Reichskommissariat Niederlande
Komisariat Reich untuk Wilayah Belanda yang Diduduki Rijkscommissariaat Nederland | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1940–1945 | |||||||||
Reichskommissariat Niederlande pada tahun 1942 | |||||||||
| Ibu kota | Amsterdama | ||||||||
| Bahasa yang umum digunakan | Belanda Jerman | ||||||||
| Pemerintahan | Administrasi sipil | ||||||||
| Reichskommissar | |||||||||
• 1940–1945 | Arthur Seyss-Inquart | ||||||||
| Pemimpin Rakyat Belanda | |||||||||
• 1942–1945 | Anton Mussert | ||||||||
| Era Sejarah | Perang Dunia II | ||||||||
• Seyss-Inquart ditunjuk | 29 Mei 1940 | ||||||||
• Kapitulasi Jerman di Belanda | 5 Mei 1945 | ||||||||
| Luas | |||||||||
- Total | 42,000 km2 | ||||||||
| Populasi | |||||||||
• 1940 | 8.834.000 | ||||||||
| Mata uang | Gulden Belanda (NLG) | ||||||||
| |||||||||
| |||||||||
Reichskommissariat Niederlande (Belanda: Rijkscommissariaat Nederland) adalah rezim pendudukan sipil yang didirikan oleh Jerman di Belanda yang diduduki Jerman selama Perang Dunia II. Nama lengkapnya adalah Komisariat Reich untuk Wilayah Belanda yang Diduduki (Jerman: Reichskommissariat für die besetzten niederländischen Gebiete). Pemerintahan ini dipimpin oleh Arthur Seyss-Inquart, yang sebelumnya menjabat sebagai kanselir terakhir Austria sebelum aneksasi Austria oleh Jerman.
Di bawah Reichskommissar terdapat empat Generalkommissare, yaitu:
- Hans Fischböck, Generalkommissar für Finanz und Wirtschaft (keuangan dan ekonomi);
- Hanns Albin Rauter, Generalkommissar für das Sicherheitswesen (keamanan);
- Fritz Schmidt, Generalkommissar zur Besonderen Verwendung ('tugas-tugas khusus'). Digantikan oleh Willi Ritterbusch setelah ia bunuh diri pada 26 Juni 1943;
- Friedrich Wimmer, Generalkommissar für Verwaltung und Justiz (administrasi dan keadilan).
Adolf Hitler, Heinrich Himmler, dan petinggi-petinggi Nazi sendiri menganggap bangsa Belanda sebagai bagian dari "Herrenvolk" (ras unggul) Arya. Maka dari itu, kebijakan Seyss-Inquart adalah untuk mempersiapkan negara dan bangsa Belanda kepada ideologi Nazisme dan pada akhirnya mengasimilasi mereka ke dalam Jerman Raya setelah perang selesai. Namun, ia sadar bahwa kebijakan ini tidak akan didukung oleh rakyat Belanda, sehingga ia menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar tidak menimbulkan kecemasan di antara orang-orang Belanda. Ia juga sadar bahwa kelompok fasis dan Nazi lokal di Belanda (terutama Nationaal-Socialistische Beweging (NSB) yang dipimpin oleh Anton Mussert) merupakan kelompok minoritas yang dibenci oleh sebagian besar orang Belanda.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- (Belanda) L. de Jong (1969–1991). Het Koninkrijk der Nederlanden in de Tweede Wereldoorlog. Staatsuitgeverij, The Hague.

