Hepatotoksisitas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hepatotoksisitas
Klasifikasi dan rujukan luar
SpesialisasiGastroenterologi
ICD-10K71.0{{{2}}}.{{{3}}}

Istilah Hepatotoksisitas (dari kata hepatik toksisitas) ditujukan kepada kerusakan hati yang disebabkan oleh zat kimia. Luka hati yang disebabkan obat-obat adalah sebab akut dan penyakit hati kronis.

Hati memainkan peran utama dalam mengubah dan membersihkan kimia dan rentan terhadap toksisitas dari zat tersebut. Zat obat-obatan tertentu, saat mencapai overdosis dan terkadang terjadi saat serangkaian terapetik, melukai organ tersebut. Zat kimia lainnya, seperti yang dipakai di laboratorium dan industri, kimia alami (seperti mikrosistin) dan bahan-bahan herbal juga bisa menyebabkan hepatotoksisitas. Kimia-kimia yang menyebabkan luka hati disebut hepatotoksin.

Lebih dari 900 obat-obatan dicap menyebabkan luka hati[1] (lihat LiverTox, pranala luar di bawah) dan ini merupakan alasan paling umum dari kenapa sebuah obat-obatan ditarik dari pasaran. Hepatiksisitas dan luka hati yang disebabkan obat-obatan juga disebabkan karena sejumlah kesalahan peracikan substansial.[2] Kimia-kimia seringkali menyebabkan luka subklinikal pada hzti, yang hanya bisa terdeteksi melalui tes-tes enzim hati abnormal.

Luka hati yang disebabkan obat-obatan bertanggung jawab terhadap 5% dari seluruh pemasukan rumah sakit dan 50% dari seluruh kegagalan hati akut.[3][4]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Friedman, Scott E.; Grendell, James H.; McQuaid, Kenneth R. (2003). Current diagnosis & treatment in gastroenterology. New York: Lang Medical Books/McGraw-Hill. hlm. 664–679. ISBN 0-8385-1551-7. 
  2. ^ Greenhough S, Hay DC (2012). "Stem Cell-Based Toxicity Screening: Recent Advances in Hepatocyte Generation". Pharm Med. 26 (2): 85–89. doi:10.1007/BF03256896. 
  3. ^ McNally, Peter F. (2006). GI/Liver Secrets: with STUDENT CONSULT Access. Saint Louis: C.V. Mosby. ISBN 1-56053-618-7. 
  4. ^ Ostapowicz G, Fontana RJ, Schiødt FV, et al. (2002). "Results of a prospective study of acute liver failure at 17 tertiary care centers in the United States". Ann. Intern. Med. 137 (12): 947–54. doi:10.7326/0003-4819-137-12-200212170-00007. PMID 12484709. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]