Roma 14
| Roma 14 | |
|---|---|
Surat Roma 1:1-7 yang tertulis pada naskah Papirus 10, yang dibuat sekitar tahun 316 M. | |
| Kitab | Surat Roma |
| Kategori | Surat-surat Paulus |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Baru |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 6 |
Roma 14 (disingkat Rom 14) adalah bagian Surat Paulus kepada Jemaat di Roma dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus, ketika ia berada di Korintus pada pertengahan tahun 50-an M,[1] dengan bantuan seorang amanuensis (sekretaris), Tertius, yang menambahkan salamnya sendiri dalam Roma 16:22.[2][3][4]
Reformator Protestan Martin Luther meringkas bab ini sebagai ajaran Paulus bahwa "seseorang harus dengan hati-hati membimbing mereka yang lemah hati nuraninya dan mengampuni mereka; seseorang tidak boleh menggunakan kebebasan Kristen untuk menyakiti, tetapi untuk membantu, yang lemah",[5] sementara teolog Lutheran Johann Albrecht Bengel mengatakan bahwa Paulus "merujuk segala sesuatu kepada iman".[6] Craig Hill berpendapat bahwa Paulus telah mengacu pada "surat-surat Korintus terkini" di bagian surat ini.[7]
Teks
[sunting | sunting sumber]- Naskah aslinya ditulis dalam bahasa Yunani.
- Sejumlah naskah tertua yang memuat salinan pasal ini antara lain adalah
- dalam bahasa Yunani
- Codex Vaticanus (~325-350 M)
- Codex Sinaiticus (~330-360 M)
- Codex Alexandrinus (~400-440 M)
- Codex Ephraemi Rescriptus (~450 M; lengkap)
- dalam bahasa Goth
- Codex Carolinus (abad ke-6/ke-7; terlestarikan: ayat 9-20)
- dalam bahasa Latin
- Codex Carolinus (abad ke-6/ke-7; terlestarikan: ayat 9-20)
- dalam bahasa Yunani
- Pasal ini dibagi atas 23 ayat.
- Berisi dasar-dasar pengajaran Kristen dari Paulus.
Struktur
[sunting | sunting sumber]Pembagian isi pasal:
- Roma 14:1–12 = Jangan menghakimi saudaramu
- Roma 14:13–23 = Jangan memberi batu sandungan
Ayat 23
[sunting | sunting sumber]- Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.[8]
Keyakinan iman ialah kepastian bahwa patokan yang dimiliki itu benar. Tanpa suatu landasan yang benar untuk menentukan sikap, orang percaya bisa disadarkan akan dosa oleh nuraninya sendiri, padahal sebetulnya tidak ada dosa. Sangat penting bagi seorang percaya untuk memberikan patokan yang benar bagi nuraninya. dan untuk membantu sesama saudara seimannya agar memperoleh patokan yang benar ini pula. Dia harus menghindari apa pun yang mencegah sesama saudara seiman dari memperoleh patokan yang benar dan apa pun yang memisahkan sesama saudara seiman dari Kristus.[9]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Hill 2007, hlm. 1084.
- ↑ Donaldson, Terence L. (2007). "63. Introduction to the Pauline Corpus". Dalam Barton, John; Muddiman, John (ed.). The Oxford Bible Commentary (Edisi first (paperback)). Oxford University Press. hlm. 1077. ISBN 978-0199277186.
- ↑ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
- ↑ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.
- ↑ Luther, M., Preface to the Letter of St. Paul to the Romans, translated by Andrew Thornton, OSB, 1983
- ↑ Bengel's Gnomon of the New Testament on Romans 14, accessed 2 October 2016
- ↑ Hill 2007, hlm. 1105.
- ↑ Roma 14:23
- ↑ Hagelberg, Dave. Tafsiran Roma: dari bahasa Yunani. Jakarta: Yayasan Kalam Hidup. 2004.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Teks Roma 14 dari Alkitab SABDA
- (Indonesia) Audio Roma 14
- (Indonesia) Referensi silang Roma 14
- (Indonesia) Komentari bahasa Indonesia untuk Roma 14
- (Inggris) Komentari bahasa Inggris untuk Roma 14