Ruta graveolens

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Ruta graveolens
Common rue
Die Weinraute, lat. Ruta graveolens, Pflanze mit den gelben Blüten.jpg
Inggu (common rue) berbunga
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Plantae
(tidak termasuk): Angiospermae
(tidak termasuk): Eudikotil
(tidak termasuk): Rosida
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae
Genus: Ruta
Spesies: R. graveolens
Nama binomial
Ruta graveolens
L.
Ruta graveolens distribution.svg

Ruta graveolens, umumnya dikenal sebagai inggu (bahasa Inggris: rue, common rue atau herb-of-grace), adalah spesies tumbuhan dalam genus Ruta yang ditanam sebagai tanaman hias dan ramuan. Merupakan tumbuhan asli di Semenanjung Balkan. Sekarang tumbuh di seluruh dunia di kebun-kebun, terutama karena daun yang kebiruan, dan kadang-kadang karena toleransi yang baik terhadap panas dan kondisi tanah kering. Juga dibudidayakan sebagai ramuan obat, bumbu, dan yang lebih jarang sebagai penolak serangga.

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Penggunaan tradisional[sunting | sunting sumber]

Ilustrasi dalam Tacuinum Sanitatis

Tacuinum Sanitatis, buku panduan kesehatan dari abad pertengahan memuat daftar sifat-sifat tumbuhan ini:

  • Sifat: Hangat dan kering pada tingkat ketiga.
  • Optimal: tumbuh di dekat pohon ara.
  • Kegunaan: mempertajam penglihatan dan menghilangkan perut kembung.
  • Bahaya: Menambah sperma dan meredam keinginan untuk coitus.
  • Netralisasi Bahaya: Dengan makanan yang memperbanyak sperma.

Minyak olahan dari inggu adalah emmenagogue[1] yang dikutip oleh sejarawan Romawi Plinius yang Tua dan ahli kandungan Soranus sebagai obat abortifacient (menginduksi aborsi) yang poten.

"Crown of rue" ("Mahkota inggu") atau crancelin pada panji heraldik dari Saxony

Penggunaan kuliner[sunting | sunting sumber]

Dedaunan
Kapsul dan biji - MHNT

Inggu memiliki kegunaan kuliner, tapi karena pahit dan menyebabkan ketidaknyamanan lambung yang mungkin dialami oleh beberapa orang, tidak banyak digunakan. Meskipun lebih banyak digunakan secara luas pada zaman dulu, sekarang bukan sebuah ramuan yang biasanya ditemukan dalam masakan modern. Saat ini tidak banyak diketahui oleh publik maupun kebanyakan koki, dan tidak tersedia di toko-toko kelontong.[2] Merupakan adalah komponen dari berbere, campuran rempah-rempah karakteristik Etiopia, dan karenanya sering ditemui dalam masakan Etiopia.

Memiliki berbagai kegunaan kuliner lainnya:

  • Digunakan secara luas dalam masakan Timur Dekat kuno dan Romawi (menurut Ibn Sayyar al-Warraq dan Apicius).
  • Inggu digunakan sebagai bumbu tradisional di Yunani dan negara-negara Mediterania lainnya.
  • Di Istria (wilayah di Kroasia), dan di Italia Utara, digunakan untuk memberikan rasa khusus pada grappa/raki dan sebagian besar sedikit cabang tanaman dapat ditemukan dalam botol. Ini disebut grappa alla ruta.
  • Biji dapat digunakan untuk bubur.
  • Daunnya yang pahit dapat ditambahkan ke dalam telur, keju, ikan, atau dicampur dengan plum damson dan anggur untuk menghasilkan saus daging.
  • Di Italia, Friuli–Venezia Giulia, cabang muda dari tanaman ini dicelupkan ke dalam adonan, digoreng dalam minyak, dan dikonsumsi dengan garam atau gula. Juga digunakan sendirian untuk menambah aroma jenis tertentu omelet.[3]
  • Digunakan dalam bir Dunia Lama sebagai bahan penyedap rasa.[4]

Lainnya[sunting | sunting sumber]

Inggu juga ditanam sebagai tanaman hias, baik sebagai tanaman pagar yang rendah dan daunnya dapat digunakan dalam nosegays.

Kebanyakan kucing tidak suka baunya, sehingga dapat digunakan sebagai pengusir kusing (lihat juga Plectranthus caninus).

Ulat dari beberapa subspesies dari kupu-kupu Papilio machaon khusus memakan inggu, serta tanaman lainnya. Ulat Papilio xuthus juga suka memakannya.[5]

Di India Selatan, inggu dianjurkan untuk ditanam di kebun rumah guna mengusir ular (namun efektivitasnya tidak diketahui).

Inggu adalah bahan umum dalam ilmu sihir dan mantra. Selama Abad Pertengahan merupakan simbol pengakuan antar penyihir. Gereja Katolik juga digunakan cabang inggu untuk memercikkan air suci kepada pengikutnya dan selama waktu ini dikenal sebagai "herb of grace" ("ramuan rahmat").

Toksisitas[sunting | sunting sumber]

Ekstrak inggu mempunyai efek mutagenik dan hepatotoksik. Dosis tinggi dapat menyebabkan nyeri lambung hebat, muntah, komplikasi sistemik, dan kematian.

Jika terkena inggu umum, atau obat herbal yang berasal darinya, dapat menyebabkan phytophotodermatitis parah yang menghasilkan lecet di kulit seperti luka bakar.[6][7][8][9]

Efek dari inggu umum pada kulit pada cuaca cerah

Kimia[sunting | sunting sumber]

Minyak esensial R. graveolens dalam botol kaca bening

Serangkaian furanoacridones dan dua acridone alkaloid (arborinine dan evoxanthine) telah diisolasi dari R. graveolens.[10] Juga mengandung kumarin dan limonoid.[11]

Kultur sel menghasilkan kumarin umbelliferone, scopoletin, psoralen, xanthotoxin, isopimpinellin, rutamarin dan rutacultin, serta alkaloid skimmianine, kokusaginine, 6-methoxydictamnine dan edulinine.[12]

Ekstrak etil asetat dari daun R. graveolens menghasilkan dua furanocoumarins, satu alkaloid quinoline dan empat alkaloid kuinolon.[13][14]

Ekstrak kloroform dari akar, batang dan daun menunjukkan isolasi furanocoumarin chalepensin.[15]

Minyak esensial dari R. graveolens berisi dua konstituen utama undecan-2-one (46.8%) dan nonan-2-one (18.8%).[16]

Simbolisme[sunting | sunting sumber]

Rasa pahit dari daun ini menyebabkan kaitan dengan kata kerja bahasa Inggris rue "menyesal" (secara etimologis juga berhubungan). Inggu terkenal dengan makna simbolis menyesal dan kadang-kadang disebut "herb of grace" ("ramuan-rahmat") dalam karya sastra. Adalah salah satu bunga yang didistribusikan oleh Ophelia yang gila dalam karya William Shakespeare, Hamlet (IV.5)[17]

Inggu disebutkan dalam Alkitab yaitu pada Lukas 11:42: "Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah."

Dalam mitologi, basilisk, yang napasnya dapat menyebabkan tanaman layu dan batu retak, tidak berpengaruh pada inggu. Cerpelai yang digigit oleh basilisk akan mengundurkan diri dan makan inggu agar pulih dan dapat kembali bertarung.

Inggu dianggap tanaman obat nasional di Lithuania dan yang paling sering disebutkan dalam lagu-lagu rakyat Lithuania, sebagai atribut gadis-gadis muda, terkait dengan keperawanan dan usia perawan. Menjadi kebiasaan dalam pernikahan tradisional Lithuania bagi para gadis untuk memakai inggu (ruta) pada pernikahan mereka, simbol untuk menunjukkan kemurnian mereka. Demikian juga, inggu adalah sering disebut dalam cerita rakyat, lagu-lagu dan budaya Ukraina.

Dalam lagu rakyat Ukraina "Oi poli ruta, ruta" (O, inggu, inggu di padang), si gadis menyesali kehilangan keperawanannya, mencela si kekasih karena "merusak pohon hazel hijau".[18] "Una Matica de Ruda" adalah lagu pernikahan tradisional kaum Sefardim.

"Chervona Ruta" (Червона Рута—"Red Rue"; "Inggu merah")—sebuah lagu, yang ditulis oleh Volodymyr Ivasyuk, penyair dan komposer Ukraina populer. Penyanyi Pop Sofia Rotaru membawakan lagu pada tahun 1971. Baru-baru ini Rotaru menyanyikan lagu ini dalam pengaturan rap.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

  • Peganum harmala, tanaman terkait ini juga dikenal sebagai "Syrian rue".

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Rue". drugs.com. 
  2. ^ "Rue (Ruta graveolens L.)". 
  3. ^ Ghirardini, Maria; Carli, Marco; Del Vecchio, Nicola; Rovati, Ariele; Cova, Ottavia; Valigi, Francesco; Agnetti, Gaia; MacConi, Martina; Adamo, Daniela; et al. (2007). "The importance of a taste. A comparative study on wild food plant consumption in twenty-one local communities in Italy". Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine. 3: 22. doi:10.1186/1746-4269-3-22. PMC 1877798alt=Dapat diakses gratis. PMID 17480214. 
  4. ^ Spencer Hornsey, Ian (December 2003). "Chapter 3". A History of Beer and Brewing. Royal Society of Chemistry. hlm. 103. ISBN 978-0-854-04630-0. 
  5. ^ Dempster, J.P. (1995). "The ecology and conservation of Papilio machaon in Britain". Dalam Pullin, Andrew S. Ecology and Conservation of Butterflies (edisi ke-1st). London: Chapman & Hall. hlm. 137–149. ISBN 0412569701. 
  6. ^ Arias-Santiago, SA; Fernández-Pugnaire, MA; Almazán-Fernández, FM; Serrano-Falcón, C; Serrano-Ortega, S (2009). "Phytophotodermatitis due to Ruta graveolens prescribed for fibromyalgia". Rheumatology (Oxford, England). 48 (11): 1401. doi:10.1093/rheumatology/kep234. PMID 19671699. 
  7. ^ Furniss, D; Adams, T (2007). "Herb of grace: An unusual cause of phytophotodermatitis mimicking burn injury". Journal of Burn Care & Research. 28 (5): 767–769. doi:10.1097/BCR.0B013E318148CB82. PMID 17667834. 
  8. ^ Eickhorst, K; Deleo, V; Csaposs, J (2007). "Rue the herb: Ruta graveolens–associated phytophototoxicity". Dermatitis. 18 (1): 52–55. doi:10.2310/6620.2007.06033. PMID 17303046. 
  9. ^ Wessner, D; Hofmann, H; Ring, J (1999). "Phytophotodermatitis due to Ruta graveolens applied as protection against evil spells". Contact dermatitis. 41 (4): 232. doi:10.1111/j.1600-0536.1999.tb06145.x. PMID 10515113. 
  10. ^ Rethy, Borbala; Zupko, Istvan; Minorics, Renata; Hohmann, Judit; Ocsovszki, Imre; Falkay, George (2007). "Investigation of cytotoxic activity on human cancer cell lines of arborinine and furanoacridones isolated from Ruta graveolens". Planta Medica. 73 (1): 41–48. doi:10.1055/s-2006-951747. PMID 17109253.  Templat:INIST
  11. ^ Srivastava, S. D.; Srivastava, S. K.; Halwe, K. (1998). "New coumarins and limonoids of Ruta graveolens". Fitoterapia. 69 (1): 7–12.  Templat:INIST
  12. ^ Steck, Warren; Bailey, B.K.; Shyluk, J.P.; Gamborg, O.L. (1971). "Coumarins and alkaloids from cell cultures of Ruta graveolens". Phytochemistry. 10: 191–194. doi:10.1016/S0031-9422(00)90269-3. 
  13. ^ Oliva, Anna; Meepagala, Kumudini M.; Wedge, David E.; Harries, Dewayne; Hale, Amber L.; Aliotta, Giovanni; Duke, Stephen O. (2003). "Natural Fungicides from Ruta graveolens L. Leaves, Including a New Quinolone Alkaloid". Journal of Agricultural and Food Chemistry. 51 (4): 890–896. doi:10.1021/jf0259361. PMID 12568545. 
  14. ^ Zobel, Alicja M.; Brown, Stewart A. (1988). "Determination of Furanocoumarins on the Leaf Surface of Ruta graveolens with an Improved Extraction Technique". Journal of Natural Products. 51 (5): 941–946. doi:10.1021/np50059a021. PMID 21401190. 
  15. ^ Kong, Y.; Lau, C.; Wat, K.; Ng, K.; But, P.; Cheng, K.; Waterman, P. (2007). "Antifertility Principle of Ruta graveolens". Planta Medica. 55 (2): 176–8. doi:10.1055/s-2006-961917. PMID 2748734. 
  16. ^ De Feo, Vincenzo; De Simone, Francesco; Senatore, Felice (2002). "Potential allelochemicals from the essential oil of Ruta graveolens". Phytochemistry. 61 (5): 573–578. doi:10.1016/s0031-9422(02)00284-4. PMID 12409025.  Templat:INIST
  17. ^
    "There's fennel for you, and columbines:
    there's rue for you; and here's some for me:
    we may call it herb-grace o' Sundays:
    O you must wear your rue with a difference..."
  18. ^ Ukrainian folk songs:. Oi u poli ruta, ruta (O, rue, rue in the field).  (Ukrainian)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]