Penghuni Terakhir 2010

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Penghuni Terakhir 2010
Petir Logo Antv.jpg
Logo Penghuni Terakhir 2010
Pembawa acaraBen Kasyafani
JuriHelmy Yahya
Fenny Rose
Tina Zakaria
NegaraBendera Indonesia Indonesia
Rilis
Jaringan penyiarANTV
Tanggal rilisSabtu, 10 Juli – Kamis, 11 November 2010

Penghuni Terakhir (sering disingkat Petir) adalah sebuah program acara realitas yang ditayangkan ANTV dan diproduksi oleh Triwarsana, rumah produksi milik Helmy Yahya. Setelah berhenti berproduksi sejak tahun 2006, akhirnya Penghuni Terakhir kembali dengan musim kelimanya pada tahun 2010.

Audisi Penghuni Terakhir musim kelima diselenggarakan di lima kota besar Indonesia. Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Peserta audisi di kota-kota tersebut melewati beberapa tahap hingga akhirnya terpilih menjadi 30 calon penghuni rumah. Kota Palembang diwakili oleh 4 peserta, Surabaya dan Bandung masing-masing diwakili 6 peserta, Yogyakarta diwakili 5 peserta, dan Jakarta diwakili oleh 9 peserta. Dan pada tanggal 10 Juli 2010, malam pra ekstradisi dilakukan sehingga terpilihlah 18 penghuni.

Pemenang di musim ini adalah Indriyani atau Iin, finalis wanita asal Yogyakarta. Posisi kedua diduduki oleh Agus Syaitonirozim atau Toni dari Surabaya dan posisi ketiga diduduki oleh Lydia Aprida Wahab atau Dia dari Palembang.

Peraturan dan sistem kerja Petir[sunting | sunting sumber]

Melalui proses penyaringan, didapatkan 18 peserta yang akan di karantina kedalam sebuah rumah hunian selama kurang lebih 100 hari, dimana mereka tidak diperbolehkan berhubungan dengan dunia luar dan akan saling bersaing untuk menjadi peserta terakhir (Penghuni Terakhir) rumah yang mereka tinggal untuk mendapatkan sebuah rumah hunian bernilai 1 miliar Rupiah.

Setiap minggu akan ada permainan untuk menentukan siapa yang akan menjadi Boss, Pemegang Kunci, Jongos, dan Pemegang Kekebalan. Permainan bisa berupa apa saja yang telah diatur oleh pihak penyelenggara atau ANTV. Kemudian pada hari Sabtu malam yaitu pada malam ekstradisi, tayangan langsung akan menentukan siapa penghuni yang akan tersisih dan meninggalkan rumah tersebut.

Saat malam ekstradisi, 3 orang dengan sms terbawah (kecuali Boss dan Pemegang Kunci) akan duduk di kursi ekstradisi. Namun apabila di antara ketiga orang tersebut ada yang memiliki Kekebalan maka orang yang memiliki status kekebalan tersebut berhak untuk menggantikan dirinya dengan penghuni lain (selain Boss dan Pemegang Kunci) untuk duduk di kursi ekstradisi (bahkan yang mempunyai sms terbanyak). Kemudian, Boss mempunyai hak untuk menyelamatkan 1 orang di antara 3 calon terekstradisi, setelah itu Pemegang Kunci berhak meng-ekstradisi 1 di antara 2 orang tersisa itu.

Selain 3 peran tersebut (Pemegang Kunci, Boss, Kekebalan) ada pula penghuni yang mendapatkan predikat Jongos, dimana penghuni ini adalah penghuni yang kalah pada game pemilihan Jongos (3 penghuni dengan perolehan sms terendah pada tayangan Beranda biasanya di hari Selasa) diwajibkan untuk melakukan segala perintah yang diberikan oleh penghuni lain yang biasa berupa pekerjaan rumah tangga selama satu minggu di rumah tersebut.

Setiap penghuni yang terekstradisi memiliki wasiat, dimana penghuni yang tersisa wajib melakukan apa yang diminta oleh penghuni terekstradisi, tetapi jika perintah tersebut dipertimbangkan terlalu berat atau berbahaya, maka penyelenggara acara akan menolak wasiat tersebut.

Penghuni Rumah Petir[sunting | sunting sumber]

Penghuni Pelanggaran Terekstradisi Diekstradisi
Oleh
Hendriansyah Gustaman
25, Bandung
Minggu Pertama
17/07/2010
Erick
Teddy Andrew
26, Jakarta
Minggu Kedua
24/07/2010
Cut
Haerully Karnadi
38, Jakarta
Minggu Ketiga
31/07/2010
Erick
Nur Afif Sholehin
25, Surabaya
Minggu Keempat
07/08/2010
Dia
Indra King Rahardja
36, Bandung
Minggu Kelima
14/08/2010
Toni
Riescha Aditya Wibowo
26, Jakarta
Minggu Keenam
21/08/2010
Erwin
Jeliani Fransisca
19, Jakarta
Diberikan kartu kuning Minggu Ketujuh
28/08/2010
Erick
Ricky Endra Putra
29, Jakarta
Diberikan kartu kuning Minggu Kedelapan
04/09/2010
Toni
Denny Syahputra
37, Jakarta
Minggu Kesepuluh
18/09/2010
Cut
Woro Edhi N.
29, Surabaya
Diberikan kartu kuning Minggu Keduabelas
02/10/2010
Dia
Haykal Alatas
24, Jakarta
Diberikan kartu kuning Minggu Ketigabelas
09/10/2010
Erwin
Ki Agus Erwin
26, Palembang
Diberikan kartu kuning Minggu Keempatbelas
16/10/2010
Alis
Denny Syahputra
37, Jakarta
Diberikan kartu kuning Minggu Kelimabelas
23/10/2010
Toni
Cut Zahara Geraldine
25, Bandung
Diberikan kartu kuningDiberikan kartu kuning Road to Final
30/10/2010
N/A
Erick Estrada
23, Yogyakarta
Diberikan kartu kuningDiberikan kartu kuningDiberikan kartu kuning Final
04/11/2010
Alishia Ayu Luchi
21, Surabaya
Diberikan kartu kuning Final
04/11/2010
Lidia Aprida Wahab
24, Palembang
Diberikan kartu kuningDiberikan kartu kuning Grand Final
11/11/2010
Agus Syaitonirozim
43, Surabaya
Diberikan kartu kuningDiberikan kartu kuningDiberikan kartu kuning Grand Final
11/11/2010
Indrayani
21, Yogyakarta
Penghuni Terakhir

Jadwal Acara[sunting | sunting sumber]

Sebelum merebut posisi 6 teratas

  • Senin: game memperebutkan posisi Boss. Hanya 3 sms teratas yang dapat mengikuti game Boss
  • Selasa: game Asisten Rumah Tangga, yang diikuti oleh 3 sms terbawah dan yang kalah akan menjadi Jongos selama 1 minggu, ada pula game Logistik dimana Boss menunjuk 1 orang dan jika orang tersebut berhasil menyelesaikan gamenya, maka semua penghuni akan mendapat bonus perlengkapan keperluan sehari-hari. Mulai minggu keempatbelas, status Jongos kemudian diganti menjadi Asisten Rumah Tangga
  • Rabu: game memperebutkan posisi Pemegang Kunci (seluruh penghuni, kecuali Boss dan Pemegang Kunci sebelumnya)
  • Kamis: game Privilege / Reward, dibagi 2 kelompok, kelompok yang menang akan mendapatkan bonus atau yang kalah mendapatkan hukuman (salah satu)
  • Jum'at: game Imun, memperebutkan status Kekebalan (kecuali untuk 7 besar,game imun tidak ada)
  • Sabtu: Ekstradisi
  • Minggu: recap tayangan sebelum malam ekstradisi hingga setelah ekstradisi

Setelah dan ketika posisi 6 teratas

  • Sabtu: Ekstradisi
  • Minggu: recap tayangan sebelum malam ekstradisi hingga setelah ekstradisi

Tradisi[sunting | sunting sumber]

  • Boss menempati kamar khusus yang mana hanya ditempati oleh penghuni yang terpilih menjadi Boss setiap Senin.
  • Setiap kali Boss terpilih akan ada syukuran dengan siram bunga atau bentuk syukuran lainnya.
  • Sama seperti Boss, Asisten Rumah Tangga juga menempati ruang khusus yang lokasinya berada di luar rumah. Hanya perbedaannya terletak pada luas ruangan yang relatif kecil dan tempat tidur yang biasa saja.
  • Di ruang tengah terdapat foto finalis Penghuni Terakhir 2010, dan setiap yang terekstradisi akan di coret fotonya dengan pilox berwarna merah.
  • Sebelum malam Ekstradisi para penghuni membuat wasiat jika dia terekstradisi. Setelah penghuni itu terekstradisi penghuni lain yang masih bertahan harus menjalankan wasiat dari penghuni yang telah terekstradisi.

Ekstradisi[sunting | sunting sumber]

Proses Ekstradisi Final
Periode Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 Minggu 8 Minggu 91 Minggu 10 Minggu 112 Minggu 12 Minggu 13 Minggu 14 Minggu 15 Road to Final4 Final5 Grand Final
Asisten Rumah Tangga Cut Alis Angel Dia Woro Adit Ricky Cut Dia Woro Haykal Toni Alis Demi Cut
Posisi Penghuni
1 Iin SAVED BOSS SAVED1 BOSS SAVED PENGHUNI TERAKHIR
2-3 Toni BOSS KUNCI KUNCI IMUN BOSS KUNCI PP EKST
Dia SAVED KUNCI IMUN BOSS IMUN SAVED KUNCI SAVED SAVED EKST
4-5 Alis SAVED SAVED1 BOSS3 KUNCI EKST
Erick KUNCI BOSS KUNCI BOSS KUNCI SAVED SAVED BOSS BOSS EKST
6 Cut KUNCI IMUN SAVED KUNCI1 IMUN SAVED IMUN SAVED EKST
7 Demi SAVED SAVED SAVED IMUN IMUN EKST AMN IMUN SAVED EKST
8 Erwin KUNCI BOSS KUNCI EKST
9 Haykal BOSS SAVED SAVED EKST
10 Woro IMUN SAVED SAVED EKST
11 Ricky BOSS IMUN SAVED EKST
12 Zeli SAVED EKST
13 Adit SAVED EKST
14 King BOSS SAVED EKST
15 Angel SAVED IMUN SAVED EKST
16 Haerully IMUN SAVED EKST
17 Teddy EKST
18 Hendri EKST

Penggantian peserta Imun dengan penghuni yang dipilihnya[sunting | sunting sumber]

Hari Peserta Imun Pilihan Pengganti Hasil Keputusan Pengganti
Minggu 4 Cut King,Erwin,Alis King
Minggu 5 Dia Erwin,Woro,Zeli Woro
Minggu 6 Ricky Demi,Dia,Alis Demi
Minggu 7 Demi Ricky,Woro,Toni Ricky
Minggu 8 Dia Cut,Erick,Erwin Cut
Minggu 9 Demi Dia,Alis,Iin Iin
Minggu 10 Toni Erick,Woro,Dia Erick
Minggu 13 Demi Cut,Haykal,Dia Dia
Minggu 14 Cut Dia,Erick,Erwin Erwin
keterangan: nama yang digarismiringkan itu artinya dia telah duduk di kursi ektradisi

Keterangan[sunting | sunting sumber]

     Penghuni pria
     Penghuni wanita
     Pemenang Penghuni Terakhir
     Penghuni yang memiliki Kekebalan / Imunitas pada minggu tersebut
     Penghuni yang menjadi Penghuni Pilihan
     Penghuni yang menjadi Boss pada minggu tersebut
     Penghuni yang menjadi Pemegang Kunci pada minggu tersebut
     Penghuni yang duduk di kursi ekstradisi, namun diselamatkan oleh Boss
     Penghuni yang duduk di kursi ekstradisi, namun diselamatkan oleh Pemegang Kunci
     Penghuni yang terekstradisi
     Penghuni yang telah terekstradisi namun kembali berkompetisi karena mendapatkan Amnesti

1Bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, maka momen ekstradisi pada Minggu Ke-9 akan ditunda hingga minggu selanjutnya. Awalnya pihak penyelenggara tidak memberitahu kepada pemirsa, acara berjalan seperti biasa sampai saat giliran Pemegang Kunci melakukan tugasnya, disaat itu pihak penyelenggara baru memberitahu pemirsa melalui seorang ustad bahwa minggu tersebut tidak ada ekstradisi. Akan ada pemilihan ulang Boss, Jongos, dan Imun, sedangkan Pemegang Kunci masih tetap sama.

2Tidak ada penghuni yang terekstradisi pada Minggu Kesebelas karena diadakannya Amnesti. Dan pada malam Amnesti Demi terpilih menjadi penghuni yg mendapatkan Amnesti setelah mengalahkan King di babak "Voting Penghuni" setelah pada sebelumnya berhasil memenangkan game "Meja Hidup dan Mati" mengalahkan Ricky, Hendri, dan Zeli yang masuk pada zona Top Five sms tertinggi serta King yg otomatis melaju ke babak "Voting Penghuni" karena memiliki sms paling tertinggi. 4 Penghuni yang terekstradisi sebelumnya Haerully, Teddy, Angel dan Adit memiliki voting terendah dan gagal melaju ke babak selanjutnya.

3Alis menjadi Boss untuk dua minggu, karena di babak kedua amnesti, Cut, Dia, Erwin, Haykal, dan Woro sudah menyabut kunci King, dan Alis tidak dapat kesempatan mengekstradisi King atau Demi.

4Toni terpilih menjadi Penghuni Pilihan pada babak Road to Final dan berhak langsung menuju babak Grand Final. dan terhitung Mulai Final 6 dan seterus nya tidak ada Boss, Pemegang Kunci, Imun, dan Asisten Rumah Tangga.

5Pada babak final, Alis, Dia, Erick, dan Iin bersaing untuk memperebutkan dua tempat tersisa di babak Grand Final, setelah Toni secara otomatis lolos karena terpilih menjadi Penghuni Pilihan. Dia meraih dukungan terbanyak dari ex-penghuni sehingga berhasil melaju ke Babak Grand Final. Tempat terakhir dimenangkan oleh Iin setelah berhasil mengalahkan Alis dan Erick dalam Game Meja Hidup Mati.

Rekor[sunting | sunting sumber]

  • Penghuni yang paling sering menjadi Kandidat Boss adalah Erwin dengan delapan kali dan sekali menang. Diposisi kedua ada Erick dengan tujuh kali dan empat kali menang.
  • Penghuni yang paling sering menjadi Kandidat Asisten Rumah Tangga adalah Demi dengan tujuh kali dan sekali kalah. Diposisi kedua ada Cut dengan enam kali dan tiga kali kalah.
  • Penghuni yang paling sering menjadi Kandidat Pemegang Kunci adalah Dia dengan delapan kali dan dua kali menang.. Diposisi kedua ada Erick dengan tujuh kali dan tiga kali menang.
  • Penghuni yang paling sering menjadi Kandidat Imun adalah Alis, dengan total enam kali dan belum pernah menang. Diposisi kedua ada Dia dengan lima kali dan dua kali menang.
  • Semua Penghuni yang masih bertahan telah pernah menjadi Kandidat Boss, Jongos (Asisten Rumah Tangga), dan Pemegang Kunci.
  • Penghuni yang bertahan, tetapi tidak pernah menjadi Pemegang Kunci adalah Iin.
  • Penghuni yang bertahan, tetapi tidak pernah menjadi Jongos (Asisten Rumah Tangga) adalah Iin dan Erick .
  • Penghuni yang bertahan, tetapi tidak pernah menjadi Pemegang Imun / Kekebalan adalah Iin, Alis dan Erick.
  • Penghuni yang bertahan, dan pernah mendapatkan semua gelar adalah Dia dan Toni.

Kritik & Kontroversi[sunting | sunting sumber]

  • Pada minggu keempat, terjadi kontra besar-besaran terhadap penghuni dengan Dia, yang mengekstradisi Angel daripada King. Hal ini dikarenakan Dia menyatakan akan mengekstradisi King, namun ia mencabut kunci Angel.
  • Pada minggu keenam, terjadi perobekan foto anak Woro yang menyebabkan Woro menjadi emosi. Awalnya pelakunya tidak diketahui, sampai pada malam ekstradisi minggu ketujuh, Zeli mengaku bahwa ia yang merobek foto tersebut atas perintah Erick. Demi nama baik Zeli, pada minggu kedelapan, Zeli mengaku bahwa yang merobek foto anak Woro adalah Erick.
  • Pada minggu ketujuh, terjadi lagi kontra besar-besaran terhadap beberapa penghuni, kembali dengan Dia yang menjabat jadi Boss. Beberapa penghuni menganggap Dia orang bermuka dua dan egois, sehingga banyak yang tidak suka dengan kepemimpinannya dan membentuk Negara Separatis, yang diikuti oleh Demi, Erick, Erwin, Cut, Haykal, Alis dan Zeli. Pada malam ekstradisi, Helmy Yahya menyatakan bahwa perbuatan seperti Negara Separatis itu tidak diperbolehkan, dan sebagai hukumannya, Demi, Erick, Erwin, Cut, Haykal, Alis dan Zeli mendapatkan masing-masing kartu kuning. Penghuni yang tidak mendapatkan kartu kuning karena memihak Dia adalah Iin, Toni, Woro dan Ricky. Mereka yang tidak ikut dalam negara separatis diberikan privilege oleh juri yaitu adalah menelepon sanak keluarga mereka.
  • Pada saat amnesti banyak pemirsa yang kecewa dengan masuknya kembali Demi ke rumah karantina, hal ini dikarenakan banyak pemirsa yang memilih King untuk kembali ke rumah karantina lewat SMS, King menempati urutan teratas SMS pemirsa sementara Demi hanya menempati urutan keempat para penghuni amnesti. Dan akhirnya King kalah pada saat voting yang dilakukan oleh para penghuni.
  • Penggunaan kata Jongos untuk status Jongos pada acara Penghuni Terakhir kemudian diganti menjadi Asisten Rumah Tangga pada Minggu Keempatbelas. Hal ini dikarenakan penggunaan kata tersebut cenderung kasar dan merendahkan.
  • Penghuni terakhir ditegur oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena isi acara menampilkan kata-kata kasar dan adegan yang membuat remaja belajar tentang perilaku yang tidak pantas. Pelanggaran di atas dilakukan ketika penayangan konflik antara Cut dan Woro sehingga KPI pusat meminta program Penghuni Terakhir dipindah jam tayang dewasa pukul 22:00 - 23:00 wib. Program ini juga diminta untuk tidak melakukan eksploitasi konflik secara berlebihan.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Musim keempat (2005)
Penghuni Terakhir
Musim kelima (2010)
Diteruskan oleh:
Musim keenam (2011)