Pertikaian Fasyoda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pertikaian Fasyoda adalah konflik antara Inggris dan Prancis mengenai politik kolonial di Afrika.[1] Fasyoda adalah sebuah kota di Sudan Selatan, Afrika.[1] Sejak tanggal 10 Juli 1898, Fasyoda berganti nama menjadi Kothok.[1] Pertkaian ini terjadi dari 19 Sepetember 1898 hingga 4 Novemeber 1898.[1]

Sejarah singkat[sunting | sunting sumber]

Ilustrasi Kontemporer yang menggambarkan pemimpin pasukan Prancis, Lord Marchand, dalam pertikaian Fasyoda di Afrika

Perselisihan muncul dari keinginan bersama dari masing-masing negara, yakni Inggris dan Prancis, untuk menghubungkan daerah jajahan yang berbeda di Afrika.[2] Tujuan Inggris adalah untuk menghubungkan Uganda ke Mesir melalui jalur kereta api dari Tanjung Harapan ke Kairo, sementara Prancis, dengan mendorong ke arah timur dari pantai barat ingin memperluas kekuasaan di seluruh Afrika Tengah dan Sudan.[2]

Untuk melakukan ekspansi Prancis ini, Meteri Luar Negeri Prancis, Gabriel Hanotaux, memerintahkan 150 laki-laki ke arah timur dari Gabon pada tahun 1896, di bawah komando Jean-Baptiste Marchand.[1][2] Sementara Inggris dipimpin oleh Sir (kemudian Lord) Horatio Kitchener Herbert bergerak dari Mesir sejak bulan Maret 1896 ke selatan.[1][2] Angkatan bersenjata ini berhasil mengalahkan orang Derwish di Sungai Atbara pada 8 April 1898 dan Ondurman pada 2 September 1898.[1] Pasukan Inggris dan Mesir ini selanjutnya menduduki Khartum dan meneruskan ekspedisinya ke selatan.[1] Sementara itu, ekspedisi Prancis di bawah pimpinan kolonel Marchand bekerja sama dengan dengan pemerintah Kongo bergerak ke arah timur dan menduduki Fasyoda.[1] Kolonel Kitchener dari Prancis berhadapan dengan Lord Marchand dari Inggris.[1] Ia menuntut agar Prancis menarik diri dari Fasyoda sebab daerah itu telah menjadi bagian dari Mesir.[1] Kolonel Marchand menolak karena tidak ada perintah dari pemerintahnya.[1] Sehingga Inggris mempersiapkan diri untuk berperang melawan Prancis.[1] Sementara itu pemerintah Prancis karena tidak ingin mempertaruhkan jajahannya, bersedia mengalah dan memerintahkan Kolonel Marchand meninggalkan Fasyoda.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n (Indonesia) Shadily, Hasan. "Ensiklopedia Indonesia". Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve: 993. 
  2. ^ a b c d (Inggris) Encyclopaedia Britannica. "Fashoda Incident". Diakses tanggal 3 Juni 2014.