Yohan Maulana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Yohan Maulana
Lahir31 Maret 1981 (umur 38)
Semarang
Tempat tinggalSemarang, Jawa Tengah
TelevisiPenghuni Terakhir (2004)

Yohan Maulana (lahir di Semarang, 31 Maret 1981; umur 38 tahun) adalah pemenang dari acara Penghuni Terakhir musim pertama pada tahun 2004. Pada babak Grand Final, Yohan menyingkirkan dua finalis lainnya, Mahdi dan Juli. Sebagai pemenang, Yohan berhak atas hadiah rumah senilai Rp 1 Milyar. Hadiah hunian tersebut ia jual untuk pengobatan Mbak Surastilah, membangun rumah untuk Ibunda tercinta, sunatan massal, membantu gereja setempat dan melunasi hutang keluarga.[1]

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Yohan merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Yohan sangat menyayangi dan menghormati ibunya, Elizabeth Sri Soemini. Oleh karena itu, saat mengetahui kejadian yang menimpa Mbak Surastilah (wanita normal tanpa angguan kejiwaan yang dipasung selama 26 tahun oleh ayah kandungnya sendiri di daerah Pejompongan, Jakarta) melalui berita kriminal di salah satu stasiun televisi, ia berniat untuk menolongnya. Baginya, Mbak Surastilah merupakan sosok yang memberi spirit hidup setelah ibunya serta ingin mengubah nasib keluarganya.

Kepribadian[sunting | sunting sumber]

Yohan memiliki kepribadian mandiri. Yohan menghabiskan waktunya selama 3 tahun di SMU dengan ikut aktif dalam keorganisasian, teater dan tim debat. Hal tersebutlah yang membentuk karakter yang dibawanya hingga saat ini. Lalu, ia hijrah ke kota Bandung (kuliah di NHI / Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung), karena dianggap bisa membuat dirinya berkembang. Berkat pergaulan multi-ras dan etnis di sana, ia merasa mendapatkan hikmah dan perubahan dalam cara berpikirnya.

Berkat dukungan materi dari orang-orang yang ia sebut 'keluarga' di sana, ia bisa melaksanakan PKN di Malaysia setelah lulus tes-nya. Selesai PKN di sana, ia pun mengikuti tes untuk bisa bekerja di Belanda. Lagi-lagi ia berhasil lulus. Selain itu, ia juga mendapat dukungan materi. Selama setahun bekerja di Belanda, pikirannya semakin terbuka akan banyak hal, baik dalam segi ideologi, sosial maupun budaya. Mimpinya pun untuk keliling Eropa akhirnya tercapai.

Yohan mengakui dirinya merupakan pribadi yang kompleks. Tetapi yang paling menonjol dari sifat-sifat kompleksnya itu adalah kekerasan hatinya untuk terus menyelesaikan segala tantangan dan tak mudah menyerah.[2]

Berkat karakter dan kepribadiannya yang kuat, akhirnya ia berhasil menjadi yang 'terakhir' dalam acara Penghuni Terakhir musim pertama dan berhak atas hadiah rumah senilai Rp 1 Milyar.

Statistik di Penghuni Terakhir[sunting | sunting sumber]

Waktu Posisi
Minggu Pertama Zona Ekstradisi, Diselamatkan Boss
Minggu Kedua Aman
Minggu Ketiga KUNCI
Minggu Keempat Zona Ekstradisi, Diselamatkan Pemegang Kunci
Minggu Kelima Aman
Minggu Keenam Aman
Minggu Ketujuh Zona Ekstradisi, Diselamatkan Pemegang Kunci
Minggu Kedelapan BOSS
Minggu Kesembilan Aman
Minggu Kesepuluh Zona Ekstradisi, Diselamatkan Pemegang Kunci
Minggu Kesebelas Aman
Road to Final PENGHUNI PILIHAN
Road to Final PENGHUNI PILIHAN
Final PENGHUNI PILIHAN
Grand Final PENGHUNI TERAKHIR

Referensi[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Tidak Ada
Penghuni Terakhir
Juara

Musim pertama (2004)
Diteruskan oleh:
Edhu