Sirop mapel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sirop mapel
Pohon mapel gula
Penyadapan secara tradisional dengan wadah penampung

Sirop mapel merupakan sebuah sirup yang didapatkan dengan menyadap getah xilem dari mapel hitam, mapel gula atau mapel merah. Sirop mapel memiliki kandungan quebecol yang bermanfaat mencegah beberapa penyakit, yakni kanker, diabetes, alzheimer, dan penyakit lain yang disebabkan bakteri.

Sirop ini mengandung lebih dari 20 senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan manusia.

Sumber[sunting | sunting sumber]

Tiga spesies mapel yang saat ini dominan dalam menghasilkan sirop mapel adalah mapel gula (Acer saccharum), mapel hitam (A. nigrum), dan mapel merah (A. rubrum),[1]:8-10 Beberapa pakar botani memasukan mapel hitam sebagai subspesies atau kultivar dari mapel gula.[2] Mapel merah memiliki rasa yang bervariasi tergantung musim karena mapel merah memiliki musim bertunas yang lebih pendek dibandingkan kedua jenis mapel lainnya.[3]

Spesies lainnya dari genus Acer yang juga menghasilkan sirop mapel adalah Acer negundo,[4] mapel perak (A. sacharinum),.[5] dan mapel berdaun lebar (A. macrophyllum).[6]

Sirop yang serupa dengan mapel juga dihasilkan dari pohon lain, yaitu sirop birch dan sirop palem.[7][8]

Produksi[sunting | sunting sumber]

Produksi sirop mapel dilakukan dengan mengumpulkan getah pohon mapel lalu mendidihkannya untuk mendapatkan sirop murni. Satu liter sirop didapatkan dengan mendidihkan antara 20 hingga 50 liter getah tergantung pada konsentrasinya, di udara terbuka dengan suhu sekitar 4,1 derajat celcius di atas titik didih air pada tempat tertentu.[9][10]:55

Pendidihan sirop membutuhkan proses yang terkendali. Pendidihan yang terlalu lama menyebabkan terjadinya pengkristalan, sedangkan pendidihan yang terlalu singkat menyebabkan sirop cepat rusak. Sirop yang telah selesai dididihkan akan memiliki skala Brix sebesar 66 derajat.[11] Sirop lalu disaring untuk menghilangkan pasir gula, yaitu kristal yang tersusun atas gula dan kalsium malat.[12] Kristal ini tidak bersifat racun melainkan menyebabkan tekstur sirop tidak menyenangkan.[13] Sirop lalu dikemas ketika masih dalam kondisi panas.

Sirop juga dapat diproses lebih lanjut untuk mendapatkan produk lain seperti gula mapel, mentega mapel, dan permen mapel.[14]

Kualitas rasa sirop dapat berkurang (off flavor) tergantung pada berbagai kondisi, termasuk keberadaan kontaminan, terjadinya fermentasi karena penyimpanan yang terlalu lama, dan kondisi pohon (misalnya penyadapan dilakukan di musim bertunas).[15] Sangat mungkin bagi industri saat ini untuk mencegah penurunan kualitas tersebut melalui pemrosesan meskipun getah telah disadap.[16]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Elliot, Elaine (2006). Maple Syrup: Recipes from Canada's Best Chefs. Formac Publishing Company. ISBN 978-0-88780-697-1. 
  2. ^ "Acer saccharum subsp. nigrum". Germplasm Resources Information Network. Diakses tanggal 10 December 2011. 
  3. ^ Heilingmann, Randall B. "Hobby Maple Syrup Production (F-36-02)". Ohio State University. Diakses tanggal 20 September 2010. 
  4. ^ Ehman, Amy Jo (25 April 2011). "Sask. sap too sweet to waste". The StarPhoenix. hlm. B1. 
  5. ^ Heiligmann, Randall B; Winch, Fred E (1996). "Chapter 3: The Maple Resource". Dalam Koelling, Melvin R; Heiligmann, Randall B. North American Maple Syrup Producers Manual. Bulletin. 856. Ohio State University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-04-29. Diakses tanggal 20 September 2010. 
  6. ^ Ruth, Robert H; Underwood, J Clyde; Smith, Clark E; Yang, Hoya Y (1972). "Maple sirup production from bigleaf maple" (PDF). PNW-181. US Department of Agriculture, Forest Service, Pacific Northwest Forest and Range Experiment Station: 12. 
  7. ^ Leung, Wency (7 June 2011). "Why settle for maple when you could have birch syrup?". The Globe and Mail. Diakses tanggal 12 December 2011. 
  8. ^ Food (1989). Utilization of tropical foods: trees : compendium on technological and nutritional aspects of processing and utilization of tropical foods, both animal and plant, for purposes of training and field reference. Food and Agriculture Organization of the United Nations. hlm. 5. ISBN 978-92-5-102776-9. 
  9. ^ Heiligmann, Randall B; Staats, Lewis (1996). "Chapter 7: Maple Syrup Production". Dalam Koelling, Melvin R; Heiligmann, Randall B. North American Maple Syrup Producers Manual. Bulletin. 856. Ohio State University. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-04-29. Diakses tanggal 20 September 2010. 
  10. ^ Eagleson, Janet; Hasner, Rosemary (2006). The Maple Syrup Book. The Boston Mills Press. ISBN 978-1-55046-411-5. 
  11. ^ Elliot 2006, hlm. 12.
  12. ^ Ball, David (10 October 2007). "The Chemical Composition of Maple Syrup". Journal of Chemical Education. 84 (10): 1647–1650. doi:10.1021/ed084p1647. Diakses tanggal 19 September 2010. 
  13. ^ Eagleson & Hasner 2006, hlm. 56.
  14. ^ Eagleson & Hasner 2006, hlm. 65–67.
  15. ^ Childs, Stephen. "Maple Flavors and Syrup Grading". Cornell University. Diakses tanggal 19 September 2010. 
  16. ^ van den Berg, Abby K; Perkins, Timothy D; Isselhardt, Mark L; Godshall, Mary An; Lloyd, Steven W (October 2009). "Metabolism Off-Flavor in Maple Syrup". Maple Digest. 21A: 11–18. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]