menjadi narasumber sejumlah media cetak, media elektronik dan media online.[8]

Pengalaman Organisasi[sunting | sunting sumber]

  • Sekretaris Majelis PBHI Wilayah Jakarta, 2001-2004.
  • Anggota Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) (1997-sekarang)[7]
  • Sekretaris Majelis PBHI Wilayah Jakarta, 2001-2004

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Profil Sugeng Teguh Santoso pojoksatu.id
  2. ^ Sugeng Teguh Santoso Sekretaris Jenderal DPN PERADI[pranala nonaktif permanen] id.linkedin.com
  3. ^ "Pengacara Sugeng Teguh Santoso Takut Main Duit". detiknews. Diakses tanggal 2019-08-01. 
  4. ^ SUGENG TEGUH SANTOSO, ADVOKAT PLUS bogor-kita.com
  5. ^ digital, pikiran rakyat. "Dadang Iskandar Danubrata, Hobi Burung Pekicau, dan Manajemen Persib". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 2019-08-01. 
  6. ^ "Sugeng Teguh Santoso Berlabuh ke PSI". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-08-01. 
  7. ^ a b c d e f "Sugeng Teguh Santoso, Kiprah Advokat Sang Pembela". Mimbar Konstitusi (dalam bahasa Inggris). 2018-05-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-01. Diakses tanggal 2019-08-01. 
  8. ^ a b Sugeng Teguh Santoso Dalam Episode Sang Pembela “Aku Adalah Mereka, Mereka Adalah Aku” www.kupasmerdeka.com
  9. ^ Tentang Sugeng Teguh Santoso bogor.tribunnews.com
  10. ^ Pengacara Dituntut Junjung Tinggi Kode Etik www.metropolitan.id
  11. ^ SUGENG TEGUH SANTOSO ; SANG PEMBELA BERPECI HITAM headlinebogor.com

Pranala luar[sunting | sunting sumber]