Seto Mulyadi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dr.
Seto Mulyadi
S.Psi., M.Si.
Kak Seto Mulyadi on Ini Talkshow Netmediatama.jpg
LahirSeto Mulyadi
28 Agustus 1951 (umur 69)
Klaten, Jawa Tengah
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Nama lainKak Seto
PekerjaanPsikolog anak
OrganisasiLembaga Perlindungan Anak Indonesia[1]
Dikenal atas
Suami/istriDeviana
Anak

Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. (lahir di Klaten, 28 Agustus 1951; umur 69 tahun) atau biasa dikenal sebagai Kak Seto adalah psikolog[2] anak dan pembawa acara televisi untuk anak-anak bersama dengan Henny Purwonegoro. Ia juga menjabat ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia.[1] Seto Mulyadi memiliki seorang saudara kembar laki-laki bernama Kresno Mulyadi[3] yang adalah seorang psikiater anak di Surabaya, dan satu-satunya seorang kakak bernama Maruf Budiharjo Mulyadi.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Kehidupan awal dan karier[sunting | sunting sumber]

Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto lahir di Klaten pada 28 Agustus 1951. Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang bandel dan tidak bisa diam. Ia juga pernah beberapa kali jatuh hingga sempat mengalami fobia, namun ia selalu melatih diri agar fobia tersebut hilang dengan melakukan aktivitas ekstrim seperti parkour.[2][4]

Kak Seto hijrah ke Jakarta lantaran kecewa tidak diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia. Dari kekecewaannya itu, ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta meski tanpa bekal dan keahlian apapun. Di sana, ia memulai hidup dengan kerja serabutan sembari menunggu tes Fakultas Kedokteran tahun berikutnya. Tidak berjodoh dengan Fakultas Kedokteran, Kak Seto lantas memutar tujuan dan masuk Fakultas Psikologi atas saran Pak Kasur yang ia kenal sejak ia menjadi asisten pemilik Taman Kanak-kanak.[5] Kak Seto menyelesaikan pendidikan Sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1981, Pendidikan Magister Bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1989, dan meraih gelar Doktor bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1993.[6]

Menjadi asisten Pak Kasur adalah pekerjaan ayah empat anak kala itu yang kemudian dilanjutkan dengan mengisi acara Aneka Ria Taman Kanak-kanak bersama Henny Purwonegoro.[7] Di sana, Kak Seto mendongeng, mengisi acara belajar sambil bernyanyi, dan bermain sulap bersama anak-anak. Ilmu yang didapat dari Pak Kasur ia gabungkan dengan ilmu yang ia miliki, yakni teknik sulap yang telah ia pelajari sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Sedangkan ilmu mendongeng didapat melalui belajar dan berdasarkan pengalamannya.[5]

Menjadi bagian dari anak-anak memang dituntut untuk selalu kreatif, menyeimbangi pikiran-pikiran kreatif dan penuh imajinasi. Saat itulah karakter Si Komo diciptakan oleh Kak Seto.[8] Berupa boneka Si Komo dan lagu yang diciptakan, karakter Si Komo menguat dan banyak dikenal. Acaranya banyak ditunggu dan membuat namanya kian tenar, kondisi perekonomiannya pun membaik.[5]

Kesuksesan inilah yang kemudian mengantarkan Kak Seto memborong beberapa penghargaan seperti The Outstanding Young Person of the World, Amsterdam; kategori Contribution to World Peace, dari Jaycess International pada 1987. Ia juga mendirikan Yayasan Mutiara Indonesia dan Yayasan Nakula Sadewa. Pada 1998, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak. Kecintaannya pada anak-anak jugalah yang mengantarkannya membagi kisah lewat buku yang ia tulis, Anakku, Sahabat, dan Guruku.[5]

Homeschooling Kak Seto[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2007, Kak Seto mendirikan sekolah alternatif bernama Homeschooling Kak Seto. HSKS begitu singkatannya, merupakan lembaga pendidikan alternatif yang menjadi salah satu solusi pendidikan bagi anak-anak Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. Sesuai dengan visinya, yaitu menyediakan program pendidikan bagi anak agar memiliki keterampilan, life skill, dan karakter yang kukuh sebagai calon pemimpin bangsa pada masa depan. Homeschooling Kak Seto terus berusaha meningkatkan standar kualitas pembelajaran sehingga proses belajar menjadi menyenangkan, memberikan materi pembelajaran yang terkini, serta menyediakan tutor - tutor dengan pengetahuan dan pengalaman profesional.

Homeschooling adalah sebuah sistem pendidikan atau pembelajaran yang diselenggarakan di rumah. Namun, Homeschooling Kak Seto adalah sekolah alternatif yang menempatkan anak - anak sebagai subjek dengan pendekatan secara “at home” atau di rumah. Dengan pendekatan “at home” inilah anak-anak merasa nyaman belajar karena mereka dapat belajar apapun sesuai dengan keinginannya. Kapan saja, dengananiapa saja.di mana saja seperti Ia tengah berada di rumahnya. Jadi, meski disebut homeschooling, tidak berarti anak akan terus menerus belajar di rumah, tetapi anak-anak dapat belajar dengan kondisinya yang benar-benar nyaman dan menyenangkan seperti “at home”. Maka dalam sistem Homeschooling, jam pelajaran bersifat fleksibel: mulai dari bangun tidur sampai berangkat tidur kembali.

Beberapa alumni maupun siswa Homeschooling Kak Seto diantaranya: Dhea Seto, Ayushita, Hanggini P.Retto, Nikita WIlly, Prilly Latuconsina, Citra Scholastika dan Ray Prasetya.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Kak Seto memiliki seorang istri bernama Deviana. Mereka dikaruniai empat orang anak yakni Eka Putri, Bimo, Shelomita, dan Nindya Putri. Ia memiliki saudara kembar bernama Kresno Mulyadi (Kak Kresno) yang juga seorang psikiater anak dan juga memiliki kakak Maruf Mulyadi.[6]

Penghargaan dan pengakuan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Batubara, Herianto (16 Juli 2016). "Tak Gabung Lagi di Komnas Anak, Kak Seto Hidupkan LPAI". detikNews. Diakses tanggal 23 Januari 2021. 
  2. ^ a b Lestari, Vega Dhini, ed. (5 Januari 2021). "SISI LAIN Kak Seto, Psikolog Anak yang Jago Parkour, Ternyata Masa Kecilnya Bandel: Nggak Bisa Diam". Merdeka.com. Diakses tanggal 23 Januari 2021. 
  3. ^ Kumalasari, Intan (16 Juni 2020). "5 Potret Kresno Mulyadi, Saudara Kembar Kak Seto yang Jarang Tersorot". Merdeka.com. Diakses tanggal 23 Januari 2021. 
  4. ^ Al Farisi, Baharudin (5 Januari 2021). "Lakukan Parkour dan Viral, Kak Seto: dari Kecil Memang Saya Bandel". Kompas.com. 
  5. ^ a b c d "Profil Seto Mulyadi". Merdeka.com. Diakses tanggal 23 Januari 2021. 
  6. ^ a b "Biografi Seto Mulyadi". Bio.or.id. Diakses tanggal 23 Januari 2021. 
  7. ^ Pratiwi, Hanna (31 Agustus 2020). "Ulang Tahun, Ini Profil Kak Seto". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 23 Januari 2021. 
  8. ^ Putri, Luthfia Miranda (10 April 2020). "Kilas Balik Kak Seto Mulyadi, Pencipta Si Komo dan Sudah 50 Tahun Mengabdi di Dunia Anak-anak". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 23 Januari 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]