Sirop agave

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sirop agave dalam kemasan botol

Sirop agave (atau lebih dikenal secara komersial dengan nama nektar agave, tetapi menyesatkan karena bukan nektar) adalah pemanis yang didapatkan dari beberapa spesies tumbuhan agave.[1][2] Sirop ini lebih manis dibandingkan gula dan madu, serta sedikit lebih encer dibandingkan madu. Sebagian besar produksi sirop agave dunia dihasilkan dari Meksiko dan Afrika Selatan.

Sirop agave mengandung fruktosa dengan kadar yang lebih tinggi dibandingkan sirop jagung berfruktosa tinggi sehingga dapat memiliki risiko diabetes yang lebih tinggi.[3][4]

Produksi[sunting | sunting sumber]

Metode produksi sirop agave tergantung pada spesiesnya. Sirop dari Agave americana dan Agave tequilana dibuat dengan memanen batang tumbuhan yang telah berusia antara 7 hingga 14 tahun. Batangnya diekstrak dan didapatkan cairan yang lalu disaring dan dipanaskan hingga mendapatkan larutan yang konstituen utamanya berupa polisakarida inulin. Fruktosa merupakan komponen utama dari inulin. Cairan yang telah selesai dipanaskan lalu dikonsentrasikan hingga mencapai kekentalan seperti sirop.[2]

Sirop dari Agave salmiana didapatkan dengan memanen getahnya ketika sudah mencapai karakteristik tertentu. Getah ini lalu diproses menyerupai proses produksi sirop mapel.[5]

Proses produksi alternatif dilakukan dengan cara enzimatis memanfaatkan fungi Aspergillus niger untuk memecah inulin menjadi fruktosa.[6] Aspergillus niger merupakan fungi yang umum digunakan dalam fermentasi industri dan dikategorikan aman oleh FDA.[7][8]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hocman, Karen (August 2009). "Agave Nectar a.k.a. Agave Syrup". The Nibble. 
  2. ^ a b Gary M. Mohr, Jr. (3 Oct 1999). "Blue Agave and Its Importance in the Tequila Industry". Ethnobotanical Leaflets. Diakses tanggal 2010-01-04. 
  3. ^ Dr. Jonny Bowden (15 Feb 2010). "Debunking the Blue Agave Myth". HuffingtonPost.com. Diakses tanggal 2014-01-06. 
  4. ^ Ainscough, Jess (8 May 2011). "Why I was wrong to recommend agave nectar". The Wellness Warrior. 
  5. ^ "Monocarpic Behavior in Agaves". J. C. Raulston Arboretum, North Carolina State University. June 19, 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-06-10. Diakses tanggal 2010-01-04. 
  6. ^ "Method of producing fructose syrup from agave plants (United States Patent 5846333)". 1998-12-08. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-09-26. Diakses tanggal 2014-08-02. 
  7. ^ Onions, A.H.S., Allsopp D., Eggins H.O.W. (1991). Smith's Introduction to industrial mycology (edisi ke-7th ed.). Cambridge, UK: Cambridge University Press. ISBN 9780521427821. 
  8. ^ "Inventory of GRAS Notices: Summary of all GRAS Notices". US FDA/CFSAN. 2008-10-22. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-10-11. Diakses tanggal 2008-10-31.