Lompat ke isi

Pulo Gadung, Jakarta Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pulogadung)
Pulo Gadung
Negara Indonesia
ProvinsiDKI Jakarta
Kota AdministrasiJakarta Timur
Pemerintahan
  CamatTeguh Hendrawan, S.Sos, M.Si
Populasi
  Total279,519 jiwa (2.005) jiwa
Kode Kemendagri31.75.02 Edit nilai pada Wikidata
Kode BPS3172090 Edit nilai pada Wikidata
Luas12,94 km2
Kepadatan21.601 jiwa/km2 (2005)
Peta
PetaKoordinat: 6°11′40.56″S 106°53′19.32″E / 6.1946000°S 106.8887000°E / -6.1946000; 106.8887000

Pulo Gadung (ditulis juga sebagai Pulogadung) adalah sebuah kecamatan yang terletak di Jakarta Timur. Kecamatan ini dialiri oleh beberapa kali yang berhulu di Jonggol, Bogor, sehingga membuatnya dinamai Pulo alias Pulau, meski bukan Pulau dalam arti sesungguhnya.

Pulo Gadung berbatasan dengan Kelapa Gading di sebelah utara, Matraman dan Cempaka Putih di sebelah barat, Cakung di sebelah timur, dan Jatinegara di sebelah selatan.

Catatan VOC pada tahun 1675 pertama kali menyebut daerah ini, dengan ejaan terawalnya Poelo Gadongh, sebagai tanah perkebunan yang dikelola oleh seorang Jawa bernama Soeta Annem.[1] Pada tahun 1790, tanah perkebunan ini adalah milik Martinus Jacobus Balje, seorang tuan tanah dan anggota dewan kota Batavia, yang menyelenggarakan pasar di sana setiap hari Jumat.[2][3] Semasa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811), daerah ini sudah dilewati jalan dari Tjilintjing menuju Meester Cornelis, yang terawat baik dan dapat dilalui kereta.[4]

Pulo Gadung resmi menjadi kecamatan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 1978 tentang Pembentukan Wilayah Kota Dan Kecamatan Dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta.[5][6] Daerah ini awalnya dikenal sebagai daerah produksi berbagai perabot rumah tangga. Sejak tahun 1970-an, distrik ini berkembang secara signifikan dengan banyak pabrik dan kawasan industri, dengan terminal bus antarkota yang berfungsi sebagai infrastruktur pendukungnya.[5]

Nama Pulo Gadung sendiri berasal dari kata pulo yang berarti pulau atau daratan dan tumbuhan gadung (Dioscorea hispida) yang merupakan nama sejenis umbi-umbian yang pernah banyak tumbuh di daerah tersebut.[7]

Terminal Pulo Gadung

[sunting | sunting sumber]

Terminal Pulo Gadung adalah salah satu terminal terbesar di Jakarta. Di sini terdapat pangkalan bus Transjakarta, Metromini, Angkot, dan Mikrolet.

Rute BRT Transjakarta

[sunting | sunting sumber]

Rute bus kota Transjakarta

[sunting | sunting sumber]
  • 2F: Terminal Pulo Gadung–Rusun Cakung Barat
  • 4F: Terminal Pulo Gadung–Terminal Pinang Ranti
  • 11D: Terminal Pulo Gadung–Terminal Pulo Gebang (via Jalan KRT Radjiman Wedyoningrat)

Rute Mikrotrans

[sunting | sunting sumber]
  • JAK 17: Terminal Pulo Gadung–Terminal Senen (via Jalan Pemuda)
  • JAK 24: Terminal Pulo Gadung–Terminal Senen (via Jalan Boulevard Barat Kelapa Gading)
  • JAK 33: Terminal Pulo Gadung–Stasiun Jakarta Kota
  • JAK 41: Terminal Pulo Gadung–Terminal Kampung Melayu
  • JAK 61: Terminal Pulo Gadung–ITC Cempaka Mas
  • JAK 99: Terminal Pulo Gadung–Jatibening, Bekasi

Kelurahan

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pulo Gadung memiliki 7 kelurahan, yakni:

  1. Kelurahan Kayu Putih, dengan kode pos 13210
  2. Kelurahan Jati, dengan kode pos 13220
  3. Kelurahan Rawamangun, dengan kode pos 13220
  4. Kelurahan Pisangan Timur, dengan kode pos 13230
  5. Kelurahan Cipinang, dengan kode pos 13240
  6. Kelurahan Jatinegara Kaum, dengan kode pos 13250
  7. Kelurahan Pulo Gadung, dengan kode pos 13260

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Faes, J. (1893). Geschiedenis particulier landbezit op West-Java door J. Faes (dalam bahasa Belanda). Ogilvie. hlm. 211. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Teisseire, Andries (1792). Beschryving van een gedeelte der omme- en bovenlanden dezer hoofdstad, doch inzonderheid van de zuid-westlyke, en westlyke landen: benevens de bebouwing der gronden, levens-wys, en oefveningen der opgezetenen, mitsgaders de fabryken, en handel in dezelve (dalam bahasa Belanda). Batavia[a]sch Genootschap der Kunsten en Weetenschappen. hlm. 31. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Pengatoeran-pengatoeran dari perkaranja tanah-tanah mardika, prijman oetawa partikoelier di dalem tanah Indi-Nederland. Batavia: Albrecht & Company. 1898. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Tijdschrift voor Nederlandsch Indië (dalam bahasa Belanda). Batavia: Ter Lands-drukkerij. 1839. hlm. 291–292. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Nurudin Abdullah (27 Desember 2014). "Tahukah Anda Asal Usul Nama Pulo Gadung Jakarta?". Bisnis.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-11-29. Diakses tanggal 7 Januari 2016.
  6. Hukum Online. "Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1978". hukumonline.com. Diakses tanggal 2025-06-29.
  7. M, Zaenuddin H. (2012). 212 asal-usul Djakarta tempo doeloe: disertai fakta, foto, dan kesaksian unik yang membawa anda ke masa lalu. Ufuk Press. ISBN 978-602-7689-04-6.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]