Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ranah Ampek Hulu Tapan
Kecamatan
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Barat
KabupatenPesisir Selatan
Pemerintahan
 • CamatAbdul Nazir, SH, MM[1]
Luas- KM²
Kepadatan- jiwa/km²
Nagari/kelurahan10 Kenagarian

Ranah Ampek Hulu Tapan adalah sebuah kecamatan yang terletak di bagian selatan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.[1] Kecamatan ini adalah pemekaran dari Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.Wilayah Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan adalah sebagian wilayah Nagari (bahasa Minangkabau, Bahasa Tapan = N'ghing) Tapan yang sebagiannya masuk wilayah Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.

Pembagian Administrasi[sunting | sunting sumber]

Secara administrasi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan terbagi atas 10 Pemerintahan Nagari yaitu antara lain :

  1. Nagari Sungai Gambir Sako Tapan
  2. Nagari Talang Balarik Tapan
  3. Nagari Limau Purut Tapan
  4. Nagari Tebing Tinggi Tapan
  5. Nagari Binjai Tapan
  6. Nagari Sungai Pinang Tapan
  7. Nagari Talang Koto Pulai Tapan
  8. Nagari Kampung Tengah Tapan
  9. Nagari Kubu Tapan
  10. Nagari Simpang Gunung Tapan

Kantor[sunting | sunting sumber]

Alamat kantor kecamatan:[1]

Jl. Raya Padang - Sungai penuh Km Tapan

Jarak Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan ke Kota terdekat[sunting | sunting sumber]

Posisi wilayah Tapan (Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan dan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan) sangat strategis karena berada pada persimpangan tiga provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu. Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan sebelah timurnya berbatasan langsung dengan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi. Jarak Tapan dengan kota sekitarnya sebagai berikut:

Padang : ± 215 km (ke arah utara)

Painan : ± 145 km (ke arah utara)

Mukomuko Provinsi Bengkulu : ± 65 km (ke arah selatan)

Sungai Penuh Provinsi Jambi : ± 60 km (ke arah timur)

Batas-Batas[sunting | sunting sumber]

Utara : Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan

Selatan : Kecamatan Lunang

Timur : Kota Sungai PenuhKdanabupaten Kerinci Provinsi Jambi

Barat : Kecamatan Lunang dan Kecamatan Silaut

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, daerah Tapan berada pada dataran rendah pesisir barat Pulau Sumatera, dengan kontur wilayah beragam, mulai dari dataran bergambut di bagian barat hingga selatan dan perbukitan rendah pada bagian utara hingga tinggi di bagian timur yang merupakan bagian dari gugusan Bukit Barisan. Dengan iklim tropis dan curah hujan tinggi, semakin ke arah timur suhu udara di Tapan semakin rendah karena semakin tinggi mengarah ke Dataran Tinggi Kerinci.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Perekonomian masyarakat Tapan sebagian besar adalah pertanian, dengan bertani Padi adalah mata pencarian utama masyarakat Tapan, diikuti Jagung, Palawija serta sebagian kecil buah-buahan seperti Semangka (karamojo).

Disamping itu potensi perkebunan juga menjadi mata pencarian masyarakat Tapan, yakni perkebunan Karet (parah) dan sekarang semakin berkembangnya perkebunah Sawit dan Kakao (cokelat). Serta yang telah terkenal lama serta menjadi ikon dan oleh-oleh dari Tapan yaitu Petai (ptai) dan Jengkol (jighiang) meski sekarang produksinya semakin berkurang.

Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Menurut Adat N’ghing Tapan, masyarakat Tapan dibagi atas 4 (empat) suku, yakni Malayu Kcik, Malayu Gdang, Caniago dan Sikumbang. Masing-masing suku dipimpin oleh datuk yang dikenal dengan Basa Ampek Balai dengan Machudum Sati sebagai Orang Tua Nagari (Ughang Tuo N’ghing) Tapan. Tiap-tiap suku dibagi atas beberapa kaum yang masing-masing kaum dipimpin oleh seorang Ninik Mamak (Pamakung). Adapun susu-suku tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Suku Malayu Kcik [sunting | sunting sumber]

Suku Malayu Kcik memiliki Gelar Kebesaran (Gelar Nobat) Datuk Panghulu Suku yang di-gele (Digilir atau Diganti) antara lain sebagai berikut:

  1. Datuk Sangguno Dirajo
  2. Datuk Semanggun Dirajo
  3. Datuk Rajo Dibandar
  4. Datuk Dewa Pahlawan
  5. Datuk Syahbandar
  6. Datuk Rindang Pincalang

2. Suku Malayu Gdang[sunting | sunting sumber]

Giliran Gelar Kebesaran dalam Muku Malayu Gdang adalah sebagai berikut:

  1. Datuk Maharajo Besar
  2. Datuk Suka Dano
  3. Datuk Rajo Indo
  4. Datuk Permai Duaso

3. Suku Caniago[sunting | sunting sumber]

Giliran Gelar Kebesaran dalam Suku Caniago adalah sebagai berikut:

  1. Datuk Suri Maha Rajo di Kubu
  2. Datuk Maharajo Lelo di Pasar 60
  3. Datuk Gedang Dirajo di Nilau
  4. Datuk Rajo Lebih di Nilau
  5. Datuk Rajo Nan Sati di Nilau

4. Suku Sikumbang[sunting | sunting sumber]

Giliran Gelar Kebesaran dalam Suku Sikumbang adalah sebagai berikut:

  1. Datuk Rajo Nan Kayo di Tanjung Pondok
  2. Datuk Benu Sutan
  3. Datuk Sri Gagah di Kubu

Saat ini yang memegang jabatan Penghulu di Tapan antara lain:

  • Suku Malayu Kcik: H. Bachtaruddin, SE. Dt. Dewa Pahlawan
  • Suku Malayu Gdang: Bustami Pasry Dt. Permai Duaso
  • Suku Caniago: Novrial Bahrun, SH., M.Kn., Dt. Suri Maha Rajo
  • Suku Sikumbang: Ir. Nasution Dt. Rajo Nan Kayo
  • Pemekaran Kabupaten[sunting | sunting sumber]

    Sejak tahun 2000, masyarakat yang berada di enam kecamatan paling selatan di Kabupaten Pesisir Selatan ini telah memperjuangkan sebuah kabupaten baru yang meliputi daerah Renah Indojati (Kecamatan Air Pura, Kecamatan Pancung Soal, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kecamatan Lunang dan Kecamatan Silaut). Usulan pemekaran telah masuk dan dibahas oleh DPR RI, namun sampai saat ini belum juga disahkan. Saat ini masyarakat masih menunggu RUU tentang pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Renah Indojati disahkan menjadi UU sehingga Renah Indojati menjadi kabupaten sendiri dan terpisah dari Kabupaten Pesisir Selatan. Dengan Ibukota Kabupaten berada di Bukit Buai, Nagari Bukit Buai Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.[2]

    Referensi[sunting | sunting sumber]

    Pranala luar[sunting | sunting sumber]